
...'Bun, aku masih tak mengerti banyak hal...
...Semuanya berenang di kepala'...
...- Bertaut, Nadin Amizah -...
Cinta berjalan menuju sofa, ia letakkan secangkir kopi di dekat Bima. Satu gelas jus mangga, ia letakkan dekat Indy.
"Silahkan Om, Tan di minum. Maaf ya kalau gak enak, hehe".
"Tante sama Om, kayak lagi di cafe Cin" jawab Indy sambil tersenyum.
Cinta terkekeh, ia duduk di single sofa "Sebelumnya maaf ya Om, Tante. Cinta udah lancang bawa Abi ke apartment Cinta, soalnya tadi malam Cinta juga bingung. Cinta gak tahu kode password unit apartmentnya Abi. Kebetulan banget sahabat kita semua lagi punya urusan masing-masing yang gak bisa di tinggalin".
"Gak apa-apa Cinta, selama kamu dan Abi melakukan yang wajar. Om dan Tante tidak masalah. Kalian sudah dewasa, tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Jujur Tante, sangat berterimakasih sama kamu. Karena udah mau rawat Abi, Abi kan kalo sakit suka..." Indy terdiam sejenak, ia bingung mau berbicara kepada Cinta.
Cinta tersenyum "It's oke Tan, Abi sama Cinta kalo sakit emang sama kok. Cinta kalo sakit juga gitu, bahkan lebih parah. Abi pernah ngerawat Cinta" jawabnya.
"Oh ya? Tapi Abi gak pernah macam-macam sama kamu kan Cin?" tanya Bima.
"Gak pernah kok Om, sahabat Cinta semua udah tahu juga. Kebetulan Husein juga yang nyuruh Abi. Jadi, Abi mau gak mau harus lakuin".
"Gimana ya Cin? Tante udah berusaha membujuk Abi untuk mencari pendamping hidup. Bukan karena Tante mau cepat - cepat nimang cucu, tapi kalau Abi sakit gini. Tante gak was-was lagi, Abi kalo udah kerja... Dia gak perduli lagi sama kesehatannya. Biar Abi ada yang urusin, ada yang jagain dia juga. Tapi Abinya selalu nolak kalo Tante mau jodohin" curhat Indy.
"Abi pernah cerita kok Tan, ya... gimana ya? Menurut Cinta, Abi sekarang mau sukses dulu, nikmatin proses yang dia bangun dulu. Kalau semuanya udah buat Abi sedikit merasa tenang, mungkin Abi juga akan cepat cari jodohnya. Cari jodoh kan, sama kayak cari uang Tan. Bersulit-sulit dahulu, bersenang-senang kemudian" jawab Cinta.
Bima dan Indy terkekeh "Kalau nak Cinta sendiri bagaimana? Apakah sudah punya pacar?" tanya Bima.
Cinta tersenyum "Kalau Cinta sih, mau kumpulin uang banyak-banyak dulu. Nikmatin masa-masa muda Cinta dulu".
"Loh, kenapa mau ngumpulin uang banyak-banyak? Mau buat rumah?" tanya Indy.
Cinta menggeleng "Biar Cinta bisa traveling keliling dunia".
"Traveling keliling dunia?" beo Bima.
Cinta mengangguk "Impian dari kecil Om, jadi karena udah bisa cari uang sendiri. Cinta harus rajin nabung".
"Belum mau menikah?".
__ADS_1
"Belum kepikiran sih sekarang Tan, mungkin 5 atau 7 tahun yang akan datang".
"Cinta, Tante mau tanya sesuatu sama kamu. Tapi... kamu jangan merasa tersinggung ya. Terserah kamu mau jawab atau nggak" ucap Indy dengan nada serius.
"Silahkan Tante".
"Hmmh... Kamu tidak tinggal bersama orangtua kamu?Atau kamu merantau?".
Cinta tersenyum "Cinta tinggal sendiri Tan, Cinta asli Jakarta".
"Orangtua kamu...Maaf, meninggal?".
"Kadang Cinta mikirnya gitu Tan, tapi.... kadang Cinta berharap mereka masih hidup".
"Maksud kamu?" Bima ikut kepo.
