Touch My Heart!

Touch My Heart!
Bab 12


__ADS_3

...'Lama sudah 'ku menanti...


...Banyak cinta datang dan pergi...


...Tapi tak pernah aku senyaman ini...


...Mungkin dirimulah cinta sejati'...


...-Nyaman, Andmesh-...


"Masih kuat jalan sampai parkiran? " tanya Abi saat mereka dalam lift.


Cinta yang bersender, hanya mengangguk lemah. Kepalanya semakin pusing dan pandangannya sedikit redup.


"Pokoknya jangan sampe lengah ya Bi, kepala gue pusing banget" pintanya.


"Iya, gue selalu di samping lo".


Lift terbuka, Cinta berusaha menjaga keseimbangan badannya agar tidak ambruk di lobby.


Ia juga merasakan Abi memegang pundaknya, meskipun tidak terlalu erat, bahkan hanya seperti sentuhan halus.


"Mobil lo jauh gak?" tanya Cinta.


"Nggak, bentar lagi nyampe. Kenapa?".


Belum sempat Cinta menjawab, ia memijit pangkal hidungnya agar ia berusaha menyadarkan diri.


Abi langsung menekan tombol remote mobilnya, saat sudah di depan mobil badan Cinta oleng ke belakang.


"Nta..." dengan sigap Abi merengkuh badan Cinta.


Ia bisa melihat kedua mata Cinta sudah tertutup. Dengan cepat Abi menggendong Cinta dan membuka pintu mobil penumpang. Setelah memasang seat belt untuk Cinta, ia segera masuk ke kursi kemudi.


Dengan cekatan ia menginjak pedal gas mobilnya dan keluar dari area Rumah Sakit dan menuju apartmentnya.


...🍃...


Abi menatap Cinta yang kini masih pingsan, ia sudah mencoba menggosokkan minyak kayu putih di area pernafasan serta leher Cinta.


"Sealergi itu kah lo sama Strawberry?" tanya Abi.


Tidak lama Cinta meringis.


Abi mendekati Cinta "Nta" panggilnya dengan lembut.


"Kepala gue pusing... Tenggorokkan gue sakittt" lirihnya.


Abi melihat ada air mata yang keluar dari ujung mata Cinta yang terpejam.


"Makan dulu ya, terus minum obat biar lo cepat enakan".


"Tapi... tenggorokkan gue perih".


"Gue pesenin bubur ya Nta, seenggaknya ada sedikit makanan yang ngisi perut lo. Tahan bentar ya" Abi segera berdiri dan keluar dari kamar tamu.


Ia memutuskan untuk membawa Cinta ke apartmentnya. Sebenarnya tadi Abi panik, jadi ia tidak berpikir panjang, karena dari itu ia menggunakan apartmentnya sebagai singgahan sementara Cinta.


Abi menempelkan ponsel ke telinganya, ia menunggu nada tunggu dari ponsel tersebut.


"Assalamualaikum Ab".


^^^"Wa'alaikumsalam Hus, gue ganggu gak?".^^^


"Nggak, kenapa?".


^^^"Tentang Cinta".^^^


"Kenapa sama dia?".


^^^"Kondisinya agak parah, badannya panas, dia bilang kepalanya pusing sama tenggorokkannya sakit sampe dia nangis. Gue mesti gimana?".^^^


"Hah? Kok alerginya jadi begitu? Tadi kan katanya cuma makan strawberry ter... Astaghfirullah jangan bilang kalau dia ngehirup bunga mawar?!".


^^^"Gue gak tau kalau soal itu, jadi gimana?".^^^


"Aduhhhhh gini ya Ab, kalo alergi 1 itu, agak rewel. Gue mau ke sana tapi Shilla lagi muntah-muntah. Panji lagi ada kerjaan di luar, Abc ngikut lagi. Wira sama Aw lagi di Yogyakarta. Lo bisa gue andelin gak?".


^^^"Insya Allah, bisa Hus".^^^


"Oke, pertama lo kasih dia makan bubur ayam di dekat supermarket. Cinta rewel emang, tapi lo paksa dan bujuk semanis mungkin. Kedua, lo kasih dia obat Ibuprofen sama obat alergi yang gue titipin ke elo tadi. Ketiga, Cinta pasti keringetan sekarang tapi sebenarnya dia kedinginan. Jangan kasih selimut tapi lo harus peluk dia. Keempat, kalo dia gelisah pas waktu tidur lo usap aja kepalanya, lama kelamaan dia pasti tidur".


