Touch Me, Mr. Cassanova

Touch Me, Mr. Cassanova
Suami ganteng


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Selamat pagi, Sayang, cup!” kata Edward ketika sudah terbangun dari tidur nya. Ia tersenyum melihat bahwa ternyata istrinya sudah terbangun dari tidur dan tengah menatap ke arah nya.


“Kenapa?” tanya Edward mengerutkan dahinya, “Suami kamu, ganteng ya? Memang kok, aku tau itu dan cukup sadar diri.” Imbuh nya dengan nada khas kesombongan.


Sementara Faiz, ia tidak bisa menjawab perkataan suami nya. Ia hanya mampu mendengus dan kesal. Karena memang pada kenyataan nya, suami nya memang sangat tampan, gagah dan juga menawan. Edward memiliki karismatik yang luar biasa hingga membuat nya jatuh cinta setiap saat. Laki laki yang membuat nya merasakan indahnya dunia percintaan sejak usia dini. Laki laki yang selalu sabar, menghadapi berbagai jenis keajaiban sikap nya selama ini.


Dan laki laki yang selalu setia mencintai nya hingga kini. Faiz semakin jatuh cinta saat semalam penuh Edward terus merayu nya dengan kata kata yang begitu manis. Bahkan, Edward akhirnya kembali seperti dulu lagi. Hampir semalamam mereka melakukan itu hingga kelelahan. Meskipun tanpa harus memasukan bola ke dalam gawang, namun Faiz sudah cukup puas dan merasa sangat di cintai, terlebih ketika Edward menyentuh nya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.


“Mau jalan jalan gak?” tanya Edward seraya menyentuh wajah Faiz dengan lembut.


“Kemana? Emang kakak gak kerja?” kata Faiz malah balik bertanya.

__ADS_1


Edward pun langsung menggelengkan kepala nya dan tersenyum, “Enggak. Kakak mau ambil libur, mau nemenin istri kakak untuk jalan jalan.” Imbuh nya.


“Kemana?” tanya faiz begitu antusias, hingga tanpa sadar ia langsung terbangun dan duduk di hadapan Edward.


“Kamu mau nya kemana? Luar kota, luar negri. Kita punya waktu tiga hari untuk jalan jalan.” Jawab Edward dengan gemas dan langsung menarik Faiz hingga terjatuh di atas tubuh nya,


Bagaimana tidak gemas, bila Faiz terduduk dalam keadaan yang masih polos, seperti semalam. Hanya saja kini sedikit berbeda, karena kini tubuh Faiz sudah penuh dengan tanaman ceri merah di setiap sudut.


“Huhh Cuma tiga hari. Ke Bali aja kalau gitu,” kata Faiz dengan sedikit mendengus.


“Aku pengen ke Italia lagi, tapi—“


“Menjelang tahun baru kita ke sana. Sekarang yang dekat dulu, setelah proyek ku selesai. Dan kamu sudah selesai dengan tugas kuliah mu, kita ke sana. Honeymoon lagi,” kata Edward tersenyum.

__ADS_1


“Ckck, honeymoon. Percuma honeymoon jauh jauh tapi gak—“


“Sayang!” tegur Edward menggelengkan kepala nya.


“Iya iya, aku ngerti. Ya sudah, ayo kita berangkat!” kata Faiz langsung beranjak bangun begitu saja, tanpa rasa malu, ia langsung berjalan dengan santai menuju kamar mandi.


Sementara Edward hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya. Ia pun segera ikut bangkit dan menyusul Faiz ke kamar mandi.


“Kakak!” pekik Faiz ketika merasakan ada sebuah lengan kekar memeluk nya dari belakang.


“Mau main sebentar gak?” tanya Edward menyeringai di telinga Faiz.


“Hahaha kakak ih, jangan gitu! Geli tau!” seru Faiz tergelak ketika merasakan tangan Edward sudah menjelajahi perkebunan nya.

__ADS_1


“Bukankah kamu suka? Hem? Main sebentar yuk, sebelum berangkat,” kata Edward lalu ia segera membalik tubuh Faiz dengan cepat dan langsung mencium nya dengan cukup kasar dan menuntut. Dan terjadilah aksi peperangan di perkebunan yang belum bisa di tanamin benih tersebut.


...~To be continue ......


__ADS_2