Touch Me, Mr. Cassanova

Touch Me, Mr. Cassanova
Ujian Edward


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Ingin rasanya Edward berteriak sekencang mungkin. Karena sejak tadi Faiz terus saja menggoda nya. Sudah dua kali dirinya di suguhi penampilan Faiz yang membuatnya harus buru buru masuk ke dalam kamar mandi, dan setelah dirinya keluar. Lagi dan lagi ia melihat istrinya sudah mengganti pakaian namun dengan sebuah lingerie merah terang menyala yang memperlihatkan seluruh lekuk tubuh Faiz.


Tak hanya sampai di sana, kini Faiz sedang bermain ponsel dengan posisi tidur Faiz yang sedang tengkurap, dan kaki yang di atas kan. Berbagai pikiran kotor mulai menyerang otak Edward, namun lagi lagi dirinya teringat akan kesepakatan nya dengan sang mertua.


“Katanya kamu capek? Tidur gih,” ujar Edward tiba tiba dan langsung masuk ke dalam selimut bersiap untuk tidur.


“Emang kakak udah ngantuk?” tanya Faiz langsung mengubah posisi nya menjadi miring menatap Edward.


‘Shitt!’ umpat Edward dalam hatinya.


“Iya, kakak capek banget. Ayo tidur,” ujar Edward langsung menarik tangan Faiz agar berada di pelukan nya.

__ADS_1


Edward segera memejamkan mata nya, berharap bahwa ia dan adik nya segera terlelap dan melupakan kejadian hari ini. Namun, sialnya tidak semudah yang ia bayangkan. Karena Faiz tidak membiarkan nya tidur secepat itu.


Kini ia merutuki dirinya dalam hati, mungkin Tuhan sengaja memberikan nya karma atas apa yang selama ini ia perbuat. Karena setelah dirinya menikah dan Sah, malah Tuhan memberikan nya ujian seberat ini.


‘Tahan Ed, tahan. Sampai kamu jebolin gawang sekarang, siap siap kamu LDR tiga tahun!’ gumam Edward dalam hatinya, ‘Masih mending tiga tahun bisa balik lagi. Gimana kalau tiga tahun malah dia di miliki orang lain. Gak boleh! Gak boleh, pokoknya gak boleh!’ seru Edward dalam hati sambil memejamkan mata semakin erat.


“Kakak kenapa sih? Emang disini panas ya? Kok keringetan begini? AC nya kurang dingin? Faiz—“


“Gak perlu.Ayo tidur, aku capek banget!’ keluh Edward dengan wajah memelas nya, hingga membuat Faiz merasa tak tega, dan mengiyakan ajakan Edward untuk segera tidur.


“Kakak .,.. “ panggil Faiz sekali lagi.


“Heeemm,” jawab Edward tanpa berani membuka mata.

__ADS_1


“Kakak yakin mau langsung tidur?”


“Yakin!” jawab Edward dengan cepat.


“Ya udah, kalau gitu cium dulu dong,” pinta Faiz dengan manja, “pengen di cium, disini, disini, disini dan di sini,” imbuh nya dengan menunjuk ke beberapa titik.


Ingin rasanya Edward menangis, setiap kali mendengar Faiz mengucapkan kata kata seperti itu. Bukan hal biasa atau yang baru di dengar ucapan Faiz yang seperti itu. Namun, ia memang selalu berbicara seperti itu bila sedang melakukan panggilan suara atau video ketika sedang LDR. Dan kini, Edward benar benar mendengar nya secara langsung, bahkan orang nya ada di depan mata nya sendiri, sedang dia peluk.


“Sayang, jangan mancing dulu. Oke. Besok saja, pliss,” pinta Edward dengan sangat memohon kepada Faiz.


“Emang siapa yang mau mancing. Umpan aja gak punya kok,” kata Faiz dengan ketus, “Kata nya dulu iya, nanti kalau ketemu ya di cium ini ini ini dan itu bla bla bla, tapi sekarang giliran udah sah, udah ketemu udah eemmmttt—“


Karena sudah tidak tahan mendengar ocehan Faiz, akhirnya Edward langsung membungkam bibir tersebut dengan bibir nya. Memberikan apa yang di minta oleh sang istri. Hanya ciuman, iya hanya ciuman, tidak lebih. Lalu Edward segera mendekap tubuh mungil itu agar tidak lagi bersuara yang akan mengganggu nya, karena saat ini Edward sedang berusaha mati- matian menahan gejolak yang sudah hampir meledak di bawah sana.

__ADS_1


...~To be continue ......


__ADS_2