Touch My Heart!

Touch My Heart!
Bab 36


__ADS_3

'Like it's the old love


come on and hold me i want you right here


stay close to me so you dont feel the fear


i'll never let go cause i'm just right here'


-Old Love, Yuji ft Putri Dahlia-


Hari pertama Cinta menjalani skorsing kerja, ia habiskan untuk seharian di apartemen. Entah itu untuk bersih-bersih di apartemen Abi, ataupun ia menengok para pekerja yang sedang merenovasi apartemennya. Tadi pagi Abi berpesan kalau ia akan pulang di sore hari karena ia ada urusan di luar kota.


"Kalau kamu mau jalan-jalan ke mall, bilang ya" ucap Abi saat ia hendak berangkat.


"Kayaknya hari ini enggak deh Bi, aku pengen di apartemen aja. Stok maraton drama aku masih banyak".


"Aw enggak ada ngasih deadline?".


Cinta menggeleng "Aku juga yang minta, sampai mereka semua selesai married baru aku nerima job lagi".


Sekarang Cinta sedang menonton drama korea sambil memakan cookies buatannya tadi pagi, Cinta juga tidak mau terlalu memikirkan masalah yang menimpa dirinya. Setelah ia mendengarkan nasihat Abi, memang ada benarnya.


"Rezeki, jodoh, maut dan takdir itu sudah ada yang mengatur Nta. Sedih boleh, berjuang juga boleh. Tapi kalau misalkan emang langkah kamu terhenti sampai sini, ya mau bagaimana lagi? Mungkin, Allah punya rencana yang lebih baik untuk kamu. Tetap tersenyum, Allah enggak mungkin kasih ujian di luar batas kemampuan hambanya".


Ah, rasanya ia ingin segera bertemu dengan kekasihnya itu. Meskipun belum 1 bulan Cinta menjalin hubungan, ia semakin di mabuk asmara. Kekasihnya itu selalu memanjakannya, mengajarkannya, mendengarkannya, dan menasihatinya jika Cinta sedang di landa masalah. Di setiap sholatnya, Cinta selalu menyelipkan nama sang kekasih agar hubungan mereka tetap berjalan dengan baik.


.......................


Keesokkan harinya, Cinta melihat Abi menuruni tangga yang masih mengenakan baju rumahan "Kamu enggak ke kantor?" tanya Cinta saat menaruh sphagetti di atas meja.


"Hari ini aku mau sama kamu, kamu pasti lupa kan kalau hari ini kita harus fitting baju" jawab Abi.


"Astaghfirullah, iya aku lupa Bi. Untung kamu ingetin, kalau enggak si Aw bakalan ngamuk" jawab Cinta.


Abi tersenyum "Kamu mau kopi?" tanya Abi.


"Enggak, aku minum air putih aja. Maaf ya aku enggak sempat buatin kamu minum".


"Enggak apa-apa sayang, kamu udah buatin sarapan aja aku seneng banget".


Cinta menangkupkan kedua tangan di kedua pipinya, Cinta masih belum terbiasa tapi ia juga suka. Abi hanya tersenyum gemas, ia akan selalu menyematkan kata sayang agar Cinta terbiasa.


"Nta, hari ini aku pengen jalan-jalan sama kamu. Mau enggak?" tawar Abi saat mereka sedang makan.


"Kemana? ke Bandung lagi?".


Abi menggeleng "Ke mall aja gimana?".


Cinta menatap Abi dengan bingung "Ke mall? Kamu kan setiap hari juga ke mall".


Abi meletakkan sendok dan garpunya lalu menatap Cinta "Aku enggak tahu kamu suka apa enggak sama tawaran aku, aku juga minta kamu buat enggak tersinggung. Aku pengen nyeningan kamu Nta, bukan karena aku pengen pamer sama apa yang aku punya. Tapi aku pengen buat kamu happy, aku pengen manjain kamu. Ngajak kamu perawatan dari ujung kepala sampai ujung kaki, beliin barang yang kamu suka. Gimana?".

