Touch Me, Mr. Cassanova

Touch Me, Mr. Cassanova
Sentuhan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Faiz langsung terdiam mendengar penjelasan yang Edward berikan. Memang benar, pernikahan itu bukan hanya soal tentang malam pertama, kedua, ketiga atau malam malam lainya tentang ***. Tapi, entah mengapa dirinya begitu mudah terpancing ucapan para sahabat nya. Dan kini, Faiz merasa begitu bersalah dengan suami nya, ia sudah lelah bekerja seharian di kantor, namun setiap hari juga selalu ia acuhkan dan abaikan hanya gara gara belum bisa menyentuh nya.


“Maaf,” cicit Faiz menundukkan kepala nya.


Edward menghela napas nya dengan berat, ia menuntun agar Faiz ikut duduk di hadapan nya, namun dengan cepat faiz menggelengkan kepala dan menutup wajah nya dengan selimut kembali.


“Hiks hiks hiks, Faiz malu. Jangan ganggu Faiz dulu,” gumam Faiz yang kini sudah terisak, “Faiz belum bisa se dewasa kakak. Faiz mudah ke hasut sama setan setan itu, Faiz hiks hiks hiks.”


Dan kini tangis Faiz pun pecah seketika, membuat Edward menjadi panik.

__ADS_1


“Enggak Sayang, bukan begitu. Udah dong jangan nangis, sini deh.” Ujar Edward berusaha untuk menenangkan Faiz.


“Gak mau duduk. Faiz malu hiks hiks. Faiz udah kaya cewek murahan, gak mau lihat kakak. Faiz malu hiks hiks.” Racau nya dari dalam selimut.


Karena Faiz tidak bisa di paksa, akhirnya Edward pun yang memaksa untuk ikut masuk ke dalam selimut. Dan ketika Edward memeluk Faiz, tiba tiba mata nya langsung membola dengan sempurna. Ia sangat terkejut, ketika merasakan kulit mulus istrinya yang begitu nyata tersentuh langsung dengan kulit nya.


“Sa—Sayang ... “ gumam Edward menelan saliva nya dengan cukup sulit.


Sementara Faiz yang sedang menangis dan merasakan ada sesuatu yang terbangun di belakang sana. Langsung menghentikan tangis nya, ia terdiam untuk sesaat. Kalau memang benar yang di ucapkan oleh Kayla adalah benar, bahwa suaminya adalah menyimpang. Tidak mungkin kan langsung bangun ketika merasakan dirinya tidak memakai apapun. Bahkan tanpa melihat, hanya merasakan di bawah selimut, bagaiman mungkin bisa langsung tegak berdiri kokoh. Batin Faiz.


“Kamu bisa merasakan nya kan? DIa bahkan langsung bangun tanpa kamu sentuh dan harus melihat kamu! Cukup merasakan kulit kamu pun dia sudah berdiri, apakah ini masih kamu sebut aku menyimpang? Bosan dan sudah tidak mencintai kamu lagi hem?” tanya Edward sedikit berbisik di telinga Faiz.

__ADS_1


Glek!


Kini tubuh Faiz semakin di buat menegang dan meremang setelah mendengar bisikan maut dari Edward. Gelanyar aneh sudah kembali ia rasakan, bahkan ia tak tahu lagi harus bagaimana menyikapi nya. Seketika rasa sedih nya hilang tergantikan dengan rasa takut.


Mengapa dirinya harus takut? Batin Faiz bingung. Namun itulah yang ia rasakan saat ini, takut bercampur gugup dan canggung. Terlebih ketika benda kecil namun kokoh di belakang nya itu terus bergerak di balik kain yang di kenakan Edward. Faiz bisa merasakan nya dengan begitu jelas dan nyata.


“Kamu kangen sama dia?” tanya Edward lagi dan kini ia semakin mengeratkan pelukan nya, hingga membuat Faiz semakin bisa merasakan tekanan demi tekanan kuat di belakang sana.


“Ka—kakak ... “ desis Faiz memejamkan mata dan menggigit bibir bawah nya.


“Maaf, kalau aku belum bisa memberikan nafkah batin untuk kamu. Tapi satu yang harus kamu tahu dan ingat, bahwa aku sangat, sangat mencintai kamu. Sejak dulu, cinta aku, hati aku hanya untuk kamu, Faiza Cheesy, cup!” bisik Edward begitu sensual di telinga Faiz. Tak hanya berbisik, namun Edward juga memberikan sensasi yang selama ini sudah tidak lagi Faiz rasakan, yakni sentuhan.

__ADS_1


...~To be continue .....


__ADS_2