Touch Me, Mr. Cassanova

Touch Me, Mr. Cassanova
Bencana


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Be—benarkah dengan apa yang dia katakan?” tanya Faiz dengan lirih menatap wajah suaminya, “JAWAB KAK!” imbuh nya dengan suara meninggi.


“Jawab hiks hiks hiks. Kenapa kakak tega ngelakuin ini sama Faiz, kenapa kak? Tidak cukupkah semua pengorbanan dan kesetiaan Faiz selama ini hiks hiks. Kenapa kakak tega ngelakuin ini sama Faiz!” seru Faiz seraya memukul mukul dada bidang Edward dengan sekuat tenaga, namun laki laki itu hanya terdiam dan menerima semua pukulan Faiz.


“Sayang, dengerin aku dulu,” ujar Edward berusaha menjelaskan.


“Jelasin apa kak? Wanita itu dan anak itu, mereka hiks hiks rasanya sakit. Faiz gak kuat mau nerusin ngomong. Kakak jahat, Faiz benci sama kakak hiks hiks. Faiz benci sama kakak!” tangis Faiz kian pecah ketika Edward berusaha memeluk nya, sementara Faiz terus memberontak dan melepaskan diri.

__ADS_1


Saat ini, keduanya tengah berada di dalam kamar. Jadilah Faiz bisa puas melampiaskan semua amarah nya. Baru saja ia merasa bahagia karena sudah mendapatkan izin dari papa nya agar mencabut perjanjian itu, dan kini suaminya malah datang dengan membawa bencana alam yang jauh lebih dasyat.


“Pasti ini gara gara Papa kan, iya pasti ini gara gara Papa. Kalau saja papa gak melarang kakak buat gak nyentuh Faiz, pasti ini semua gak akan terjadi. Iya kan pasti begitu hiks hiks hiks,” ucap Faiz terisak dan langsung menjatuhkan tubuh nya ke lantai, hingga membuatnya kini berjongkok di depan sang suami.


Faiz benar benar tidak menyangka bahwa ujian rumah tangga nya akan seberat ini. Tapi bagaimana mungkin, bagaimana bisa suaminya memiliki anak dari wanita lain. Mengapa harus begitu? Batin nya menolak untuk menerima.


“Sayang, maafin aku. Maafin kakak!” ujar Edward begitu menyesal dan langsung ikut berjongkok di depan sang istri.


Jeduarrr!

__ADS_1


Masih waras kah suaminya saat ini? batin Faiz langsung menatap tajam pada suaminya, bagaimana bisa Edward meminta izin untuk membiarkan agar Elsa dan anaknya tinggal di rumah impian mereka. Tidak, Faiz tidak akan rela.


“Baiklah,” jawab Faiz langsung menghapus air matanya, “Baik. Baik kakak biarkan dia tinggal disini! Biar Faiz yang pulang!” imbuh nya.


Faiz pun segera bangkit dan mengambil koper nya untuk mengemasi semua pakaian nya dengan air mata yang semakin membanjiri wajah nya.


“Sayang, jangan begini. Aku mohon jangan pergi jangan tinggalin kakak. Sayang, dengerin kakak dulu, berikan kakak waktu sebentar, hanya sebentar!” pinta Edward terus memohon kepada Faiz, dan berusaha menghentikan tangan Faiz yang hendak mengemasi pakaian.


“Hiks hiks hiks. Kakak jahat,” hanya itu yang bisa Faiz ucapkan sejak tadi. Rasanya hatinya benar benar hancur, lidahnya terasa kelu dan suaranya seolah tercekat di tenggorokan, sangat sakit dan membuatnya begitu sulit untuk bernafas.

__ADS_1


Edward langsung memeluk tubuh istrinya dengan begitu erat. Sebenarnya ia juga tidak menyangka mengapa bisa Elsa tiba tiba datang dengan segala perubahan nya dan memberikan nya sebuah tuntutan. Bahkan, Edward tidak tahu bahwa Elsa mengandung, apalagi punya anak.


Memang benar, Elsa adalah wanita dari masa lalunya, bahkan Edward lah yang sudah merenggut mahkota Elsa. Namun, Edward ingat betul bahwa saat itu dirinya memakai pengaman, dan tak menyangka bahwa ternyata bisa membuat Elsa hamil.


__ADS_2