"Dari kecil, Cinta tumbuh di panti asuhan. Cinta gak pernah tahu siapa orangtua Cinta. Sampai akhirnya Cinta di adopsi oleh seorang Nenek. Cinta di rawat dan di besarkan sama Almarhumah Nenek, sampai Cinta masuk kuliah. Tapi beberapa tahun yang lalu, Nenek meninggal. Cinta sedih banget, karena yang care sama Cinta cuma Nenek. Sedangkan anak-anaknya, gak suka sama Cinta".
"Sampailah ke pembagian warisan, ternyata nama Cinta masuk ke dalam daftar warisan. Cinta mendapatkan satu rumah Nenek dan 60% saham perusahaan. Tapi Cinta gak mau nerima itu semua, Cinta cuma mau biaya kuliah sampai tamat sama satu unit apartment dan satu mobil. Sampailah Cinta kerja dan bertahan sampai sekarang".
"Maafin Tante ya Cin, jadinya kamu sedih".
"Jujur, Tante salut banget sama kamu. Menghadapi kerasnya kehidupan seorang diri".
"Cinta juga bersyukur banget karena punya sahabat seperti mereka Tan. Kalau tanpa mereka, Cinta mungkin gak bisa lanjutin hidup".
"Ngomong-ngomong kopi buatan kamu enak Cin, boleh dong Om ngopi gratis" ucap Bima sambil tersenyum.
Cinta terkekeh "Kalau Om sama Tante mau mampir, calling Cinta aja. Mumpung nongkrongnya gratis".
Kedua orangtua itu tertawa mendengar ucapan Cinta, merekapun melanjutkan perbincangan dengan topik yang bermacam-macam.
...🍃...
Abi mengerjapkan kedua matanya, ia mencoba mengembalikan kesadarannya. Abi menatap ke sekeliling kamar.
"Oh iya, gue masih di apartment Cinta" bisiknya dengan lirih.
Abi mencoba duduk, rasa pusingnya sudah tidak seperti tadi malam. Abi mendengar suara gelak tawa dari luar kamar.
__ADS_1
Abi mencoba berdiri dan berjalan dengan perlahan, ia buka pintu kamar secara perlahan. Ia tatap ketiga orang di ruang tamu tersebut, sambil menonton TV dan ada yang duduk di sofa dan ada yang berbaring di sofa satunya.
"Ayah, Bunda?" beo Abi.
Ketiga orang tersebut menoleh ke arah Abi yang terlihat rambutnya acak-acakkan.
"Udah bangun kamu?" tanya Bima.
Abi mengangguk, ia pun mendekati kedua orangtuanya dan duduk di samping Indy.
Indy langsung meraba kening Abi "Tinggal hangat sedikit, mau makan?" tanyanya.
Abi mengangguk dengan lemas, sambil menaruh kepalanya di pundak Indy.
"Biar Cinta ambilin Tan" Cinta langsung berdiri dari tempat duduknya.
Setelah ia mengambil satu mangkuk sayur sop, satu piring nasi dan satu gelas air mineral. Cinta kembali ke area ruang tamu,lalu meletakkan nampan di atas meja.
"Kamu makan dulu ya, habis itu minum obat" ucap Indy.
"Suapin Bun" sahut Abi dengan manja.
"Dasar manja, gak malu ada Cinta?" tanya Bima yang masih berbaring di atas sofa yang cukup besar.
Abi menegakkan kepalanya, ia melirik ke arah Cinta yang sedang menahan tawanya.
"Biarin deh Yah, kan cuma minta suapin. Bukan minta *****" sahut Abi dengan asal.
Indy memukul pelan paha Abi "Kamu ya, masih sakit udah ngelawak aja. Sini Bunda suapin" Indy mengambil piring lalu mengambil sayur sop.
Sebelum menyuapi Abi, Indy mengaduk nasi tersebut lalu ia suapkan kepada Abi.
Abi menerima suapan tersebut dan mengunyahnya dengan pelan "Enak Bun" gumamnya.
"Ya enaklah, kan Cinta yang masak" jawab Indy.
Abi mengangguk sebentar, lalu ia melanjutkan makannya sambil menonton film spiderman.
"Nanti kalau kamu cari istri, yang pinter masak gini Ab. Jangan cuma yang pinter dandan, ia kan Cin?" ucap Indy.
__ADS_1
"Maunya Bun, tapi sekarang susah".