Touch Me, Mr. Cassanova

Touch Me, Mr. Cassanova
Ke rumah Mama


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Setelah sampai di rumah orang tuanya, Faiz segera masuk ke dalam, setelah melihat mobil milik suaminya pergi meninggalkan halaman. Edward harus bergegas ke kantor, karena sudah ditunggu oleh Klien nya.


“Assalamualaikum, Mama, yuhuuuu!” teriak Faiz ketika memasuki rumah dan mencari keberadaan sang mama.


“Waalaikumsalam. Kaka kenapa harus berteriak sih?” kata mama Nisa berdecak menyambut kedatangan anak sulung nya.


“Hehehe, maaf Ma, keceplosan,” jawab Faiz dengan menyengir kuda.


“Bukan keceplosan itu, tapi kebiasaan!” cetus mama Nisa langsung menggelengkan kepala nya.


“Maaa, Faiz ngantuk. Mau tidur dulu ya,” ucap Faiz tiba tiba hingga membuat mama Nisa langsung mengerutkan dahi nya.


“Kamu kesini Cuma mau tidur?’ tanya mama Nisa menatap putri nya tak percaya.

__ADS_1


“Mah, tadi pagi tuh Faiz bangun pagi, masak buat sarapan kak Edward. Sekarang Faiz ngantuk banget, hoaaam.” Jelas Faiz menghela napas nya dengan cukup berat, “Papa juga masih belum pulang kan? Nanti kalau papa udah pulang, Faiz baru turun. Oh ya, nanti temen temen Faiz mau datang juga Ma, nanti suruh langsung masuk kamar Faiz aja ya Ma.”


Tanpa menunggu jawaban sang mama, Faiz segera bergegas menaiki tangga dan menuju kamar nya. Sementara itu, mama Nisa yang melihat putri nya terlihat begitu lelah dan mengantuk, seketika menjadi begitu prihatin.


Mama Nisa berpikir pasti di rumah nya, Faiz begitu kelelahan membereskan rumah serta harus memasak pagi pagi. Belum lagi, pernikahan nya baru berumur dua hari. Pasti putri dan menantu nya habis melakukan malam panjang. Sebagai orang yang lebih pengalaman menjadi pengantin baru, seketika mama Nisa menjadi tidak tega dan kasihan kepada putri nya.


Bagaimana tidak kasihan, bila malam nya harus di hajar oleh sang suami, dan sudah pasti sampai pagi, menurut pengalaman mama Nisa pribadi. Belum lagi harus masak dan membereskan rumah, karena mama Nisa tahu bahwa rumah baru Edward belum memiliki pembantu.


‘Huufft,’ mama Nisa langsung menghela napas nya panjang, lalu ia bergegas untuk ke dapur memasak agar saat bangun tidur, Faiz bisa langsung makan.


Tanpa mama Nisa tau, bahwa apa yang dia pikirkan dengan apa yang terjadi sangat berbanding terbalik.


Jam sudah menunjuk pada angka satu. Mama Nisa sudah selesai memasak, dan tak lama, ketika dirinya hendak memanggil Faiz untuk makan siang. Tiba tiba suara yang begitu cempreng dan nyaring langsung masuk memenuhi sudut rumah.


“Faiiizzzzz!” panggil nya dengan suara begitu nyaring.

__ADS_1


“Astagfirullah, Kaila!” geram mama Nisa ketika tahu bahwa sang keponakan datang dan seperti biasa membuat rusuh, “Tante, Faiz nya mana?” tanya Kaila to the point setelah mencium punggung tangan dan pipi sang tante.


“Kamu ini bisa gak sih, kalau mau masuk rumah ucap salam. Jangan langsung teriak pakai toa begitu!” kata mama Nisa dengan kesal.


“Hehehe, maaf tante. Keceplosan, assalamualaikum,” ralat Kaila dengan senyum manis nya, “Jadi sekarang dimana Faiz?”


“Dia ada di kamar nya, lagi tidur. Kamu bangunin dia gih. Ajak makan siang, tante baru selesai masak.”


“Alhamdulilah, emang kalau rezeki anak sholeha begini. Baru datang udah di masakin, tante memang terbaik, muachh!” seru Kaila langsung mencium pipi Nisa dan segera berlari menaiki tangga menuju kamar Faiz.


Kaila tahu bahwa Faiz pasti sedang tidur sendiri, karena siang hari sudah pasti suami Faiz sedang bekerja. Makanya tanpa sungkan dia langsung membuka pintu secara kasar dan melompat ke atas tempat tidur Faiz.


Brukk!


“Setaannn!” umpat Faiz begitu kesal, ketika merasakan guncangan yang cukup kuat dari Kaila.

__ADS_1


...~To be continue .......


__ADS_2