
...~Happy Reading~...
Setelah selesai acara, semua pihak keluarga langsung memilih untuk pulang ke rumah masing- masing. Namun, berbeda dengan sepasang pengantin baru yang baru saja menikah hari itu, mereka memutuskan untuk menginap di Hotel. Lagipula, besok, Faiz dan Edward akan langsung menuju rumah baru nya yang baru di beli oleh Edward beberapa hari yang lalu.
“Kamu mau mandi dulu?” tanya Edward sambil melepaskan kancing kemeja nya satu per satu.
“Iya, lengket banget badan aku. Tolongin dong,” ujar Faiz langsung menghampiri Edward dan berdiri membelakangi nya, agar Edward mau membantu nya untuk membuka kan gaun pengantin nya.
Edward pun langsung menarik napas nya sedalam mungkin, sebelum menyentuh gaun milik Faiz, “Mandilah,” ucap Edward setelah selesai membuka resleting gaun yang di kenakan oleh Faiz.
Pluk!
Tanpa di duga dan di sangka, Faiz langsung melepaskan gaun nya begitu saja di depan Edward, hingga membuat Edward langsung membulatkan mata nya dengan sempurna.
__ADS_1
“Ribet kalau buka di dalem,” celetuk Faiz, lalu dengan santai nya, ia berjalan menuju kamar mandi hanya dengan mengenakan pakaian mini atau dalam.
Glek!
Andai saja Edward tidak membuat kesalahan, mungkin ini akan menjadi malam terindah untuk nya. Andai saja Edward tidak menyakiti Faiz sebelumnya, mungkin saat ini juga Edward akan langsung menyerang gadis tersebut. Namun, dirinya harus bisa menahan nya karena mengingat kesepakatan nya dengan sang ayah mertua.
Ya, beberapa hari sebelum hari pernikahan, papa Bastian menemui Edward. Membuat beberapa kesepakatan untuk melancarkan acara tersebut. Papa Bastian sudah mengetahui kebohongan keduanya, dan meminta agar berhenti untuk melanjutkan drama tersebut. Edward sudah meminta maaf, dan akan di maafkan asal Edward tidak menyentuh Faiz selama satu tahun ke depan.
Maka dari itu, ketika Faiz mengatakan bahwa dirinya ingin di pijat, bukan Edward menolak. Hanya saja dia berusaha menghindar, karena takut tidak bisa mengontrol napsu nya. Karena Edward memiliki nap su yang memang cukup lah tinggi. Seperti saat ini, hanya melihat Faiz membuka pakaian di depan nya saja dirinya sudah tidak bisa bertahan lama.
Tok ... tok ... tok ..
“Sayang, kamu masih lama gak?” tanya Edward mengetuk pintu kamar mandi.
__ADS_1
“Satu jam lagi!” teriak Faiz dari dalam kamar mandi.
Edward pun hanya bisa menghela nafas nya berat, ia akhirnya memilih untuk berolah raga. Seperti push up, **** up dan lain sebagainya. Setidaknya, dirinya bisa mengurangi kegelisahan nya akibat bayang bayang tubuh Faiz.
Sekitar empat puluh lima menit ternyata Faiz sudah membuka pintu kamar mandinya. Ia hanya mengenakan handuk yang ia lilitkan di dada dan sebatas paha saja. Dengan rambut yang di gulung oleh handuk dan menatap suami nya dengan tatapan aneh.
“Kakak ngapain? Gak salah minum obat kan? Jam segini kok—“
Edward tidak menjawab pertanyaan atau godaan Faiz. Dia langsung menerobos masuk ke dalam kamar mandi untuk menuntaskan pekerjaan nya. Dirinya sudah bersusah payah untuk menurunkan nya, namun melihat penampilan Faiz yang hanya memakai handuk seketika membuatnya kembali naik lagi.
“Kakak!” seru Faiz sedikit kesal karena merasa di abaikan oleh Edward, “itu orang kenapa sih ah, dari tadi gak jelas banget!” umpat Faiz terus menggerutu.
...~To be continue ......
__ADS_1