^^^"Peraturan ketiga sama keempat harus banget ya?".^^^

__ADS_1


"Itu jurus jitunya Ab, kalau nggak... Cinta bakal gak bisa tidur".


^^^"Tapi Hus, gue gak enak. Masak main peluk anak orang?".^^^


"Lo tenang aja Ab, gak apa-apa. Gue ini yang nyuruh lo, sekarang Cinta lagi di mana?".


^^^"Apartment gue, rencananya mau gue bawa ke apartment dia. Tapi gue gak tau passwordnya".^^^


"Apartment lo di mana?".


^^^"Apartment Grananta, lantai 3 ^^^


^^^nomor 77".^^^


"Lah, Cinta di sana juga kok".


^^^"Iya, ternyata gue sama dia tetanggaan".^^^


"Ya udah, besok pagi gue ke sana ngecek keadaan dia. Titip dia ya Ab, sorry banget ngerepotin elo".


^^^"Iya, mau gimana lagi? Dia juga sendirian, gak apa-apa lah. Ya udah, gue tutup dulu ya Assalamualaikum".^^^


"Wa'alaikumsalam".


Abi langsung menghubungi anak buahnya untuk membelikan bubur. Lalu Abi masuk lagi ke kamar untuk mengecek keadaan Cinta.


"Strawberry sama bunga mawar? Harus gue garis bawahi" gumamnya.


...🍃...


"Nta... Makan dulu yuk" Abi mengusap kepala Cinta dengan pelan.


Cinta terbangun dari tidurnya, ia mencoba membuka kedua matanya secara perlahan.


"Kepala gue pusing" lirihnya.


"Iya, tapi lo harus isi perut lo dulu. Terus minum obat ya".


Cinta tidak menjawab, ia hanya mengangguk.


Abi membantu Cinta untuk duduk dan bersender di kepala ranjang. Abi mengambil setengah sendok bubur lalu di suapkan ke dalam mulut Cinta.


Cinta menerima suapan itu dan menelannya dengan susah payah. 10 menit berlalu, Cinta tidak bisa menghabiskan buburnya.


"Gede banget obatnya... Leher gue sakit" isaknya.


"Pelan-pelan ya Nta, daripada di gerus nanti lo kepahitan".


"Abi..." rengeknya lagi.


Abi jadi tidak tega "Ntaa... Lo mau cepet sembuh kan? Satu-satunya cara, lo harus minum obat. Pelan-pelan aja" Abi mencoba membujuk.


Cinta tidak protes lagi, ia menuruti semua perintah Abi. Abi tersenyum melihat Cinta yang menurut. Setelah selesai berjuang minum obat, kini Abi membantu Cinta untuk berbaring.


"Mau tambah selimut lagi gak?".


"Gak... Gue gak mau. Bi... Jangan tinggalin gue" pintanya.


Abi mengelilingi ranjang king size tersebut, lalu duduk bersender. Ia usap rambut halus Cinta dengan lembut, agar perempuan itu cepat terlelap.


Sayangnya Cinta merasa kedinginan, di tambah malam ini hujan begitu deras.


Abi memperhatikan gerak-gerik Cinta "Masih dingin Nta?".


"I...Iya Bi" sahut Cinta.


Mau tidak mau, Abi melaksanakan peraturan 3 dari Husein. Ia berbaring dan merengkuh badan Cinta dengan lembut dan memeluknya.


Bukannya Cinta memberontak, Cinta semakin mengeratkan pelukannya untuk mencari kehangatan.


"Kalo lo sama cowok lain, mungkin lo udah habis Nta" bisik Abi dalam hati.


...🍃...


Cinta mengerjapkan kedua matanya, ia bisa merasakan cahaya remang dari lampu tidur di meja kecil samping ranjangnya.


Cinta merasa ada yang menindih perutnya, meskipun kepalanya masih terasa pusing, ia tetap berusaha melihat ke bawah.


"Tangan? Tangan siapa nih? Oke... tenang dulu Cinta, fisik lo lagi lemah. Jangan sampe cowok yang gak lo kenal ini mau celakain lo" bisiknya dalam hati.


Cinta dengan perlahan memutar kepalanya ke belakang dan sedikit mengangkat tangan tersebut.


"Abi?" gumamnya dalam hati, ia melihat Abi tertidur dengan pulas dan tanpa baju atasan.

__ADS_1


Cinta membalikkan posisinya seperti semula, meski tangan Abi tidak ada di atas perutnya lagi.


"Semalam gue tidur sama Abi?! Hah? Aduhhh gara-gara alergi itu gue jadi lupa kenapa gue bisa di sini" rutuk Cinta dalam hati.


