Touch Me, Mr. Cassanova

Touch Me, Mr. Cassanova
Bonus Kang es teh celup


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Setelah perdebatan penuh drama antara Faiz dan Calvin, akhirnya anak itu mau memilih salah satu mainan yang memang ia mau.


"Kenapa yang itu? yang ini saja, lebih besar!" kata Faiz seolah tidak setuju dengan mainan yang di pilih oleh Calvin.


Bukan tidak mau membelikan, namun mainan yang di pilih Calvin sangat kecil dan harga nya sangat murah menurut Faiz. Sedangkan mainan yang di tunjuk oleh Faiz, lebih besar dan harga nya sepuluh kali lipat dari yang di pilih Calvin.


"Tapi Calvin suka yang ini, Mi. Ayo mi, kita bayar dan pulang," cicit Calvin yang sejak tadi masih terus menundukkan kepala nya, lantaran sosok laki laki yang sejak tadi menatap Faiz dan Calvin tak kunjung pergi.


"Kamu yakin gak mau yang ini? ini sama loh, tapi ini lebih besar," tutur Faiz masih membujuk dan Calvin tetap pada pendirian nya.


Calvin menggelengkan kepala dan masih memegang sebuah mainan pesawat mini yang di tangan nya.


Faiz menyerah, akhirnya ia menuruti kemauan Calvin dan segera membayar nya. Namun, meskipun Calvin menolak mainan pilihan nya, Faiz tetap mengambil beberapa mainan dan ia beli. Entah nanti Calvin mau atau tidak, yang penting Faiz sudah membelinya, begitu pikir Faiz.

__ADS_1


Setelah selesai membayar, Faiz pun segera mengajak Calvin untuk keluar dari toko. mainan, namun ketika baru melangkah, tiba tiba..


"Calvin!" panggil seorang laki laki yang sejak tadi menatap keduanya.


"Maaf, ada yang bisa saya bantu?" tanya Faiz dengan nada sopan nya, namun wajah nya terlihat malas.


"Bisakah saya berbicara dengan nya?" tanya nya dengan raut wajah yang sulit di artikan.


"Oh maaf, memang nya anda siapa? saya tidak suka bila anak saya berbicara dengan ORANG ASING!" jawab Faiz sengaja menekan kan kata Orang asing untuk menyindir orang tersebut.


"Saya... "


Seketika itu juga percakapan Faiz dan laki laki tadi terhenti ketika mendengar suara seorang anak laki laki yang umur nya terlihat tidak jauh dari Calvin, berlari mendekat ke arah mereka.


"Reza, ada apa?" tanya laki laki itu langsung menatap pada putra nya.

__ADS_1


"Itu bunda pingsan lagi!" pekik nya dengan panik, terlihat wajah laki laki itu langsung terkejut dan berlari mengikuti putra nya untuk menghampiri sang istri.


Sementara itu, Calvin yang melihat interaksi mereka semakin meremas kantong mainan nya dengan cukup erat.


Iri, mungkin itu yang di rasakan oleh Calvin. Dan Faiz menyadari itu semua, namun bukan Faiz nama nya bila ia tidak bisa mencairkan suasana.


"Mau makan gak? atau beli es krim?" kata Faiz dengan wajah berbinar nya.


"Calvin mau pulang Mi," gumam Calvin begitu lirih.


"Calvin, lihat Mami!" ucap Faiz dengan tegas, anak laki laki itupun langsung mendongakkan kepala nya menatap sang ibu asuh nya.


"Kamu itu anak laki laki. Jangan cengeng, jangan lemah. Semakin kamu lemah, semakin kamu akan tersakiti! buktikan sama mereka kalau kamu bahagia tanpa dia. Dia tidak mau mengakui mu, kamu masih punya Mami sama Papi. Kamu bisa bahagia bersama kami Sayang. Jangan buat pengorbanan ibu kamu sia sia," imbuh Faiz dengan tegas.


'Pengorbanan ingin menghancurkan rumah tangga ku, maksud nya.' gumam Faiz dalam hati, lalu ia menghela nafas nya kasar.

__ADS_1


Ia tidak. membenci Calvin. Namun untuk melupakan semua kesalahan ibu kandung Calvin. Rasanya masih begitu berat. Karena ulah wanita itu, sudah menghancurkan banyak hati yang terluka. Selain dirinya, ayah nya dan juga mental Calvin, anak nya.


'Emang dasar siluman rubah! pantes aja cuma di jadiin simpenan. Astaghfirullah, kenapa mulut ku masih saja jahat sih!' rutuk Faiz dalam hati.


__ADS_2