
'kita perlu kecewa
Untuk tahu bahagia
Bukankah luka menjadikan
Kita saling menguatkan?'
-Pelukku untuk pelikmu, Fiersa Bersari-
Abi baru saja keluar dari ruang rapat, untung saja rapat hari ini hanya memakan waktu 1 jam. Abi mengambil ponsel di saku celananya, rencananya ia akan mengabari sang kekasih, namun tatapannya terhenti oleh salah 1 nomor yang mengiriminya berupa pesan dan 2 panggilan tidak terjawab dari nomor yang sama. Abi membuka chat itu.
'Ini gue Dika, sohib Cinta di Lab. Gue perlu bantuan lo, Cinta cabut hari ini karena ada masalah sama atasan. Gue yakin moodnya lagi nggak baik, cuma elo yang bisa gue harapin'
"Tristan, hasil raoat hari ini kamu rangkum aja dulu seadanya. Saya buru-buru pulang karena ada urusan, kalau ada hal yang genting kamu bisa langsung telpon saya" ucap Abi sambil memberikan beberapa berkas kepada Tristan.
"Iya Pak, baik. Hati-hati Pak" jawab tristan.
Abi langsung berjalan dengan cepat menuju basement, perasaannya tidak tenang di tambah ponsel Cinta tidak aktif.
"Cinta kamu kenapa?" tanya Abi dengan wajah yang cukup gusar.
.................
Untung saja jalanan hari ini tidak terlalu macet, mungkin semesta memang menginginkan Abi segera sampai di apartemen. Saat masuk ke dalam apartemennya, Abi merasakan sangat sunyi. Ia langsung berjalan menuju kamar Cinta, ia ketuk pintu itu namun tidak ada sahutan. Tidak punya pilihan, Abi membuka pintu itu dan melihat Cinta sedang terlelap di balik selimut. Abi masuk ke dalam kamar, dan tidak lupa menutup pintu, lalu ia melangkah mendekati Cinta yang sedang tertidur.
Ia melihat kedua mata kekasihnya itu sembab dan masih ada bekas air mata. Ada rasa khawatir di dalam hati Abi, namun ia tidak ingin membangunkan Cinta. Abi menaikan selimut Cinta, agar kekasihnya itu tetap nyenyak dalam tidurnya. Abi keluar dari kamar lalu ia mengambil ponselnya lagi, ia segera menghubungi Dika.
"Halo Bro, sorry gue enggak balas. Gue ada rapat tadi, pas liat chat lo gue langsung otw ke apart" ucap Abi.
"Its oke, santai Bi. Tapi lo udah liat kondisi Cinta?".
"Udah, dia lagi tidur. Tapi mata dia sembab, emang ada masalah apaan ?".
"Yang baru gue tahu sih, katanya Cinta salah dalam pembuatan hasil pemeriksaan. Mana pasiennya adeknya yang punya rumah sakit lagi. Dokter Harianja itu atasan kita, dia marah besar banget tadi. Dan lebih parahnya.... katanya Cinta bakalan di laporin ke pihak berwajib".
"Sebelumnya Cinta pernah punya masalah begini?" tanya Abi.
"Enggak pernah Ab, Cinta yang gue kenal itu adalah sosok petugas yang sangat teliti. Kalau feeling gue sih, ini bukan salah Cinta. Tapi... gue enggak punya bukti, gue sama Ajeng kepikiran banget sama kondisi Cinta".
"Emangnya, di lab enggak ada CCTV?".
__ADS_1
"Oh iya!!! kok gue enggak kepikiran ya Ab? Eh,, tapi percuma juga bro, hanya para petinggi yang boleh ngecek CCTV kalau ada masalah di Rumah Sakit".
"Loh, kok gitu?".
"Biasalah, kekusaan para petinggi. Karena kalau ada kasus, mereka bisa cepat hapus rekaman CCTV itu".
"Gue bakal cari cara Ka, karena Husein sekarang belum tugas. Kayaknya gue perlu bantuan lo".
"Bantuan apa nih? Kalau demi sohib gue, gue jabanin dah" sahut Dika.
"Nanti lo ke ruangan CCTV, gue bakalan kontak salah satu petugas di sana buat ngebolehin lo masuk".
"Lo punya aksesnya Ab?" tanya Dika dengan tidak percaya.
"Seluk beluk rumah sakit itu gue hapal Ka, sebenarnya gue malas ngomong gini. 70% saham gue ada di sana, tapi jangan kasih tahu siapa-siapa" pinta Abi.
"Anjir!!!! Oke!! habis dinas nanti gue bakalan ke ruang CCTV".
Abi dan Dika mengakhiri perbincangan mereka via telepon, Abi sangat berharap CCTV bisa membuktikan kalau Cinta sebenarnya tidak salah. Sekarang Abi memilih bergegas untuk membersihkan dirinya lalu membuatkan Cinta makanan.
