Touch My Heart!

Touch My Heart!
Bab 25


__ADS_3

...'Andai kau izinkan...


...Walau sekejap memandang...


...Kubuktikan kepadamu...


...Aku memiliki rasa'...


...-Izinkan Aku Menyayangimu' Iwan Fals-...


"Assalamualaikum Bi".


"Wa'alaikumsalam,  Nta lo lagi di mana? ".


"Lagi di apartemen lo, lo gak baca WA gue ya? ".


"Hah? Sorry gue gak sempet lihat,  hmmm.. Gue bisa minta tolong gak? ".


"Kenapa Bi? ".


"Ada 1 dokumen yang ketinggalan, gue rasa ada di lemari pakaian gue. Lo bisa liatkan bentar? ".


"Lemari atas? " tanya Cinta sambil menatap kamar Abi.


"Iya Nta, lo buka aja lemarinya".


Cinta mulai berdiri "Gue buka kameranya boleh gak? ".


Tidak lama wajah Abi terlihat di layar ponsel Cinta, ia bisa melihat kalau Abi masih menggunakan setelan kantor. 


Cinta menaiki tangga,  lalu ia sudah berdiri di kamar Abi.


"Lemari yang warna putih? ".


"Iya di pintu nomor 2".


Cinta membuka pintu tersebut, ia sedikit bingung karena banyak map yang tersusun di sana.


"Yang mana Bi? ".


"Map warna merah Nta".


Cinta menatap ke arah kamera "Semuanya warna merah Abiii".


Abi sedikit meringis "Sorry,  lupa hehehe. Tolong lo cari yang judulnya dokumen perusahaan di Malaysia".


Cinta mencoba membaca satu oer satu judul dokumen di dalam lemari tersebut. Setelah di dapat, Cinta mengambil dokumen itu .


"Nih ada,  terua di apain? ".


"Coba lo fotoin, terus kirim ke gue".


"Oke,  wait yaa.  Gue tutup Assalamualaikum".


"Wa'alaikumsalam".


Cinta berjalan menuju kasur Abi yang rapi,  lalu ia duduk di sana.  Ia membaca sedikit isi dokumen tersebut, lalu memfoto sebanyak 5 lembar.


Setelah ia kirim ke Abi,  Cinta mengembalikan dokumen tersebut ke dalam lemari.


"Cuma perempuan tolol yang khianatin Abi, padahal kalau di lihat-lihat Abi itu sosok cowok yang pekerja keras loh" gumam Cinta.

__ADS_1


Kebetulan ini adalah kedua kalinya Cinta ke kamar Abi.  Namun waktu pertama kali, Cinta tidak sempat melihat-lihat. 


Cinta bisa melihat ada foto Abi dan kedua orangtua Abi, lalu foto Abi saat ia wisuda, foto Abi bersama para sahabatnya.


Lahkah Cinta terhenti, saat ia menatap foto Abi bersama dirinya saat di rooftop. 


"Foto with Cinta" gumam Cinta saat ia melihat tulisan di bawah foto itu.


"Rajin banget nih anak cetak foto gue".


Pandangan Cinta terhenti saat melihat 1 lembar foto yang tidak terbingkai dan tergelatak di atas meja.  Cinta ambil foto itu dengan wajah heram.


"Kok di sini gue cakep ya? Gila!  Kapan Abi ngambilnya?  Tapi bagus sih" ucapnya sambil Meletakkan foto itu seperti semula. 


Tatapan Cinta terpaku pada gitar yang di gantung di dinding. Ia berjalan untuk mengambil gitar tersebut lalu ia duduk do atas kasur Abi. Cinta menoca mengingat kunci dasar yang ia pelajari.


Karena keasikan, Cinta tidak sadar kalau sudah jam 10 malam. 


DRT!! DRT!!! DRT!!


Cinta menghentikan petikkan gitarnya, ia menatap layar ponselnya. 


"Assalamualaikum Bi".


"Wa'alaikumsalam,  loh masih di kamar gue? " tanya Abi. 


"Eh.. Astagfirullah!!  Gue lupa,  sorry Bi gue keasikan main gitar di sini" ucp Cinta dengan nada tidak enak.


Abi terkekeh "It's Oke,  santai.  Pake aja Nta, lo tidur di kamar juga gak apa-apa".


"Nggak ah, gak enak gue.  Btw,  kamar lo nyaman sih, jadi betah".


Cinta terdiam sejenak, ia bingung harus menjawab apa. 


Abi menatal wajah Cinta yang mamatung, ia pun terkekeh "Jangan tegang gitu dong Nta,  kan gue cuma yanya".


