
...~Happy Reading~...
Siang hari yang begitu panas dan terik. Sepulang menjemput Calvin dari sekolah, Faiz pun berencana untuk pergi ke Mall membeli es krim.
"Mami kapan dede nya lahir?" tanya Calvin seraya mengusap perut besar Faiz.
Saat ini, Faiz sedang mengandung dan sudah memasuki trimester akhir. Namun, meskipun ia hamil, tak mengurangi Faiz dalam beraktivitas. Dia tetap kuliah, mengantar jemput Calvin dan juga melakukan semuanya seperti biasa.
Faiz tidak pernah mengalami morning sickness atau mengidam. Karena dia begitu baik hati, jadi ia limpahkan semua rasa nikmat itu kepada sang suami.
Pada trimester awal, Edward sampai tidak bisa bekerja hampir dua bulan. Keseharian nya hanya di dalam kamar, jangankan bekerja, membuka gadget saja sudah membuatnya mual dan muntah. Sehingga ia benar benar menghabiskan waktu di dalam kamar seharian penuh selama beberapa minggu. Setiap keluar rumah pasti Edward memilih malam hari karena bila dirinya terkena matahari maka ia akan pusing dan juga pingsan.
Namun semua penderitaan itu sirna ketika memasuki trimester kedua dan sekarang sudah memasuki trimester akhir, Edward sudah bersikap seperti biasa saja.
__ADS_1
"Sebentar lagi Sayang. Semoga dalam beberapa hari ke depan, baby nya sudah lahir." ucap Faiz yang saat ini tengah membalas cchat dari suaminya.
Ketika sampai di Mall yang di tuju, Faiz pun segera turun dan menggandeng tangan Calvin untuk menuju salah satu stand es krim di sana.
"Calvin mau beli sesuatu gak?" tanya Faiz seraya memakan es krim nya.
"Enggak!" jawab nya menggelengkan kepala.
Calvin memang sejak dulu, bila di berikan penawaran selalu menolak. Anak itu benar benar baik dan cukup tau diri akan posisi nya. Hingga membuat hati Faiz merasa tak tega dan semakin kasihan.
Namun, ketika mereka hendak memilih beberapa mainan untuk Calvin. Tiba tiba mata Faiz membola ketika melihat pengunjung yang baru saja memasuki toko tersebut.
"Sayang, kamu mau apa? kamu bebas memilih, jangan takut dan jangan ragu untuk memilih." ucap Faiz yang sengaja mengencangkan volume suaranya agar terdengar.
__ADS_1
Dan benar saja, setelah mendengar suara Faiz, laki laki itu langsung menoleh dan melihat ke arah nya.
"Calvin, Papa bekerja buat kita. Mami ada juga buat kamu, ayo dong. Jangan sungkan lagi, mami itu bukan ibu tiri kamu Sayang. Mami adalah mami kamu, yang akan menjaga kamu dan menyayangi kamu." ucap Faiz lagi seraya menghela napas karena Calvin menolak untuk memilih.
"Mami ayo pulang saja," gumam Calvin lirih dan menundukkan kepala nya.
"Kenapa pulang? kamu belum beli mainan, tenang aja Sayang kamu tidak boleh takut apapun. Calvin itu kuat, harus bisa mengalahkan apapun di dunia ini. Jangankan manusia yang berpangkat, setan pun harus kamu lawan Nak." ucap Faiz lagi seraya sedikit melirik ke arah salah satu pengunjung.
"Jangan pernah takut pada pangkat seseorang, karena kita semua itu sama. Mati pun hanya menggunakan kain putih doang, gak akan di bawa mati itu pangkat bintang bintang begitu!" cetus Faiz lagi kembali menyindir, seorang laki laki yang sejak tadi menatap ke arah mereka.
Dia adalah ayah kandung Calvin. Baik Faiz maupun Calvin sudah mengetahui nya, maka dari itu Calvin merasa takut dan sejak tadi hanya menundukkan kepala. Meskipun kini usia Calvin sudah menginjak hampir delapan tahun, tapi pemikiran nya sangat dewasa. Dan mengerti bahwa dirinya hanyalah anak haram yang tidak pernah di harapkan, itulah yang membuat Calvin begitu kalem dan selalu menolak semua pemberian Faiz dan Edward kecuali di paksa.
...Hayooo, lagi gak extra part nya? 🙈🙈...
__ADS_1
Ah iya pemenang Give Away akan mommy up di IG yah, jadi pastikan kalian sudah follow IG mommy...