Touch My Heart!

Touch My Heart!
Bab 39


__ADS_3

'Hujan samarkan derasnya


Tutup air mata


Temani kecewaku yang telah lama


Berdosa kah ku berdoa


Minta kau terluka


Dan tinggalkan dirinya'


-Tampat, Juicy Luicy-


"Dalam rangka apa lo traktir kita Cin?" tanya Ajeng.


Ajeng, Dika, Lolly dan Cinta sedang berada di kantin rumah sakit.


"Niat gue baik, bersyukur aja kenapa?".


"Pajak jadian ya Kak?" goda Lolly.


"Lo tuh ya Cin, giliran kabar bahagia aja di umpetin. Masak lo tega sohib lo dengar dari orang lain?" omel Ajeng sambil mengaduk nasi campurnya.


"Ya seenggaknya kan lo udah tahu" sahut Cinta cuek.


"So? Gimana sama hasilnya Cin? " tanya Dika.


Cinta menaruh sendok dan garpunya lalu menatap para sahabatnya "Gue udah resign".


Ajeng, Dika dan Lolly langsung terdiam sambil menatap Cinta. Cinta menarik nafasnya sebentar " Ini udah keputusan final buat gue, sorry kalau mendadak ngabarin lo bertiga. Setelah gue pikir-pikir, lebih baik gue mundur aja" sambungnya.


"Cin lo bener-bener ya" gemas Ajeng yang masih syok.


Cinta tersenyum "Mau gimana lagi Jeng? Gue capek kayak gini terus, kayaknya gue nafas aja salah. Gue pengen hidup tenang, gue cuma resign dan kita masih bisa main atau nongkrong bareng kok".


"Tapi kenapa baru sekarang lo ngomongnya Cin?" tanya Dika.


"Kemarin gue pusing banget, belum lagi dapat masalah yang tiba-tiba begini. Ya meskipun gue emang gak bersalah, tapi kan jatohnya tetap kena mental gue".


" Gue juga enggak nyangka kalau Meta tega gitu sama lo, pengen aja gue jambak rambutnya. Tapi gue ingat kalau gue lagi hamidun" sahut Cinta.


"Jadi kak Cinta fix untuk resign? Kapan kak rencananya?" tanya Lolly.


"Besok gue beresin barang-barang gue, kayaknya besok gue udah enggak kerja lagi".


" Secepat itu? Terus sehabis ini lo mau ngapain?" tanya Dika.


"Rencananya gue mau ikut Job di studio Aw, ambil job foto sama edit video. Lumayan hasilnya, masih bisalah Ngehidupin gue yang sendirian" jawab Cinta.


"Apapun keputusan lo gue tetap dukung lo Cin, kalau gue jadi lo mungkin gue ambil keputusan yang sama. Seenggaknya lo juga bisa menghindari fans fanantik lo itu" ucap Ajeng.


"Itu juga salah satu alasan gue Jeng, capek banget menghindar dari orang kayak gitu. Tapi lo semua tenang aja, kalau apartemen gue udah selesai renovasi, kalian bebas main ke sana".


Mereka melanjutkan makan siang, karena Cinta tidak mau terlalu terlarut dalam perbincangan ini. Ia juga tidak mau para sahabatnya telat masuk kerja.


..........


" Cinta? "

__ADS_1


'Ya ampun kenapa gue harus ketemu dia sih?! " omel Cinta dalam hati.


Cinta melihat Fajar keluar dari lift lalu lelaki itu menghampirinya dengan wajah yang tidak bisa di tebak.


"Kamu kemana aja? Aku khawatir sama kamu".


" Saya baik-baik aja Dok, saya duluan ya" Cinta berusaha cepat pergi dari hadapan Fajar.


"Sebentar Cinta, saya ingin ngomong sesuatu sama kamu" Fajar menahan tangan Cinta.


"Tentang apa ya Dok?" balas Cinta langsung.


"Bukan di sini Cin, please ikut aku yaaa. Sekali ini aja" pinta Fajar.


"Oke" sahut Cinta yang sudah sangat malas berdebat dengan Fajar.


Fajar mengajak Cinta ke rooftop rumah sakit, tidak lupa Cinta mengirim pesan ke Husein untuk mengabari kalau dirinya dan Fajar akan ke rooftop. Biar bagaimanapun Cinta tetaplah perempuan, dan ia tidak tahu kapan Fajar bisa menjadi gila di saat mereka berduaan.


"Aku kangen banget sama kamu Cin" ucap Fajar saat mereka sudah ada di rooftop, Cinta tidak menanggapi ucapan Fajar barusan.


"Kamu ganti cat warna rambut ya? Kamu semakin tambah cantik, aku makin suka" Fajar menatap Cinta sambil tersenyum.


"Soal masalah kemarin aku minta maaf ya".


" Kenapa mesti Dokter yang minta maaf? Kan emang kesalahan saya" jawab Cinta.


Fajar menggeleng "Bukan kamu Cin, ini hanya kesalah pahaman. Aku juga enggak nyangka kalau Dokter Harianja langsung skors kamu. Tapi..... aku bingung, Dika dapat darimana video CCTV itu?".


" Dari pacar gue lah! " sahut Cinta dalam hati.


"Tapi kamu tenang aja, Meta sudah di kasih hukuman dari Dokter Harianja. Kamu udah bisa balik kerja Cin, akhirnya kita bisa sering ketemu lagi di rumah sakit. Soalnya orang-orang laboratorium enggak mau kasih tahu alamat kamu".