__ADS_1


Awalnya Cinta berpikir sejenak, ia tidak menyangka kalau Abi mengatakan hal yang seperti ini. Cinta tersenyum "Kalau kamu maunya begitu, aku terima tawarannya. Makasih ya Bi".


Senyum pun terbit di wajah Abi "Makasih Nta, kita jalan-jalan sehabis kita fitting ya".


Cinta mengangguk "Hm.. oh iya Bi, menurut kamu sampai kapan kita backstreet dari anak-anak?".


"Gimana kalau hari ini kita kabarin aja?"


"Aku juga setuju, ngapain juga kita lama-lama backstreet dari mereka?".


"Ya udah nanti aku yang ngomong ya".


Cinta mengangguk, merekapun melanjutkan sarapan sampai habis. Setelah itu mereka berdua bersiap di kamar masing-masing untuk segera ke butik dan bertemu dengan para sahabat mereka.


...........................


Pernikahan Aw dan Wira sekitar 1 bulan lagi, selang seminggu ABC dan Panji menyusul. Karena dari itu Aw dan ABC memutuskan untuk membuat gown pernikahan mereka serta seragam para bridesmaid dan grossman dalam 1 tempat.


Saat keluar dari mobil, Cinta bisa melihat dari luar kalau para sahabatnya sudah hadir semua. Cinta dan Abi langsung masuk ke dalam butik.


"Sorry telat, soalnya macet tadi di depan ada kecelakaan" ucap Abi.


"Sans aja Bi, kita juga baru sampe semua" jawab Wira.


Tidak lama, sang desaigner datang dan mempersilahkan mereka berenam untuk masuk ke dalam ruangannya. Pertama ke empat calon pasangan pengantin yang mengkoreksi gown mereka, Cinta sangat terpana melihat gown kedua sahabatnya itu.


"Doa yang kencang ya Nta, biar kita nyusul seperti mereka" bisik Abi kepada Cinta.


Sekarang giliran Shilla dan Cinta yang fitting, untuk dress di pernikahan Aw berwarna lilac. Cinta menginginkan dress yang simple namun elegan, Abi juga berpesan agar Cinta tidak terlalu mengumbar aurat. Untuk dress di pernikahan ABC berwarna Sage dan Cinta meminta saran kepada sang desaigner.


"Kalau tangannya sabrina gitu mau enggak Kak?".


"Hm... bolek Mbak tapi jangan terlalu terbuka ya" bukan Cinta yang menjawab, melainkan Abi. Tapi Cinta juga tidak protes, karena ia yakin Abi memilihkan model seperti itu demi kebaikkanya juga.


"Ya ampun Bi, enggak apa-apa kali. Biar Cinta cepat dapat jodoh" sahut Aw.


"Kalau jodohnya mata keranjang gimana?" tanya Abi.


"Wow, Abi mulai posesif ya guys. Udah maju selangkah nih?" tanya Husein.


Abi berdiri dari tempat duduknya karena sekarang giliran ia yang fitting "1 langkah? 1000 langkah dong, iya kan sayang?' ucapnya sambil mengelus ujung kepala Cinta.


Para sahabatnya seketika terdiam, lalu mereka saling diam mencerna ucapan Abi barusan.


"Sayang? Ini gue enggak salah denger kan?" Panji mengucek telinganya.


"Cin.... seriusan?" tanya ABC dengan wajah yang masih syok.


Cinta menoleh ke Abi, Abi tersenyum sambil mengangguk. Cinta menatap kembali para sahabatnya, lalu ia mengangguk sambil menundukkan kepalanya.


"Huaaaaa!!! seriusan demi apa?!!!!!" Aw masih berusaha meminta penjelasan dari Cinta.

__ADS_1


"Nanti aja elah, ini siapa yang mau merried sih? Atau lo berdua mau gue duluin?" tanya Abi.


Panji dan Wira pun berdiri dan menghmpiri sang desainer untuk fitting baju "Lo hutang cerita sama kita semua" ucap Wira.


