
...~Happy Reading~...
Edward mendekati kolam renang dan menajamkan matanya untuk menatap ke dasar kolam. Ia berharap semoga apa yang dia pikirkan tidak benar terjadi. Dan setelah beberapa saat menatap isi kolam renang, ternyata benar bahwa Faiz tidak ada di sana. Edward pun kembali masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan Faiz.
Brukkk!
“Aduhh!” pekik Edward ketika dirinya terpeleset di tangga.
“Astaga, apaan ini?” pekik Edward dalam hati, ketika melihat bahwa ternyata lantai di tangga nya licin. Ia mengingat kembali bahwa tadi dia menuruni tangga masih kering dan baik baik saja. Lalu ia kembali memikirkan keadaan kolam renang nya, dan kini ia tahu jawaban nya bahwa ini adalah ulah istri ajaib nya.
Dengan perlahan, Edward kembali bangkit dan segera menuju kamar. Ia tahu bawa Faiz sengaja menghindar dan bersembunyi darinya.
“Sayang, buka pintu nya!” panggil Edward dengan menahan geram nya, sambil mengetuk pintu kamar yang ternyata sudah di kunci dari dalam.
“Faiza! Sayang! Buka!”
“Tunggu!” jawab Faiz setengah berteriak dari dalam kamar.
__ADS_1
Edward memijit pelipis nya serta tangan satu lagi ia gunakan untuk memijit pangkal pinggang nya yang terasa masih sedikit nyeri akibat terjatuh tadi. Setelah beberapa saat, Edward mendengar suara derap langkah seperti berlari di dalam kamar nya.
“Masukk!” teriak Faiz dari dalam kamar, membuat dahi Edward langsung mengerut. Mengapa harus berteriak dan berlari, seharusnya ketika Faiz membuka kunci, bisa saja langsung membuka kunci, batin nya.
Tak ingin berdebat dengan pikiran nya, akhirnya Edward segera masuk ke dalam kamar dan melihat bagaimana kondisi istri nya.
Cklek!
Gelap, lampu utama di dalam kamar dan juga lampu tidur sudah di matikan oleh Faiz. Edward hanya mampu menggelengkan kepala nya.
‘Istriku memang limited edition,’ gumam Edward dalam hati, lalu ia segera masuk dan kembali menutup pintu kamar nya. Ia menyalakan ponsel nya untuk ia gunakan sebagai pencahayaan.
“Sudah!” jawab Faiz singkat, lalu ia semakin mengeratkan selimut nya.
Edward terkekeh pelan, lalu ia ikut berbaring di sisi Faiz, “Mau peluk gak?” tawar Edward hendak ikut masuk ke dalam selimut.
“Tunggu!” Edward terdiam sejenak, “Kamu matiin AC?” tanya Edward ketika merasa hawa panas dari dalam kamar nya.
__ADS_1
Namun, yang membuat nya heran, bila Ac mati mengapa Faiz malah memakai selimut yang cukup tebal? Batin nya.
“Hemat listrik!” jawab Faiz dengan ketus, yang membuat Edward lagi lagi terkekeh tak habis pikir.
“Ya ya ya ya, ya sudah ayo tidur. Tapi kamu yakin mau tidur panas panasan begini hem?” tanya Edward berusaha membuka selimut Faiz, namun gadis itu berusaha menahan nya dari dalam dengan sekuat tenaga.
“Kakak!” panggil Faiz tiba tiba membuka selimut nya namun hanya sebatas kepala saja, ia langsung berbalik dan menatap ke arah Edward dengan pandangan sendu, “Kakak udah gak cinta ya sama Faiz?” tanya nya dan kini bibir nya sudah memanyun begitu tinggi.
“Siapa yang bilang?” tanya Edward mengerutkan dahi nya.
“Atau mungkin kakak udah bosen sama Faiz?” tanya Faiz lagi dan kini ia menarik napas sedalam mungkin.
“Astaga, pertanyaan macam apa itu, Yank?” kata Edward semakin tak habis pikir.
“Kaila yang bilang!” jawab Faiz dengan sedikit kesal, “Kaila bilang, cowok kalau udah bosen dan gak cinta, tanda tanda nya persis kaya kakak begini! Kita udah nikah berapa bulan sih? Dan kakak belum pernah un boxing Faiz sama sekali. Gak kaya dulu waktu kita pacaran. Nap su kakak tinggi banget. Dikit dikit ini, dikit dikit itu, minta disini disitu, tapi sekarang? Mana ada kaya gitu lagi, paling banter juga Cuma ci pok doang di bibir! Atau jangan jangan, kakak beneran udah menyimpang sekarang. Jadi gak tertarik sama Faiz lagi, tapi lebih tertarik sama Yanto!” imbuh nya mendengus kesal.
“Allahuakbar!” seru Edward langsung duduk dan mengusap wajah nya dengan kasar, “Bagaimana bisa kamu percaya sama kata kata Kaila? Dia saja gak pernah pacaran atau punya pacar, apalagi putus hubungan. Bisa bisa nya kamu lebih percaya sama ucapan jomblo akut kaya dia. Di banding semua perhatian yang kakak kasih ke kamu selama ini!”
__ADS_1
“Sayang, denger, pernikahan bukan hanya sekedar soal Se x. Kita sudah membuat komitmen dari awal hingga akhir, kita sudah menikah, dan perjalanan kita masih begitu panjang. Gak hanya satu dua tiga atau empat tahun, tapi sampai selamanya, sampai napas terakhir kita akan selalu bersama. Apakah perhatian ku selama ini masih kurang buat kamu hem?” tanya Edward dengan suara pelan namun terdengar begitu menusuk di hati Faiz.
...~To be continue .......