Tidak sengaja tatapannya melihat sebuah sticky note yang tertempel di gelas kaca yang berisi air mineral.


'Hai Nta... Gue cuma mau bilang. Pertama, gue mau minta maaf karena udah lancang bawa lo ke apartment.


Kedua, maaf karena gue udah lancang ngusap kepala lo.


Ketiga, maaf karena gue udah peluk lo tanpa izin dulu.


Keempat, maaf kalo gue ketiduran di samping lo.


Terakhir, jangan bangunin gue ya. Cuacanya lagi enak buat tidur, hehe. Cepat sembuh Nta...'


p.s : Kalau tangan gue nindih badan lo, lo geser aja ya. Gue tidur berantakan banget. Sekali lagi sorry :)


~ Abi...


Cinta tersenyum melihat isi sticky note tersebut. Cinta membalikkan badannya, ia berbalik menatap Abi yang masih terlelap ke arahnya.


Cinta bisa melihat wajah damai Abi saat tertidur, dari alis yanh tebal namun tersusun rapi, bulu mata yang lentik, hidung mancung, bibir pink yang sexy dan kulit wajah yang mulus.


1 kata buat Abi dari seorang Cinta "Manly banget".


"Gue gak ngerti sama pola pikiran mantan lo dulu. Harusnya dia beruntung dapetin elo, tapi malah di sia-siain. Baru kali ini gue ketemu cowok yang merasa bersalah banget saat nyentuh seorang perempuan" bisik Cinta dengan suara seperti semilir angin.


"Harusnya gue yang minta maaf Bi. Maaf kalo ngerepotin elo hari ini dan terimakasih" Cinta memejamkan kedua matanya, efek obat masih berjalan ternyata.


...🍃...


"Yang ini apartment Abi?" tanya Shilla saat ia dan Husein berdiri di depan pintu nomor 77.


"Iya, 74 nomornya Cinta kan?" tanya sang kekasih.


Shilla mengangguk "Gimana kita masuknya?".


Husein berpikir sejenak "Ah...coba kode ini" Husein mencoba menekan 6 digit angka.


"Gotcha!!".


Pintu apartment terbuka, Husein segera melangkah masuk dan di susul oleh Shilla.


"Masih sepi Mas" bisik Shilla sambil menatap kondisi apartment Abi.


"Kan hujan sayang, tau sendiri kebiasaan Abi gimana?. Aku cek ke atas dulu" Husein melangkahkan kakinya ke arah anak tangga.


Sedangkan Shilla menaruh beberapa bungkus makanan di atas meja kitchennya Abi.


"Gak ada Abi yang, di mana ya tu anak?".


Shilla menatap lagi ke sekeliling ruang apartment tersebut "Mas, coba kita cek pintu abu-abu sana. Siapa tahu Abi di sana" usul Shilla.


Husein mengangguk, ia melangkahkan kakinya dan di susul oleh Shilla. Husein mencoba menekan ganggang pintu abu-abu tersebut secara perlahan.


Kebetulan tidak menciptakan suara,jadi Husein masih melaksanakan aksinya.


Pintu itu terbuka setengah, Husein bisa melihat cahaya ruangan tersebut yang remang-remang. Namun, penglihatannya Husein masih normal. Ia mencoba melihat ke arah king size tersebut.


"What?!" bisiknya dan ia sangat kaget melihat pemandangan di sana.


"Kenapa Mas?" bisik Shilla.


Husein menarik tangan Shilla agar kekasihnya itu bisa berdiri di depannya.


Shilla yang sedari tadi penasaran, kini ikut kaget.


"Aku gak salah lihat kan Mas?" bisiknya.


"Nggak, mata aku juga masih normal" sahut Husein, tidak membuang kesempatan. Husein mengabadikan sepasang anak manusia yang masih tertidur saling berpelukan.


"Ya udah kita tunggu aja, kasihan mereka" bisik Husein sambil menutup pintu kamar tersebut dengan perlahan.


Shilla cekikikan "Ya ampun, kok lucu ya?".


Husein ikut terkekeh "Banget, kalo anak-anak tahu. Habis tuh mereka berdua".


"Pas banget ya Mas, cuaca mendukung, pencahayaan mendukung, enaknya emang pelukan".


Husein mengangguk "Si Cinta sih yang meluk banget, liat... Enak banget. Menang banyak nih anak" sambil menunjukkan hasil bidikannya di ponsel.


"Iya, ya ampunnn kalo suatu saat nanti mereka berjodoh gimana mas?".

__ADS_1


"Alhamdulillah,mereka dapat jodoh yang tepat. Amin".


__ADS_2