Touch Me, Mr. Cassanova

Touch Me, Mr. Cassanova
Meminta bantuan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Sementara itu, di tempat yang berbeda. Di bandingkan menjemput Calvin di sekolah, siang ini Edward memilih untuk berkunjung ke kantor Clayton. Semalam ia mendapatkan kabar, bahwa Davis baru saja datang ke Indonesia dan akan berada di sana selama satu minggu. Maka dari itu Edward berniat ingin meminta solusi juga meminta bantuan kepada dua mahkluk tersebut.


“Ada apa?” tanya Clayton to the point ketika melihat kedatangan Edward.


“Dimana Davis?” taya Edward berbasa basi.


“Dia sedang ada urusan,” jawab Clayton lalu ia menghela napasnya berat. Meninggalkan pekerjaan nya, lalu kini ia menatap ke arah Edward yang nampak begitu murung, “Aku yakin kedatangan mu—“


“Iya iya, kau memang paling tahu! Ckckck,” kata Edward mendengus ketika gerak gerik nya sudah ketebak oleh raja Mafia di depan nya.


“Jadi—“ tanya Clayton lagi dan kini ia menatap Edward dengan begitu intens.


“Aku bingung,” kata Edward menghela napas kasar, “Clay, bantuin.”

__ADS_1


“Jangan bersikap seperti itu, kau sangat menjijikkan!” seru Clayton langsung bergidik melihat wajah Edward yang di buat seimut mungkin, “Kau itu laki laki!”


“Bantuin aku Clay, aku gak mau rumah tangga ku hancur,” rengek Edward lagi tanpa memperdulikan ucapan Clayton.


Untuk sesaat, Clayton langsung mengerutkan dahi dan menatap ke arah Edward. Pasalnya, selama ini Clayton mengira bahwa rumah tangga Edwar sangat baik dan bahagia, lantas mengapa kini dia datang dan memohon bantuan agar rumah tangga nya tidka hancur? Batin Clayton bingung.


“Elsa datang, dia membawa Calvin. Mengatakan bahwa Calvin anakku, padahal aku yakin kalau dia bukan anak ku Clay. Aku sangat berhati hati waktu main sama Elsa dulu, jadi gak mungkin benih ku numbuh!” cerita Edward dengan sesekali mendengus mengingat kembali perdebatan nya dengan Elsa.


“Elsa yang mana?” tanya Clayton mengerutkan dahinya lagi, “Aku bahkan tidak tahu, ada berapa banyak Elsa yang sudah kau sumbangin benih mu! Ckckck.”


“Berusaha menanam saham, maksud mu?” cibir Clayton berdecak, “Ya sudah kalau begitu kamu nikmati hasil panen mu!”


“Clay! Aku gak mau kehilangan Faiz. Kamu tahu, Davis pun juga tahu kalau hanya Faiza yang aku cintai, hanya dia yang ingin aku bahagiakan dan hanya dia—“


“Kalau hanya dia wanita yang kau cintai, kenapa kau hianati?” kata Clayton yang berhasil menyekak perkataan Edward, “Bahkan tidak hanya satu dua kali,”

__ADS_1


“Aku khilaf!” jawab Edward datar.


“Ckckckk!” Clayton hanya menghela napas nya dengan kasar dan menggelengkan kepala ketika melihat jawaban dari Edward.


“Setahuku, dulu Elsa punya suami, jadi aku berfikir bahwa itu adalah anak dari suami nya. Tapi kemarin dia mengatakan bahwa ternyata suaminya sudah meninggal. Dan dia tidak pernah berhubungan dengan suaminya. Jadi aku tidak bisa menemukan bukti siapa ayah biologis Calvin,” jelas Edward panjang lebar.


Cklek!


Saat Edward dan Clayton dengan begitu serius berfikir, tiba tiba mereka mendengar suara pintu ruangan Clayton yang di buka. Pucuk di cinta, ulam pun tiba, bak kata pepatah itu, ketika Edward melihat kedatangan Davis, seketika itu juga senyum nya langsung terbit mengembang dengan sempurna.


“Davis!” seru nya dengan tersenyum lebar, Edward langsung beranjak dari tempat duduk nya dna segera menghampiri Davis.


‘Entah mengapa, aku memiliki firasat buruk,’ gumam Davis dalam hati ketika melihat ekspresi aneh dari Edward.


...~To be continue .......

__ADS_1


__ADS_2