Touch My Heart!

Touch My Heart!
Bab 13


__ADS_3

...'Kau genggam tanganku...


...Saat diriku lemah dan terjatuh...


...Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku'...


...-Sempurna, Andra & The Backbone-...


Abi mengerjapkan kedua matanya, ia merasa ada 2 tangan yang memeluknya.


Di normalkannya pencahayaan ruangan tersebut, saat itu ia melihat Cinta yang masih memejamkan kedua matanya.


Pandangan Abi turun ke bawah, tangan putih mulus itu melingkar di pinggangnya yang polos tanpa selimut dan t-shirt.


Abi menatap Cinta lagi, ia merasa debaran di dalam dadanya "manis" bisiknya dalam hati.


Abi berusaha membuyarkan pikirannya, ia menatap jam dinding.


"Jam 9? Nyenyak banget gue tidur" gumamnya dalam hati.


Abi berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Cinta secara perlahan. Setelah berhasil, Abi secepat mungkin mengenakan t-shirt hitamnya dan keluar dari kamar tersebut.


Saat ia menutup pintu, ia di kagetkan dengan kehadiran kedua sahabatnya yang asyik bermain PS.


"Sejak kapan Lo berdua di sini?" Tanyanya sambil menggaruk kepalanya.


Husein mempausekan game PS nya, ia menatap Abi "Satu jam yang lalu".


Abi mengangguk "Tanya sama receptionis ya, jadinya Lo berdua bisa masuk?".


"Tuh si Mas Husein yang mencet" sahut Shilla.


"Password Lo gak berubah, gue cuma nebak".


"Cinta masih tidur?"tanya Shilla.


"Iya, mau Lo bangunin?".


"Satu jam lagi deh, Lo mandi sana" suruh Husein.


"Gue tinggal bentar ya" pamitnya dan di jawab dengan anggukan kepala Husein dan Shilla.


...🍃...


"Ab..." Panggil Husein saat mereka asyik bermain PS.


"Apaan?" Tanya Abi dan tatapannya fokus ke televisi.


"Gimana rasanya ngerawat Cinta?".


"Biasa aja sih, dia gak ngigo atau apapun".


"Oh... Gak rewel ya?".


"Nggak, pulas banget dia tidur".


"Terus.... Gimana rasanya tidur sambil di peluk Cinta?".


GOLLLL!!!!


"****!!!" Maki Abi, sedangkan Husein tertawa.


"Gimana? Peluk Cinta?" Tanya Abi sekali lagi.


"Iya, tidur satu ranjang sama Cinta terus dapat pelukan dari Cinta. Emang sih, enak banget cuacanya tadi malam Ab" goda Husein.


Abi melengos "Namanya juga orang tidur, kadang gak sadar. Tapi beneran, gue gak tahu Hus. Lagian gue gak ambil kesempatan dari Cinta".


"Nyentuh dikit juga gak apa-apa Ab" bisik Husein.


"Anju! Gila Lo?! Gak lah, gue tahu batasan. Yang ada Cinta marah" sahut Abi dengan kesal.


Husein tertawa lagi "Tapi... Lo cowok beruntung tau".


Abi menatap Husein dengan bingung "beruntung? Kok bisa?".


Husein menyandarkan badannya di sofa "Banyak cowok yang berjuang untuk dapetin perhatian Cinta, tapi sayang mereka gak pernah berhasil. Sedangkan elo.. yang baru dekat sama Cinta, eh... Malah udah dapat pelukan. Jackpot banget Lo!".

__ADS_1


Abi sekali lagi berdecak " Udah gue bilang, gue gak ada niat macam-macam. Gue cuma nolongin dia, toh... Pelukan itu gue dapat perintah dari elo sendiri".


"Iya sih Ab, tapi gak tahu kenapa gue seneng aja liat Lo berdua. Kalo suatu saat Lo jodoh sama dia mau gak?"


Abi berpikir sejenak "Gue gak mau munafik Hus. Cinta itu perempuan perfect meskipun gue tahu dia pasti ada kurangnya. Cinta itu perempuan baik meskipun kadang terlihat cuek. Cinta itu cantik dan pekerja keras, cuma itu yang bisa gue nilai sekarang. Cowok manasih yang bisa nolak pesona dia? Kecuali Lo bertiga.."