🍃
"Hai".
Cinta langsung menoleh, ia melihat Abi sedang tersenyum sambil memangku laptop di pangkuan lelaki itu.
" Perlu sesuatu?" tanya Abi.
Cinta mencoba duduk dan bersandar di kepala ranjang "Aku laper" gumamnya dengan kedua mata sembab.
Abi tersenyum "Kamu mandi dulu ya, habis itu aku siapkan makanan kamu. Aku keluar dulu" ia mengusap kepala Cinta dengan penuh kelembutan.
Cinta mengangguk, karena apa yang di katakan oleh Abi emang benar adanya. Ia harus merasa segar, siapa tahu ia bisa sedikit melupakan kesedihannya hari ini.
Setelah 15 menit, Cinta merasa sedikit segar ia pun sedikit memakai liptint agar terlihat semakin segar namun tidak dengan kedua matanya. Cinta keluar dari kamarnya, ia melihat Abi sedang duduk di depan ruang TV. Cinta menghampiri kekasihnya itu dan duduk di samping Abi.
"Mau langsung makan atau nanti?" tanya Abi.
"Mau makan sekarang aja, tapi aku lagi malas masak" jawab Cinta.
"Udah kamu duduk aja di sini" Abi bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju ruang makan.
__ADS_1
Cinta menurut, ia mengambil remot TV dan mencari film yang menurut bagus untuk di tonton. Tidak lama Abi membawa 1 nampan piring dan 1 gelas air putih. Cinta melihat kalau di dalam piring itu ada sayur bening dan ayam goreng.
"Kamu tadi masak?" tanya Cinta.
Abi mengangguk "Iya, soalnya aku tadi pulang cepat" ia mengaduk nasi dan labu kuning lalu menyiapkan ke Cinta.
Cinta menerima suapan itu, mengunyah sebentar agar masuk ke dalam pencernaannya "Katanya kamu hari ini ada rapat?".
" Udah selesai sayang " jawab Abi dengan lembut
Cinta menangkup wajahnya untuk menutupi kedua pipinya, Cinta masih belum terbiasa saat di panggil sayang oleh Abi.
"Nta, dalam sebuah hubungan yang langgeng itu kuncinya selain saling percaya, terus juga saling jujur" ucap Abi sambil menyuapi Cinta.
Cinta terdiam, ia teringat lagi dengan masalah di laboratorium tadi "Aku emang lagi ada masalah Bi" sahutnya dengan wajah murung.
Abi meletakkan piring di atas meja, lalu ia menggenggam tangan Cinta "Ceritain aja Nta".
Cinta mulai bercerita tentang masalah yang menimpanya, bagaimana marahnya Dokter Harianja, belum lagi ia akan di laporkan kepada pihak berwajib. Abi mengelus tangan Cinta dengan lembut sambil menatap wajah sang kekasih.
" Aku... Aku enggak Terima Bi, aku enggak salah. Hari ini aku sama sekali enggak ada pegang komputer, tapi kenapa itu nama aku yang tercantun?" Cinta mulai meneteskan air mata.
Abi membawa Cinta dalam dekapannya lalu mengelus punggung Cinta dengan pelan "Allah enggak tidur Nta, mungkin sekarang kamu lagi di uji. Tapi aku yakin, kamu enggak salah. Percaya sama aku ya".
" Aku takut Bi... aku takut kalau aku di pecatttt".
"Heii, kalaupun kamu di pecat. Kantor Aw bakal nerima kamu dengan pintu terbuka. Atau kamu mau jadi sekretaris pribadi aku? Aku sih mau-mau aja, biar kita berdua terus" jawab Abi.
Cinta melepaskan pelukkannya "Iihhh kamu mahhhh" kesal Cinta.
Abi tertawa, ia kembali memeluk Cinta "Iya maaf ya, ya udah sekarang kamu rileks aja. Enggak usah terlalu di pikirin, anggap aja kamu 3 hari ini liburan. Atau kamu mau liburan ke luar kota?".
" Enggak tahu, kayaknya aku pengen di apartemen aja deh. Maraton drakor" jawab Cinta.
Abi mengusap air mata Cinta, lalu ia tangkup pipi putih chubby itu "Jangan nangis lagi ya, aku enggak suka. Aku percaya kamu, kamu enggak salah. Terimakasih ya udah cerita jujur tentang masalah kamu" Abi mengecup kening Cinta cukup lama.
Cinta sedikit kaget, namun ia harus membiasakan dirinya meskipun perasaannya berdebar "Di jidat aja?" tanya Cinta dengan wajah polosnya.
Abi menyentil kening Cinta "Pengen sih di bibir, tapi nanti aja nunggu sah " bisik Abi.
Perasaan Cinta semakin berdebar tidak karuan, lagian salahnya juga menanyakan hal yang aneh.
__ADS_1