Touch My Heart!

Touch My Heart!
Bab 29


__ADS_3

...'I can't show you how to love yourself...


...But I promise you...


...I'll be the one by your side'...


...-Keep Your Self, Yahya-...


Abi menatap layar ponselnya sambil merebahkan dirinya di atas kasur. Abi dan Cinta memutuskan untuk pulang ke Apartemen, sedangkan para sahabatnya memilih tidur di hotel.


Selama di jalan pulang, Abi dan Cinta berbincang tentang rangkaian acara kedua sahabat mereka itu. Mereka berdua lega, akhirnya Shilla bisa mendapatkan pertanggung jawaban dan Husein.


"Enggak kerasa bulan depan kita banyak job Nta" ucap Abi saat mereka menunggu lampu hijau.


"Iya, 1 bulan ada 2 calon pasangan pengantin yang mau nikah. Ya ampunnn, fitting lagii" jawab Cinta dengan nada sedikit frustasi.


"Cuma kali ini aja Nta, ya seenggaknya lo belajar dari sekarang. Gimana sulitnya mempersiapkan pernikahan".


" Iya lo bener Bi, nyiapin pernikahan ternyata enggak segampang yang gue kira. 2 kepala yang berada pendapat tapi harus bisa menjadi 1 tujuan. Gilaa, gue bisa enggak ya nanti?" Cinta mencoba membayangkan.


Abi tersenyum "Mungkin tergantung cara ngatasinnya bagaiamana, itu kan baru mengurus pernikahan. Terus nanti kalau lo udah berada di dalam rumah tangga, bakalan sering cek cok juga".


" Orangtua lo gitu ya Bi?".


"Nta, beda pendapat dalam rumah tangga itu udah hal yang biasa. Tapi, tergantung lo mau menanggapi perdebatan itu bagaiamana. Apakah elo mau mendengarkan atau lo tipe orang yang enggak bisa di bantah".


" Semoga gue dapat suami yang sabarnya seluas laut samudera ya Bi".


"Amin ya rabbal alamin"


"Tenang aja Nta, gue sabar juga kok orangnya" sambung Abi dalam hati.


Abi masih tersenyum sambil menatap layar ponselnya, di mana ia bisa berfoto berdua bersama Cinta. Itu juga berkat usaha para sahabatnya, yang menyuruh Abi dan Cinta berfoto.


"Pengen banget gue upload di sosmed, tapi...... gue takut Cinta marah" gumam Abi.


Abi menghelakan nafasnya, ia pun memilih meletakkan ponselnya ke atas nakas samping tempat tidurnya. Lalu ia menarik selimut berwarna abu-abu, kemudian memejamkan kedua matanya.


🍃

__ADS_1


Cinta meregangkan badannya, ia sangat merasa remuk di seluruh badan. Kebetulan ia kedatangan bulan, jadi tidak sholat subuh.


Cinta menatap jam di layar ponselnya "Hah masih jam 6?" tanyanya.


Cinta menajamkan kedua telinganya "Mantap, hujan lagi. Nambah durasi tidur ah" ucapnya.


Sebelum ia memejamkan kedua matanya kembali, Cinta memilih melihat notifikasi di ponselnya. Cinta mengernyitkan dahinya saat melihat akun sosmednya sedikit aneh. Cinta membuka akun sosmednya, ia melihat kalau Aw menandak namanya di sebuah instastory.


Cinta melihat status Aw, ia melihat kalau ada dirinya dan Abi yang sedang berdansa. Seketika Cinta mengingat sesi berdansa, awalnya Cinta dan Abi tidak mau. Tapi Para sahabatnya sangat semangat menarik mereka berdua.


"Gimana nih Bi? Gue enggak bisa dansa" ucapnya saat berhadapan dengan Abi.


"Ikutin gerakan kaki gue aja, enggak usah gugup" Abi menenangkan Cinta.


Cinta menarik nafas agar dirinya sedikit tenang, sedangkan para sahabatnya tersenyum puas melihat Cinta gugup.


"Nta gue izin ya pegang pinggang lo" ucap Abi.


"Lah, dari tadi juga lo pegang pinggang gue kok".