Cinta mengerjapkan kedua matanya "Hmm..  Mungkin iya" jawabnya dengan ragu.


"Iya apa nih? ".


"Iya nyaman.. Maksud gue, nyaman berteman sama lo" jawab Cinta dengan cepat.


"Lo juga buat gue nyaman.. " jawab Abi dengan wajahnya yag manis.


Cinta kembali terdiam, perasaannya tiba-tiba berdebar saat mendengar ucapan Abi. 


"Nyaman berteman sama lo" sambung Abi.


Cinta kembali mengerjapkan kedua matanya "Ehm.. Iyalah, gue kan emang membawa aura positif buat orang-orang tetdekat gue" sahutnya. 


"Oh ya? Kalau menurut gue, lo itu membawa Cinta untuk gue" jawab Abi kembali.


Cinta menggigit bibirnya sebentar "Biii.. Lo gombalin gue?!!! " tanyanya dengan kesal. 


Tidak lama Abi tertawa melihat reaksi Cinta yang terlihat kesal. 


"Jangan marah dong Nta, bercanda doang gue. Biar gue gak suntuk di sini".


"Iya... Iya... Untung gue orangnya gak baperan".


"Alhamdulillah deh kalau gitu, ya udah gue tutup ya telponnya.  Lo istirahat sana".

__ADS_1


Cinta mengangguk "Lo juga,  see you.  Assalamualaikum ".


"Wa'alaikumsalam".


Cinta meletakkan ponselnya di atas kasur Abi "Gak baperan gimana?!!!  Astaga Cinta!!  Sejak kapan li salting di godain sama cowok?!! " tayanya dengan kesal.


"Bercanda darimana? Emang lo iu Membawa rasa cinta kok buat gue" gumam Abi sambil menatap foto Cinta di galeri ponselnya.


Biarlah malam ini kedua manusia itu menyelami perasaan masing-masing.  Meskipun di negara yang Berbeda.


...🍃...


"Cinta".


Suara itu,  mau tidak mau menghentikan langkah kaki Cinta saat ia hendak masuk ke dalam lift. 


Cinta menoleh ke belakang "Pagi Dokter" sapanya dengan senyuman terpaksa.


Fajar tersenyum dengan semanis mungkin "Besok adalah hari pernikahan Husein,  kamu pasti datang kan? ".


"Pasti Dok, kan dia sahabat saya".


"Besok datang bersama saya ya,  besok saya jem.. ".


"Tidak usah Dokter,  saya besok datang bersama Abi.  Pacar saya" jawab Cinta dengan nada tegas.


Senyuman Fajar sedikit pudar "Saya lupa kalau Abi sahabatnya Husein juga" jawabnya sesantai mungkin.


"Iya Dok, kalau begitu saya duluan. Permisi" Cinta pun masuk ke dalam lift yang saat itu memang terbuka. 


Meninggalkan Fajar yang belum memberi jawaban, Fajar sungguh kesal dengan lelaki Bernam Abi. 


"Sialan!! " makinya dalam hati. 


...🍃...


Suasana di Laboratorium sangat sibuk, karena awal bulan dan lagi maraknya wabah DBD.


Ajeng dan Lolly dari tadi sangat sibuk di bagian Hematologi, sampel tidak ada habisnya dan datang secara bergantian.


"Cin,  tolong centrifuge sekali lagi dong.  Tabung kimia nomor 36, atas nama Nyonya Nania" ucap Dika. 


"Oke" sahut Cinta sambil mencari nomor tabung kimia nomor +36 di rak sampel. 


Setelah di dapat, Cinta memasukkan tabung kimia tersebut ke dalam mesin centrifuge. Lalu ia atur waktu dan keceoatannya. 


"Emang kenapa Ka?" tanya Cinta menghampiri Dijja yang haru inj bertugas untuk mencatat hasi. 


"Diabetesnya tinggi,  padahal sebelumnya gak ada Diabetes.  Makanya gue mau mastiin" jawab Dika.


Cinta mengangguk, ia pun kembali ke meja kerjanya dan mengerjakan oemeriksaab kimia klinik sesuau prosedurnya.


Setelah menunggu beberapa menit,  Dika langsung mengubungi pihak Rawat inap untuk memberi tahu hasil pemeriksaan pasien atas nama Nyonya Nania. 


1 jam kemudian, mereka mendengar suara kegaduhan di bagian ruang administrasi.


"Ada apaan tuh? " tanya Lolly dengan penasaran.


"Ke sana yuk" ajak Ajeng dan para petugas laboratorium menuju ruang Administrasi .


"Saya mau ketemu sama petugas yang periksa sampel saya!!! "

__ADS_1


__ADS_2