Touch My Heart!

Touch My Heart!
Bab 16


__ADS_3

...'Sometimes I feel like you've known me forever...


...You always know how to make me feel better'...


...- This Song Saved My Life, Simple Plan -...


"Pagi, lumayan sih. Meski kepala gue masih pusing".


"Lo mau mandi?" tanya Cinta.


Abi mengangguk, ia mencoba berdiri namun keseimbangan badannya tidak seimbang. Dengan sigap Cinta membantu Abi untuk duduk kembali di pinggir kasur.


"Kayaknya lo gak usah mandi deh. Sikat gigi, cuci muka terus badan di lap pake air hangat aja. Kalo lo mau, ganti dalaman gak apa-apa juga, gimana?".


"Boleh deh, sorry banget ya Nta".


"Udah gak usah minta maaf, ayo gue bantu" Cinta berdiri dan mencoba memapah badan atletis Abi.


Setelah mengantar Abi ke kamar mandi, Cinta segera mengambil beberapa baju serta dalaman baru. Malam tadi, ia minta tolong kepada Guntur untuk membelikan pakaian serta dalaman di supermarket. Setelah sudah di siapkan, Cinta kembali masuk ke dalam toilet.


"Buka baju dulu ya Bi" Cinta mulai mengangkat baju Abi, Abi tidak menjawab ia hanya menurut dengan semua perintah Cinta.


"Kayaknya efek kebanyakan nonton drakornya ABC deh. Ingat Cinta, dia ini teman lo sekaligus tetangga lo" bisik Cinta yang harus menahan dirinya untuk tidak memuji bentuk otot Abi.


Setelah Cinta menyeka badan bagian atas Abi dan mengeringkannya, Cinta segera memasukkan kaos polos hitam ke badan Abi.


"Bi, lo bisa sikat gigi sama ganti CD lo sendiri kan?" tanya Cinta.


Abi menatap lemas ke arah Cinta, ia sedikit tersenyum dan mengangguk.


"Gue tunggu di luar ya, kalo udah selesai lo panggil gue aja".


"Iya".


Cinta menutup pintu toilet, lalu ia segera merapikan kasur agar Abi bisa beristirahat kembali.


"Nta".


Cinta segera berjalan menuju kamar mandi dan membuka pintu toilet, ia bisa melihat wajah Abi yang sedikit segar meskipun wajahnya masih pucat.


"Mau di kamar atau stay ruang tamu?".


"Ruang tamu aja, gue mau lihat lo masak".


Cinta terdiam sebentar, ia mengerjapkan kedua matanya "Oke, bentar lagi sarapan lo bisa di nikmatin" Cinta meraih tangan Abi lalu ia kalungkan di pundaknya.


...🍃...


Cinta sedang mengaduk sayur sop ayamnya sambil mencicipi agar rasanya pas. Sedari tadi Cinta sedikit salah tingkah, karena tidak tahu kenapa sedari tadi Abi menatapnya.


Kaldu sop tersebut sudah mendidih, Cinta mematikan kompornya. Lalu ia ambil dua sendok sayur kaldu tersebut dan ia tuangkan di atas bubur putih yang sudah matang.


Setelah selesai di racik, Cinta membawa mangkuk dan satu gelas air putih menuju ruang tamu.


Cinta duduk di samping Abi "Mau makan sendiri atau suapin?".


"Tolong suapin ya Nta" ucap Abi dengan tatapan sendu.

__ADS_1


Cinta mengangguk, lalu dengan cekatan ia menyuapi Abi.


15 menit kemudian, sarapan Abi habis. Cinta berdiri sambil membawa mangkuk kotor untuk di letakkan di tempat cuci piring.


'TING TONG!'


Cinta segera berjalan menuju pintu, setelah ia buka pintu. Cinta bisa melihat ada Dika dan Ajeng.


"Assalamualaikum" salam mereka.


"Wa'alaikumsalam, masuk" Cinta menggeser sedikit badannya.


Ajeng dan Dika masuk, mereka langsung menatap Abi saat Abi masih duduk di sofa ruang tamu.


Cinta berjalan ke arah Abi "Bi, ambil darah dulu ya. Biar kita tahu penyakit lo".


Abi mengangguk tanpa menjawab.


Ajeng dan Dika menghampiri Abi, mereka pun menyiapkan semua peralatan flebotomi.


"Dugaan sementara apa?" tanya Dika sambil mencari tourniquet.


"Tifus kayaknya" sahut Cinta.


"Bearti dia gak boleh makan sembarangan dong?" tanya Ajeng.


"Mungkin untuk sementara dia gak boleh makan yang keras" jawab Cinta.


Dika pun langsung melakukan prosedur flebotomi, Abi hanya pasrah saat darahnya di ambil. Setelah proses flebotomi selesai, Ajeng dan Dika izin pamit untuk kembali ke Rumah Sakit. Karena sampel darah Abi harus segera di periksa di laboratorium untuk mengetahui penyakitnya.


