Touch Me, Mr. Cassanova

Touch Me, Mr. Cassanova
Sebuah permohonan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Faiz berusaha untuk menarik napas nya sedalam mungkin. Ia memejamkan mata sekilas lalu menghapus air matanya yang sejak tadi sangat sulit untuk ia hentikan.


“Apakah dia benar anak kakak?” tanya Faiz dengan sekuat tenaga dan memberanikan diri menatap sang suami, setelah hampir dua jam lamanya ia menangis dengan posisi berjongkok dan menutup wajah nya dengan tangan.


Kini matanya sudah begitu bengkak karena terlalu lama menangis. Bahkan kini isak tangis nya masih terdengar, memilukan di telinga Edward. Namun ia mencoba memberikan ruang untuk Faiz agar melampiaskan semuanya, setelah merasa tenang. Barulah Edward akan menceritakan kejadian nya kepada Faiz.


“Kakak gak tau. Sayang,” ujar Edward menggelengkan kepala.


“Bagaimana bisa kakak gak tahu?” seru Faiz tak percaya, “Oke kita ubah pertanyaan nya,” imbuh nya, lalu Faiz kembali menarik napas panjang sekali lagi sebelum melontarkan pertanyaan yang akan jauh membuatnya merasa sakit.

__ADS_1


“Apakah kakak sudah pernah menyentuh dia?” tanya Faiz dengan menggigit bibir bawah nya untuk meredam tangis agar tidak kembali meledak.


Dan .... Duaarrrr


Faiz langsung tertawa pedih ketika melihat suaminya menganggukkan kepala. Ini jauh lebih menyakitkan dari segalanya, Bahwa ternyata suaminya pernah menyentuh wanita lain sampai mengandung dan bahkan memiliki anak.


“Maafin kakak,” cicit Edward pelan dan semakin merasa bersalah, “Tapi kakak selalu bermain aman. Kakak selalu berusaha agar tidak meninggalkan benih di manapun. Karena kakak tidak mau sampai punya anak di luar pernikahan,” jelas nya hingga membaut Faiz lagi lagi tertawa getir.


“Faiz pengen nampar kakak boleh gak sih?” rengek Faiz yang kini kembali menangis, “Faiz pengen nampar kakak, atau bahkan kalau bisa bunuh kakak sekalian hiks hiks hiks!” teriak nya dengan kencang.


“Masa lalu ku memang sangat kelam, maafkan aku. Aku janji akan memperbaiki semuanya, dan aku akan pastikan bahwa Calvin bukan anak ku. Ku mohon percaya padaku, Sayang.” Ucap Edward memohon.

__ADS_1


“Bagaimana bisa Faiz percaya sama kakak. Kalau kakak sendiri aja gak yakin apakah dia anak kakak atau bukan!” balas Faiz menggelengkan kepala nya, “Faiz mau pulang aja hiks hiks Faiz mau pulang hiks hiks.”


“Sayang, kakak mohon jangan pergi. Jangan tinggalin kakak, Cuma kamu yang kakak cintai dan sayangi, kakak mohon. Kakak memang melakukan banyak kesalahan di masa lalu dan mungkin masa sekarang karena sudah menyakiti kamu. Tapi kakak akan berusaha untuk memperbaiki nya, kakak tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Kakak mohon beri kaka kesempatan. Kakak akan mencari tahu semuanya dan akan membuktikan bahwa dia bukan anak kakak!?” ujar Edward panjang lebar.


Sementara itu, di kamar berbeda tepatnya di lantai satu. Kamar tahu yang biasa sepi dan kosong itu kini sudah terisi dengan keberadaan ibu dan anak yang baru saja tiba beberapa saat yang lalu.


“Mama, apakah papa tidak menyukai Calvin?” tanya anak kecil itu dengan wajah sendu nya, karena sejak pertemuan mereka tadi, Calvin merasa bahwa Edward terlalu banyak diam dan jauh dari ekspetasi nya.


Calvin mengharapkan pertemuan yang sangat indah, dimana dirinya datang dan di sambut dengan sebuah pelukan dan ciuman kasih sayang seperti teman teman nya yang lain. Namun ternyata ia salah, bahkan laki laki yang ia sebut papa itu malah acuh dan terkesan begitu dingin padanya.


...~To be continue ......

__ADS_1


...Flashback ada di update selanjutnya.......


......🙈🙈🙈🙈......


__ADS_2