Touch Me, Mr. Cassanova

Touch Me, Mr. Cassanova
Akhir sebuah cerita


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Setelah beberapa saat menunggu, kini akhirnya Calvin sudah di pindahkan ke ruang perawatan. Faiz dan Edward pun senantiasa menunggu hingga anak kecil itu membuka mata nya dan sadar.


“Calvin ... “ panggil Faiz begitu lembut ketika melihat anak itu sudah membuka mata nya.


“Tante ... “ gumam nya begitu lirih.


“Calvin tenang sayang. Tenang ya,” ujar Faiz berusaha menenangkan Calvin ketika tubuh nya kembali tremor, “Calvin harus tenang, Sayang ya. Jangan pikirkan apapun lagi,” imbuh Faiz menggenggam tangan Calvin dengan begitu lembut.


“Mama udah jahatin tante sama papa. Mama—“


“Enggak sayang. Papa dan Tante Faiz sudah memaafkan Mama. Jangan pernah merasa bersalah atas apa yang tidak pernah kamu lakukan, oke.”


Faiz pun langsung memeluk tubuh Calvin dengan begitu erat. Entah mengapa, tiba tiba saja ia melakukan semua itu, hingga membuat Edward sedikit terkejut dan bingung. Dan setelah beberapa saat membujuk dan berusaha menenangkan Calvin, kini akhirnya Calvin sudah mulai tenang dan mengontrol rasa takut nya.


“Kamu mau pulang?” tanya Faiz sekali lagi membujuk Calvin.


“Pulang?” gumam Calvin lirih dan bingung. Pulang kemana? Pikir nya.


“Calvin, mau gak jadi anak tante saja? Kita tinggal bareng, dan kita bisa memulai hidup baru bersama?” tanya Faiz yang lagi lagi membuat Edward begitu terkejut.

__ADS_1


“Tante memang nya mau?” tanya Calvin dengan polos menatap Faiz dengan polos.


“Mau dong, kenapa enggak?” kata Faiz tersenyum, dan kembali memeluk Calvin.


Setelah beberapa saat, Calvin pun kembali tertidur, karena efek dari obat yang ia minum. Faiz benar-benar sudah berubah, entah sejak kapan, ia sendiri juga tidak tahu. Yang jelas, sekarang ia menjadi lebih keibuan dan benar menyayangi Calvin tulus.


“Sayang, kamu yakin akan membawa Calvin kembali ke rumah?” tanya Edward ketika sudah berada di luar ruangan. Ia sengaja mengajak Faiz keluar agar bisa bicara berdua tanpa takut akan di dengar oleh Calvin.


“Iya, kita rawat Calvin bersama ya. Meskipun, ibunya titisan siluman, tapi Faiz yakin kalau Calvin adalah malaikat. Dia anak yang baik, nurut dan lembut, dia Cuma sendiri disini. Bahkan ayah kandung nya saja tidak mau mengakuinya, apalagi mengurus!” cetus Faiz kembali kesal setiap mengingat sosok ayah kandung Calvin yang seorang jenderal.


“Hitung hitung, Faiz belajar mengurus anak, sebelum kita punya anak. Gapapa ya,” pinta Faiz menatap suaminya.


“Aku sih gapapa. Cuma kakak ragu sama kamu,” ucap Edward sedikit bingung.


“Enggak Sayang.Mau secantik atau sebaik apapun mantan. Tetap saja hanya kamu yang ada di hati kakak. Gak akan ada yang bisa menyingkirkan kamu dari pikiran dan juga hati kakak. Disini, Cuma kamu yang kakak pikirkan,” ucap Edward seraya menyentuh kepala nya.


“Disini, Cuma kamu yang kakak lihat,” imbuh nya menyentuh mata.


“Disini, Cuma nama kamu yang akan terucap,” imbuh nya lagi dengan menyentuh bibir.


“Dan disini, Cuma ada hati kamu.” Tambah nya menyentuh dada, “Dan yang terakhir, tangan ini hanya akan menggandeng kamu. Tidak akan ada yang lain, kecuali anak anak kita.”

__ADS_1


“Gombal banget,” kata Faiz mendengus, namun ia juga bahagia.


“Biarin gombal, asal istri ku senang.” Ucap Edward tersenyum dan langsung memeluk Faiz. Bukan hanya memeluk, namun Edward juga mengangkat tubuh Faiz dalam posisi berdiri.


“Terimakasih, karena sudah mau memberikan ku kesempatan. Terimakasih sudah memaafkan ku, dan terimakasih untuk semua kebahagiaan yang sudah kamu berikan selama ini, i love you. Cup.” Kata Edward lalu mengecup bibir Faiz singkat.


“Mau di balas love you to gak?” kata Faiz tersenyum menggoda.


“Gak maksa kok. Tapi gak nolak juga,” ucap Edward terkekeh, hingga membuat Faiz tak kuasa menahan tawa nya.


“I love you suami ku. My husband, my hero and my mr. Casanova,” bisik Faiz lalu ia membalas kecupan singkat yang di berikan Edward tadi, dengan yang lebih lama.


Posisi keduanya tengah berada di depan ruang perawatan Calvin. Berada di lantai khsus VVIP yang sangat jarang di lalui banyak orang. Namun, meski begitu tetap saja ada beberapa yang melintas dan menyaksikan adegan live keduanya.


Namun keduanya tidak perduli, mereka tengah di mabuk asmara, bahkan sampai melupakan dimana kini mereka berada. Tidak perduli, dengan beberapa orang yang melintas menatap iri pada keduanya.


...~ END ~...


...Yuhuuu, akhirnya kita sudah sampai di penghujung cerita. Terimakasih untuk yang sudah menemani kisah haru pilu seneng dan sengklek nya anak papa Bastian. Terimakasih sudah menemani hari hari Mommy dalam membuat kisah ini, dan terimakasih atas semua dukungan serta support nya....


...Love you all and see you next time. Kita berjumpa lagi di cerita lain nya....

__ADS_1


...Ah iya, pengumuman Give away akan mommy umumkan tanggal 25 nanti di IG ya. Jadi kalian wajib Follow IG mommy....


__ADS_2