"Untuk masalah jodoh.. gue gak tahu, gue gak mau berharap banget atau gue pura-pura nolak. Intinya gue sama Cinta sekarang statusnya berteman".


"Lo gak mau coba Ab? Siapa tahu beruntung".


"Beruntung ataupun nggak, gue cuma selalu berdoa supaya dapat jodoh yang baik dan sayang sama orang tua gue. Untuk masalah mencoba.... Lo tahu kan daya pikat gue gimana?" Tanya Abi sambil tersenyum ke Husein.


Husein terkekeh "Iya... Iya... Gue dukung deh Lo berdua" sahut nya.


...🍃...


Di dalam kamar ada Cinta dan Shilla. Shilla membangunkan Cinta dan menanyakan keadaannya serta membantu Cinta untuk berjalan ke kamar mandi.


Setelah mandi dan merasa sangat segar, Cinta dan Shilla kini duduk berdu di sisi ranjang.


"Cin, gimana di rawat sama Abi? Dia gak macam-macam kan? Maaf ya, tadi malam aku mual banget, jadinya Mas Husein gak bisa rawat kamu".


"Iya gak apa-apa, tapi Lo gak apa-apa kan Shil?".


"It's oke, bawaan bayi hehe. Jadi gimana ? Abi gak aneh-aneh kan?".


Cinta terdiam sejenak "Seingat gue, Abi gak macam-macam kok. Malahan gue yang gak enak sama dia, malu juga sih. Lo tahu sendiri kan gue sakit gimana?".


Shilla mengangguk "Tapi aku sama Mas Husein bersyukur karena adanya Abi. Abi orang yang tepat".


Cinta menatap Shilla bingung "Tepat? Tepat kenapa?".


"Ya tepat.... Dia itu tipikal orang yang sigap dan cekatan. Kita berenam sahabatan sama Abi kan 4 tahun. Jadi tahulah Abi itu gimana. Tapi gimana rasanya di peluk sama Abi?" Shilla tersenyum jahil.


"Ahhh.. itu juga... Lo tahu gak sih, jam 3 subuh gue kebangun. Terus ada sticky note di mug, nih Lo baca deh" Cinta memberi sticky note berwarna kuning kepada Shilla.


Shilla menerima dan langsung membacanya, sontak Shilla tertawa.


"Ya ampun si Abi... Aduh perut ku hahaha. Si Abi emang bener-bener. Kamu tau, tadi malam aja dia minta izin sama Mas Husein, buat rawat sama meluk kamu. Mas Husein bilang ke aku, 'Tau gak sayang, aku berasa jadi Bapaknya Cinta. Si Abi emang bener-bener tuh anak' gitu".


"Satu yang kamu tahu Cin, meskipun Abi tengil. Dia itu sangat menghormati wanita, meskipun masa lalunya dia di khianati".


Cinta terdiam sejenak. Shilla benar, terbukti dengan perilaku Abi selama ini. Bahkan menurut Cinta, Abi itu sosok pria penuh kejutan.


...🍃...


"Loh Abi mana Mas?" Tanya Shilla saat Cinta dan ia keluar dari kamar.


Husein menoleh "Lagi di kamar, katanya ada urusan. Gimana Cin, masih panas?".


Shilla duduk di samping Husein "Masih anget aku pegang tadi Mas".


"Iya, badan gue belum fit 100%. Bentol-bentol merahnya juga masih ada" sambung Cinta.


"Ya udah, sarapan dulu terus minum obat lagi. Gue udah izinin Lo ke Laboratorium untuk istirahat total 3 hari".


"Thanks mas Husein" sahut Cinta dengan nada imutnya.


"Cukup Shilla aja panggil gue Mas, gue jijik dengar Lo manggil gue gitu".


"Awas, nanti anak Lo mirip gue mampus Lo!".


"Astaghfirullah! Amit-amit jabang bayi, mulut Lo Cin" omel Husein.


Tidak lama ada suara langkah sepatu turun dari tangga, Cinta bisa melihat Abi berjalan dengan tergesa-gesa.


Ada yang berbeda dari penampilan Abi. Hari ini penampilan Abi sangat rapi dengan 1 setel jas berwarna abu-abu gelap yang pas melekat di tubuhnya.


"Sorry, gue tinggal dulu ya. Ada rapat dadakan".


"No problem, gue lagi libur juga. Santaii... Kayak apaan aja sih Lo" sahut Husein.


