Touch Me, Mr. Cassanova

Touch Me, Mr. Cassanova
Ulah Faiz


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Malam hari, Edward baru sampai di rumah ketika jam sudah menunjuk angka sembilan malam. Seperti biasa, Edward memang selalu banyak menghabiskan waktu di kantor. Namun, meski begitu Edward selalu memberikan perhatian kepada Faiz lewat pesan atau telfon.


Awalnya, Faiz menerima dan berusaha memaklumi semua kesibukan Edward. Namun, semakin lama, dan beberapa hari ini, Faiz mulai termakan akan hasutan para sahabat dan sepupu nya. Sehingga membuat Faiz memilih diam dan menghindar dari Edward.


“Sayang!” panggil Edward ketika memasuki rumah dan melihat bahwa Faiz masih mengetik di laptop nya di sofa ruang keluarga.


“Hemm,” jawab Faiz tampak acuh dan masih fokus dengan tugas nya.


“Sibuk banget kayaknya, banyak tugas ya?” tanya Edward berbasa basi, dan kini laki laki itu sudah memeluk Faiz dari belakang serta menyandarkan kepala nya di bahu Faiz.

__ADS_1


“Apaan sih ah, sana mandi! Jangan ganggu deh!” kata Faiz dengan ketus dan berusaha menepis kepala Edward.


“Kamu udah makan?” tanya Edward mengabaikan pengusiran Faiz.


“Udah!” jawab nya masih dengan nada ketus dan cuek.


“Jangan cemberut terus, nanti cantik nya ilang. Cup,” bisik Edward seraya mengecup pipi Faiz sekilas.


Edward hanya mampu menghela napas nya dengan berat. Ia tak ingin berdebat atau melihat istrinya menangis lagi, akhirnya ia memilih untuk segera melepaskan pelukan nya dan pergi ke kamar untuk membersihkan diri.


Seperginya Edward, Faiz langsung melemparkan laptop nya begitu saja ke lantai. Hatinya semakin bertambah kesal ketika Edward tidak membujuk nya dan merayu nya lagi. Ingin marah, berteriak, atau bahkan menangis sekencang mungkin. Faiz pun memilih untuk pergi ke belakang dan mendudukkan diri di pinggir kolam renang, dengan kaki yang ia masukkan ke kolam.

__ADS_1


“Gak enak banget punya suami. Percuma menikah kalau ujung nya kaya gini!” cetus Faiz seraya menghapus air mata nya, “Buat apa menikah coba, kalau kaya gini. Hiks hiks hiks.”


Faiz menangis terisak seorang diri di pinggir kolam renang. Tidak ada orang lain di rumah nya selain dirinya dan Edward. Para pembantu hanya datang dan pergi setiap hari.


Sementara itu, Edward yang sudah mandi dan berganti pakaian santai. Ia memutuskan untuk kembali turun ke bawah karena ternyata Faiz belum juga masuk ke dalam kamar. Namun, ketika dirinya sudah sampai di sofa tempat Faiz tadi mengerjakan tugas, ternyata kosong. Bahkan, Edward bisa melihat bagaimana laptop Faiz sudah tergeletak di lantai dalam keadaan mati.


Lagi dan lagi Edward menghela napas nya dengan kasar. Entah sudah berapa banyak laptop yang di rusak oleh Faiz selama mereka menikah. Bukan masalah uang, hanya saja dirinya yang harus di buat pusing oleh data- data yang sudah terhapus atau hilang, Edward lah yang akan di salahkan bila Faiz membeli laptop baru dan data nya tidak ada.


Jangan tanyakan bagaimana pusing dan frustasi nya Edward setelah menikah dengan Faiz. Namun meskipun begitu, Edward sama sekali tidak pernah marah atau menyesali pernikahan nya. Ia menganggap bahwa ini adalah balasan dari apa yang sudah ia lakukan di masa lalu.


“Sayang ... “ panggil Edward mencari keberadaan Faiz, namun tidak menemukan nya.

__ADS_1


Edward dengan sabar mencari keberadaan istrinya. Mencari ke setiap sudut ruangan, hingga kini dirinya sudah sampai di halaman belakang, dan ternyata juga kosong. Namun, tiba tiba dahi nya sedikit mengerut ketika melihat air kolam yang tidak tenang, seperti ada yang habis menyentuh nya. Edward pun segera mendekati kolam renang.


__ADS_2