"Iya... iya... entar selesai fitting gue cerita" sahut Abi.


Setelah 1 jam lebih fitting baju, mereka semua akhirnya memutuskan untuk nongkrong sebentar di cafe sebelah butik. Kebetulan ke empat pasangan pengantin itu tidak bisa terlalu lama, karena mereka banyak urusan. Sedangkan Husein dan Shilla sudah ada janji dengan dokter kandungan.


"So... Bisa jelasin sama ucapan sayang lo ke Cinta itu gimana?" tanya Husein saat mereka sudah memesan makanan dan minuman.


"Ya.. yang seperti kalian tau lah, gue sama Cinta udah jadian. Ya... baru sih, tapi doain aja kita langgeng dan nyusul kalian semua" jawab Abi.


"Proses PDKTnya gimana? Apa elo ambil kesempatan di saat kalian pacaran pura-pura?" tanya Aw.


"Hmm.. kalau di bilang ambil kesempatan, iya sih. Kesempatan untuk kenal Cinta itu gimana orangnya, kesempatan gue juga buat jadi pahlawan buat dia".


"Nah, elo sendiri gimana Cin? Kenapa lo buka hati buat Abi?" tanya Husein.


"Ada rasa asing yang ganggu gue, tapi setelah gue curhat ke Abi tentang perasaan asing itu... Gue memutuskan buat ajak Abi pacaran" jawab Cinta.


"Hah? gimana maksudnya Cin? Ini... ceritanya elo yang nembak Abi duluan?" tanya ABC dan Cinta mengangguk.


"Lah?!! Kok bisa?!" tanya Wira dengan kaget.


"Ya... gue bingung, karena beberapa bulan ini Abi selalu lindungin gue jadi gue curhat aja ke dia. Ya meskipun awalnya Abi sempat gak mau".


"Bukannya enggak mau Nta, tapi ya aneh aja kalau kamu yang nyatain perasaan. Kan yang duluan tertarik sama kamu itu aku" sahut Abi.


"Wah... gokil nih pasangan baru, anjir gue syok dengarnya" ucap Panji sambil menggelengkan kepalanya.


"Jadi udah berbagi apa aja Ab?" goda Husein.


"Berbagi perasaanlah".


"Berbagi ranjang enggak?' Wira ikut menggoda Abi.


"Kalau gue gila, udah dari kemarin gue berbagi ranjang sama Cinta. Tapi karena gue masih waras, kita pisah kamar".


"Ya ampun Cinta...!!! Aku senang banget sekarang kamu udah punya pacar, udah gitu sama Abi lagi. Selamat yaa" ucap Shilla sambil memeluk Cinta dari samping.


"iya, gue sampe terharu loh padahal Cinta baru pacaran. Apalagi kalau Cinta nikah sama Abi ya? Nangis deh kayaknya gue" sahut Aw.


"Doain aja, gue enggak berani ngajak nikah sekarang. Bukan masalah dana, tapi gue pengen Cinta siap dulu" jawab Abi.


"Syukur deh, seenggaknya kita enggak khawatir lagi. Karena sekarang ada lo Ab, tapi ingat jangan sakitin Cinta kita semua" jawab Panji sambil menepuk punggung Abi.


"Keren juga cara lo buat Cinta jatuh cinta sama lo" susul Husein.


"Kan udah gue bilang, pesona seorang Abi bakal buat Cinta bisa percaya kalau ada cinta di dalam kehidupannya" jawab Abi.


"Seenggaknya Cinta bisa menghindari si Fajar 100%" ucap WIra dan di anggukkin para sahabatnya.

__ADS_1


Cinta merasa lega, ia juga mendapat dukungan serta wejangan bagaimana menjalin sebuah hubungan. Banyak yang bahagia saat mendengar mereka berdua sudah menjalin sebuah hubungan. Cinta juga berharap langkah kakinya bersama Abi tidak terhenti sampai di sini.


__ADS_2