Abi menoleh ke Cinta "Nta di atas meja ada bubur di beliin Husein tadi pagi. Udah gue angetin kok".


"Iya, thanks Bi".


"Udah, kita jagain Cinta kok. Gak usah khawatir" sahut Husein dengan senyum jahilnya.

__ADS_1


"Ck! Jangan ngaco Lo, gue pergi. Assalamualaikum" pamitnya.


"Waalaikumsalam" sahut mereka bertiga .


Kini tinggalah mereka bertiga "Udah makan sana, Abi perginya gak lama kok" goda Husein.


Cinta melirik sinis Husein "Gue doa'in anak Lo mirip gue".


"CINTA!!!" pekik Husein dengan kesal, sedangkan Shilla menggelengkan kepalanya dengan lelah.


...🍃...


"Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam" sahut Cinta saat melihat sosok Abi masuk ke dalam apartemen.


"Husein sama Shilla udah pulang?".


"Udah, Shilla pusing terus gue suruh pulang aja. Lo... Mau makan?".


"Lo belum masak kan?" .


Cinta menggeleng "Tapi kalau Lo mau makan, gue masa..."


"Gak usah, gue pesan aja. Lo masih belum pulih, lo mau apa?".


"Apa aja yang penting nasi, bubur tadi pagi cuma lewat bentar doang".


Abi merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya "Lo pesan gih, gue kebelet. Seterah Lo pesan apa, yang penting gue lalapan".


Cinta menerima ponsel Abi tersebut, Abipun langsung berlalu untuk naik ke atas. Cinta mencoba menyalakan ponsel Abi, bisa Cinta lihat wallpaper ponsel Abi. Yaitu foto saat mereka berdelapan saat di atas roof top Mall Ananta.


Lalu ada 1 notifikasi chatting.


Sekretaris Tristan :


'Selamat siang Pak Ananta, ada beberapa file yang harus bapak paraf Sekarang. Apakah boleh saya ke apartemen milik bapak untuk bertemu sebentar?'.


"Milik bapak? Ooh mungkin unit apartemen Abi kali ya?" Bisik Cinta.


Tidak lama ada 1 notifikasi lagi muncul.


Lucas :


Bro, gue mau beli apartemen nih tapi di lantai 1 ada gak? Soalnya kasian istri gue kalau naik turun lift. Kalau ada kabarin ya, harga bisa nego kan? Hehehe'.


"Udah di pesan Nta?".


Cinta terkesiap, ia langsung menoleh ke samping. Abi tampak lebih segar dengan baju santainya.


"Belum hehehe".


"Loh kenapa? Perasaan saldo gue masih ada".


"Pas gue mau buka aplikasi pemesanan ada 2 notifikasi chat di ponsel Lo. Terus gak sengaja kebuka sama jempol gue. Sorry ya Bi, nih Lo pesan deh".


Abi terkekeh "Santai, kayak apaan aja sih" Abi melihat isi pesan chat tersebut.


Sedangkan Cinta kini masih bertanya-tanya di dalam benaknya.


"Halo Cas? Lantai 1? Bentar gue Check" Abi menjauhkan ponselnya "Nta boleh pinjam remote sebentar?".


Cinta mengangguk dan ia memberikan remote TV kepada Abi.


Abi langsung mengubah channel TV tersebut menjadi tampilan beberapa file. Dengan lincah ia membuka file-file tersebut.


Cinta bingung melihat isi file-file tersebut.


"Di lantai 1 ada 2 sih yang kosong. Iya, istri Lo kan lagi hamil besar. Harga? Gak ada discount hahaha, becanda elah. Iya nanti gue chat, potongan harga spesial buat Lo. Tapi ingat bayar pajak... Sip... Waalaikumsalam".


Abi mengakhiri sambungan seluler tersebut lalu dengan lincah ia mengetik di layar ponsel.


"Halo Surya, untuk apartemen nomor 5 jangan di isi dulu ya. Saya minta tolong, kamu cek apartemen itu. Jika ada yang rusak kasih tahu saya. Baik, terimakasih".


Abi menaruh ponselnya di atas meja, lalu mengembalikan channel ke awal yang di tonton oleh Cinta.


Abi menoleh ke Cinta "Kenapa Nta, pusing?"

__ADS_1


__ADS_2