Cinta menatap Abi yang kembali tertidur di kamar tamu. Setelah itu, Cinta memilih untuk membersihkan diri dan membersihkan apartmentnya.


...🍃...


"Gak tahu Bun, kamu kan suruh Ayah jangan hubungin Abi" jawab Bima.


"Iya juga sih, biarin ah hihihi" Indy menunggu pintu lift terbuka.


Indy dan Bima keluar dari lift, sekarang mereka berdua berada di lantai 7. Indy sudah membawakan nasi padang kesukaan anak semata wayangnya tersebut.


Bima dan Indy mencoba menekan bel apartment Abi, mereka menunggu Abi membuka pintu.


"Ini Abi nya gak ada?" tanya Indy.


"Kata sekretarisnya tadi, Abi tidak ada di Mall" jawab Bima.


"Apa Ayah telpon aja?" tanya Indy kepada Bima.


Bima mengambil ponselnya, saat ingin menekan ikon berwarna hijau. Mereka berdua di kejutkan dengan suara pintu yang terbuka dari belakang mereka.


Indy dan Bima menoleh ke belakang, mereka menatap seorang gadis yang sedang membuang sampah.


"Cinta kan?" tanya Indy.


Cinta mengerjapkan kedua matanya sebentar, lalu ia tersenyum "Iya Tan, saya Cinta. Tante sama Om, orangtuanya Abi kan?".


"Iya Cin, kamu tinggal di apartment ini juga?" tanya Indy.

__ADS_1


Cinta mengangguk "Iya Tan, udah lama. Oh iya, Tante sama Om mau cari Abi?".


"Iya Cin, kamu tahu gak Abi kemana? Tante bel apartmentnya tapi dia gak buka pintu".


"Abi lagi sakit Tan, Om".


"Hah? Abi sakit?!!" pekik Indy dengan wajah panik.


"Bun, pelanin dikit suaranya. Cinta jadi kaget tuh" tegur Bima.


"Tapi Yah, Abi sakit".


Bima menatap Cinta "Kamu tahu Abi dimana?".


Cinta meminggirkan badannya "Ada di kamar, Om. Masuk aja yuk" ajak Cinta.


Bima dan Indy saling tatap, namun mereka ikut masuk ke dalam unit apartment Cinta.


Cinta mengajak mereka masuk ke dalam kamar tamu. Bima dan Indy bisa melihat Abi sedang tertidur dengan pulas dan wajah yang pucat.


Indy mendekati ranjang, ia duduk di tepi ranjang, ia sentuh kening Abi.


"Badannya hangat Yah" gumam Indy.


"10 Menit yang lalu, dia baru tidur Tan" ucap Cinta.


"Kita ngobrol di ruang tamu yuk Bun, biar Abi istirahat" ajak Bima.


Indy mengangguk, mereka bertiga pun keluar dari kamar tamu.


"Om sama Tante mau minum apa?" tanya Cinta.


"Emangnya ada menu spesial?" tanya Bima sambil duduk di sofa.


"Ada Om, kopi?".


"Kopi sachet?".


"Bukanlah, racikan. Om mau?".


Baim sedikit tertarik "Kebetulan Om suka kopi, hangat ya satu".


Cinta mengangguk, ia menatap Indy "Tante mau juice?".


"Seterah kamu aja, asalkan gak ngerepotin" jawab Indy sambil tersenyum.


Cinta mengangguk, ia pun pamit untuk pergi ke kitchennya. Bima dan Indy memperhatikan bagaimana cara Cinta menyeduh kopi. Beberapa menit kemudian, tercium aroma kopi di dalam apartment Cinta. Cinta tinggalkan racikan kopinya sebentar, lalu ia beralih untuk mengambil buah mangga yang ada di dalam kulkasnya.


Setelah ia cuci dan mengupas kulitnya. Cinta memotong kecil-kecil buah tersebut dan langsung di masukkan ke dalam wadah blender. Tidak lupa ia tambahkan sedikit es batu, susu dan sedikit gula. Lalu ia menekan tombol untuk memulai blender.


Setelah buah mangga itu hancur dan menjadi juice, Cinta langsung menuangkan dalam gelas yang berukuran sedang.


Juice mangga sudah selesai, kini ia beralih ke racikan kopinya. Kopi sudah jadi, Cinta menuangkan kopi tersebut ke dalam sebuah cangkir.


Membuat minuman sudah selesai, kini Cinta membawa minuman tersebut ke atas nampan. Tidak lupa untuk membawa beberapa toples yang berisi cemilan, tentunya di buat sendiri oleh Cinta.


Cinta berjalan menuju sofa, ia letakkan secangkir kopi di dekat Bima. Satu gelas jus mangga ia letakkan dekat Indy.

__ADS_1


"Silahkan Om, Tan di minum. Maaf ya kalau gak enak, hehe".


__ADS_2