Fajar menatap Cinta tidak percaya "Kalian tinggal berdua?".


Cinta mengangguk " Abi kemarin udah mengajak saya ke jenjang serius, karena itu dia mengajak saya untuk tinggal bersama" jawabnya.


Fajar membuang wajahnya sambil terkekeh kesal "Rupanya sudah sejauh itu ya hubungan kalian? Apasih yang kamu lihat dari Abi?".


" Abi orang yang gentleman, sederhana dan emang sudah membuat saya jatuh cinta".


Fajar mengangguk "Kamu bahagia dengannya?".


" Sangat bahagia" jawab Cinta dengan tegas.


"Berarti usaha aku selama ini sia-sia ya Cin?"


"Saya tidak pernah menyuruh anda berusaha untuk saya Dok".


Cinta merasakan ada getaran di ponselnya, ia menatao nama Husein menelpon dirinya " Saya pamit undur diri Dok, Dokter Husein menunggu saya di ruangan. Permisi" Cinta segera pergi tanpa persetujuan dari Fajar.


Fajar menatap punggung wanita yang selama ini ia kejar namun berakhir sia-sia "Kalau itu mau kamu Cin, apa boleh buat?" ucapnya sambil tersenyum licik.


Cinta membuka pintu rooftop, ia melihat Husein sedang bersandar di dinding sambil bersedekah tangan.


"Jadi udah jatuh cinta nih sama Abi?" goda Husein.


Cinta mendengus "Teman lo tuh ngeselin" omelnya sambil menuruni tangga.


"Jadi dia udah menyerah sama lo? ".

__ADS_1


Cinta mengangkat kedua bahunya " Gue berharap sih iya, thanks ya Hus. Kalau enggak ada lo, gue bakalan lama di kepoin sama dia".


"Iya sama-sama, tapi dia udah tahu kalau lo mau resign?".


Cinta menggelng " Biarin aja, bodo amat".


"Ya udah, Hati-hati dijalan" pesan Husein sambil mengacak rambut Cinta.


"Yo'i, byee" Cinta melambaikan tangannya kepada Husein, dan di balas dengan Husein.


"Semoga aja lo beneran mau di ajak Abi ke jenjang lebih serius Cin" gumam Husein saat melihat sahabatnya masuk ke dalam lift.


............


Cinta yang baru bangun tidur menatap layar ponselnya, ada beberapa panggilan masuk dan beberapa pesan. Ia membuka pesan dari Abi terlebih dahulu.


Abi 🖤 :


Assalamu'alaikum sayang, kamu udah bobo ya? Kamu baik-baik aja kan? Maaf ya kalau chat kamu tadi sore enggak aku balas. Soalnya aku mendadak ada rapat lagi, dan aku enggak bisa balik ke Jakarta malam ini. Tapi besok aku udah balik kok, jangan marah ya. I miss you 💕


Cinta tersenyum melihat pesan dari kekasihnya itu, Cinta juga tidak sadar kalau Abi emang tidak pulang. Karena semalam Cinta tidur cepat, ia merasa kalau dirinya sangat lelah. Lalu Cinta ke pesan berikutnya, di mana ada Ibu Ratna mengirimnya pesan.


Ibu Ratna :


Assalamu'alaikum Cinta, Cin sore nanti kamu datang ke rumah sakit ya. Kebetulan kita mau ngadain acara kecil-kecilan, biar bagaimanapun kamu karyawan yang sangat teladan. Anggap aja ini acara kami melepas kamu, OK.


Saat ingin membalas, Cinta melihat Abi menelpon dirinya, dengan cepat ia angkat video calltersebut.


"Assalamu'alaikum" sapa Cinta, ia bisa melihat wajah bantal Abi sambil memeluk guling.


"Wa'alaikumsalam, baru bangun?" tanya Abi dengan wajah tersenyum.


"Iya, baru aja aku mau balas chat kamu. Maaf ya tadi malam aku tidur cepat, jadi enggak angkat telepon kamu".


" Enggak apa-apa seenggaknya aku lega kalau kamu baik-baik aja".


"Kamu jam berapa pulang?".


" Maunya pagi ini, tapi jadwal pesawat ke Jakarta semuanya sore. Mau enggak mau aku sore pulangnya, padahal mau ketemu kamu".


Cinta tersenyum "Ya udah, nanti kabarin aja ya. Oh iya Bi, nanti sore Ibu Ratna ngajak aku ke Rumah sakit. Katanya mereka mau buat acara kecil-kecilan untuk perpisahan aku".


"Ya udah pergi aja, biar bagaimanapun mereka itu udah mengisi hari-hari kamu loh. Maaf ya aku enggak bisa nemenin".


" Iya, enggak apa-apa Bi. Terus Rencana kamu habis ini ngapain?".


"Paling turun sebentar buat sarapan, habis itu balik tidur lagi. Rapat seharian bikin badan aku capek semua".


"Makan yang banyak ya Bi, biar enggak sakit".


" Makasih sayang, kamu juga. Sarapan gih sana"


Berusaha membiasakan tapi rasanya masih sama, jantung Cinta berdebar saat Abi memanggilnya sayang.


"Ya udah, kalau gitu aku tutup ya. Tunggu aku pulang, I love you".


" I love you too, Bi" balas Cinta sambil tersenyum.


Layar ponsel pun mati, Cinta meletakkan ponselnya di atas nakas lalu ia bangkit dari tempat tidurnya dan bergegas untuk ke kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2