Touch Me, Mr. Cassanova

Touch Me, Mr. Cassanova
Wedding Day


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Hari yang di nantikan telah tiba. Gedung pernikahan yang begitu luas dan di dekor dengan begitu mewah, akan menjadikan saksi dari bersatunya ikatan cinta antara Edward dan juga Faiz. Tamu yang datang pun begitu banyak, tidak hanya tamu dari teman teman Faiz dan Edward. Namun, dari keluarga besar Nolan juga keluarga Leon. Hingga membuat acara itu semakin meriah.


“Rileks aja sih. Jangan terlalu gugup!” kata Bella yang melihat sejak tadi Faiz meremas kuat kedua tangan nya.


“Heh kampret! Mana bisa gue gak gugup.Ya Allah hari ini pasti ramai banget, gue deg-deg an.” Keluh Faiz terlihat begitu cemas.


“Emang ege ya ini anak! Kemarin ngotot pengen ke Italia sok sok an mau kuliah di sana. Mau bersatu sama kakak Edward, sekarang udah mau sah malah kaya gini!” celetuk Bella menirukan gaya bicara Faiz.


“Heh monyet, lo belom ngerasain jadi gue!” seru Faiz begitu kesal dengan sahabat nya.


“Udah sih, kalian ini kenapa harus bertengkar sih? Jadi ini kita ke keluar nya kapan?” tanya Salsa memotong perdebatan antara Bela dan Faiz.


“Tahun depan!” seru keduanya bersamaan dengan nada kesal.


“Lah kenapa tahun depan? Kalau gitu, gue aja yang gantiin lo ya Iz. Karena gak mungkin itu kak Edward mau nikah sendirian. Gapapa Iz gue rela nikah muda!” goda Salsa tersenyum begitu lebar.

__ADS_1


“Salsaaaaa!” jerit Faiz semakin bertambah kesal.


“Heheh bercanda Sayang,” ucap Salsa, lalu ia memeluk Faiz dari samping.


“Makanya jangan terlalu grogi begitu dong. Santai, coba tarik napas dalam dan lebih rileks lagi. Sebentar lagi, lo bakal berubah status, tenang saja,” kata Salsa lalu melepaskan pelukan nya dari Faiz.


Tok ... Tok .. Tok ..


Cklek!


Mendengar suara pintu yang di ketuk dan di buka, membuat ketiga gadis itu mendongak dan melihat siapa yang datang.


“Kamu sudah siap, Sayang?” tanya mama Nisa dengan begitu lembut.


“Siap Tante!” jawab Salsa dan Bella bersamaan, hingga membuat Faiz langsung mendelik tajam.


“Yang di tanya gue!” cetus Faiz kesal sementara dua sahabat nya malah justru terkekeh.

__ADS_1


“Ssshhhht, sudah. Ayo kita keluar. Edward sudah nunggu dari tadi,” kata mama Nisa tersenyum, lalu segera menuntun tangan Faiz di sebelah kanan dan tante Kiara di sebelah kiri.


“Tunggu!” seru seorang gadis yang baru saja datang dengan napas terengah.


“Fayya!” tegur Faiz mendelik, namun gadis itu malah terkekeh.


“Faya mau ikut di belakang kakak.”


Fayya pun segera berlari memutar dan ikut berjalan di belakang Faiz dengan membantu memegang ekor gaun panjang nya bersama dengan Salsa dan Bella.


Dengan langkah yang begitu pelan dan anggun. Faiz berjalan menuju tempat untuk di lakukan ijab qobul. Jantung nya sejak tadi sudah tidak menentu, berulang kali dirinya mencoba untuk menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan untuk mengurangi rasa grogi nya, namun tetap saja tidak mampu mengurangi rasa gugup nya.


“Santai kak, kak Edward gak bakal kabur lagi kok,” kata Fayya sedikit berbisik dan masih mampu di dengar oleh Faiz.


Ingin sekali rasanya Faiz berbalik dan menghajar adik ipar nya dengan gemas. Hanya saja saat ini dirinya sedang berada di acara sakral dengan banyak tamu undangan yang menatap ke arah nya. Dirinya tidak bisa melakukan hal itu, untuk menjaga nama baik keluarga nya.


‘Kali ini aku bebaskan kamu, Fay. Awas aja kamu nanti,’ gumam Faiz dalam hati dan masih mempertahan kan senyuman di wajah nya.

__ADS_1


...To be continue .......


__ADS_2