Touch Me, Mr. Cassanova

Touch Me, Mr. Cassanova
Keinginan Elsa


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Aku rela menjadi istri kedua mu demi Calvin,” ucap Elsa engan mantap menatap ke arah Edward.


Deg!


Tentu saja Edward sangat terkejut mendengar hal itu. Permintaan yang sangat konyol dan tidak masuk akal, karena sampai kapan pun ia hanya akan menikah satu kali, dan wanita itu hanya Faiz. Tidak akan ada yang lain lagi.


“Aku yang tidak sudi menikahi mu!” jawab Edward dengan begitu pedas, “Dan aku juga tidka akan semudah itu percaya bahwa Calvin adalah anak ku. Jadi, lebih baik kamu jujur, siapa ayah Calvin dan segera pertemukan mereka. Jelaskan kepada Faiz agar ini semua selesai!” kata Edward menahan geram.

__ADS_1


“Apa kamu tidak kasihan sama Calvin, Ed? Dia masih kecil, dia selalu pulang sekolah dengan mata lembab habis menangis karena ingin memiliki ayah. Dimana hati kamu Ed? Hiks hiks hiks.” Elsa langsung menutup wajah nya dan menangis tersedu.


“Bahkan kamu ingat dengan jelas bahwa kamulah yang pertama. Kamu yang sudah merenggut kesucian ku Ed, hiks hiks.”


“Meskipun aku yang sudah mengambil mahkota mu, tapi kamu juga sudah memiliki suami El. Dan jangan lupakan bahwa waktu itu aku memakai pengaman bahkan aku langsung mencabut nya ketika keluar. So, sangat tidak mungkin bila Calvin anak ku!” ungkap Edward panjang lebar.


“Kamu mabuk Ed, saat itu kamu mabuk. Kamu tidak mungkin ingat semuanya dengan jelas. Aku yang merasakan dan mengalaminya. Hiks hiks hiks, dan meskipun aku punya suami, tapi kamu tau jelas bahwa suaminya sangat membenci ku dan tidak pernah menyentuh ku,” seru Elsa berteriak di dalam mobil Edward sambil menangis.


Sementara Edward yang memang seorang Casanova, tentu saja tidak akan menolak ada mangsa segar di depan nya. Namun, meskipun Edward mabuk, ia masih begitu sadar dan ingat bahwa kala itu ia membawa pengaman. Maka dari itu ia tidak yakin bahwa Calvin adalah anak nya.

__ADS_1


“Tetap saja, kamu wanita bersuami. Dan bisa saja, suami kamu yang mabuk untuk menyentuh mu. Biar bagaimana pun, suami mu laki laki normal dan tidak mungkin akan menolak, ckck. Jangan kamu pikir aku bodoh El!” decak Edward masih berusaha mengelak, “Jadi daripada kamu terus memaksa aku, dan berakhir hati Calvin akan terluka. Lebih baik kamu berhenti dari sekarang. Karena bagaimana pun kamu berusaha untuk membuktikan bahwa dia anakku, maka aku juga akan berusaha untuk membuktikan bahwa Calvin bukan anak ku.” Jelas Edward panjang lebar.


“Dia sudah mati Ed. Laki laki itu sudah mati, dan dia tidak pernah menyentuh ku!” seru Elsa lagi dengan penuh emosi karena Edward tidak mau mengakui Calvin sebagai anak nya.


Padahal Elsa sudah memberikan semua bukti yang ada kepada Edward. Saat dimana dirinya pertama kali mengetes kehamilan, melahirkan dan bahkan tes DNA juga sudah di lakukan oleh Elsa untuk meyakinkan Edward. Namun tetap saja laki laki itu masih terus menyangkal dan menolak untuk mengakui tentang keberadaan Calvin.


“Aku mohon Ed, buka hati kamu sedikit saja untuk Calvin,” pinta Elsa memohon kepada Edward, “Aku tidak meminta mu untuk menceraikan istri kamu, tidak. Tapi—“


“Tapi sampai kapan pun aku tidak akan mau menikah lagi dengan siapapun, termasuk kamu! Sekalipun aku bercerai dengan Faiz, maka tidak akan ada wanita lain yang akan ku persilahkan masuk! Camkan itu baik baik!” kata Edward segera memotong pembicaraan Elsa, lalu ia segera menjalankan mobil nya. Mencari jalanan yang agak jauh dari sekolah Calvin lalu menurunkan Elsa di pinggir jalan begitu saja.

__ADS_1


...~To be continue .......


__ADS_2