" Itu pengecualian Nta kan akting"


Cinta juga baru ingat kalau setiap sentuhan yang di berikan oleh Abi, hanya akting belaka. Untuk meyakinkan seorang Fajar, kalau ia sudah mempunyai kekasih.


"Rileks aja Nta, ikutin alur musiknya. Lumayan tahu hadiahnya" ucap Abi.


"Emang apa sih hadiahnya? Gue tanya Husein sama Shilla, kata mereka rahasia".


" Nanti juga lo tahu sendiri".


Mereka saling tatap, menyelami kedua bola mata yang sama-sama meneduhkan dan indah. Cinta baru sadar kalau kedua bola mata Abi berwarna coklat terang, dan Cinta yakin kedua bola mata itu akan semakin indah jika terkena sinar matahari.


"Cinta, apa gue bisa buat lo jatuh cinta sama gue? Gue pengen berjuang lebih dari ini. Tapi gue takut lo malah menghindar dan kita akan jadi 2 orang asing. Gue enggak mau Nta" gumam Abi dalam hati.


"Bi, terimakasih sampai saat ini lo masih mau bantu gue. Kata mereka, gue harus membuka hati buat lo. Bukannya gue enggak mau, tapi gue enggak tahu caranya. Lagian juga, emangnya lo mau sama gue yang asal usulnya enggak jelas gini? Gue harus gimana Bi? "


Alunan musik berhenti, mereka berdua tidak sadar jika dari peserta yang ikut berdansa hanya tersisa mereka berdua. Semua mata penonton tertuju kepada mereka, tidak tinggal diam Aw merekam awal sampai akhir acara dansa itu.


"Okeee!! Kita kasih tepuk tangan dulu untuk pasangan ini!! " suara MC mengagetkan Abi dan Cinta.

__ADS_1


"Lah, tinggal kita aja nih Bi?" bisil Cinta yang sedikit malu karena menjadi pusat perhatian.


"Gue juga kaget, terlalu asyik sih dansa sama lo".


Cinta memukul lengan Abi dengan pelan, dan membuat Abi terkekeh.


" Selamat buat Abi dan Cinta, BTW ini ada hadiah dari kedua mempelai buat kalian. Silahkan naik ke atas panggung".


Abi menggenggam tangan Cinta untuk membawa ke atas panggung.


"Jadi hadiahnya Ini agak membuat saya syok ya, seandainya saya tidak jadi MC mungkin saya ikutan. Mau tau hadiahnya apaan?".


" Mau!!!! " teriak para tamu undangan.


"Hadiahnya adalah, tiket liburan ke Bali selama 3 hari 2 malam!!!!"


"Anjirrrr gue juga mau kalau gitu!!! " teriak Panji.


"Seriusan?" tanya Cinta kepada Husein.


"Iya donggg, enggak rugi kan lo ikut acaranya? " tanya Husein.


"Thankyou ya gaess, gue jadi terharuuu" ucap Cinta yang sangat bahagia, siapa yang tidak mau di kasih tiket liburan gratis?.


Cinta sangat tidak sabar untuk liburan nanti, ia sangat membutuhkan refreshing dan rehat sejenak dari kejamnya dunia. Pandangan Cinta tidak sengaja menatap bouquet bunga lily yang berwarna putih di atas nakas mejanya.


Semalam ia di paksa para sahabatnya untuk bergabung di sesi lempar bouquet. Ia juga tidak menyangka kalau, ia yang mendapatkan bunga itu.


🍃


Abi baru saja keluar dari kamar mandi, ia sangat merasa segar setelah selesai mandi. Ia menatap jam di dinding kamarnya, sudah pukul 11 siang. Sebenarnya Abi bukan tipe cowok yang suka bangun siang, cuma karena dia baru pulang dari Malaysia dan baru selesai menghadiri acara, ia merasa badannya sangat remuk.


Abi menuruni tangga, untuk berjalan ke arah dapur. Ia melihat Cinta sedang menata makanan di atas meja.


"Loh, elo masak sendiri Nta?".


Cinta menoleh "Iya, ini juga gue kesiangan bangunnya. Karena dari itu gue langsung bikin masakan makan siang".


" Lo enggak capek emangnya? Harusnya pesan makanan aja Nta".

__ADS_1


"Masak cuma segini aja kok, enggak bikin badan gue capek. Sorry ya, gue masak seadanya" Cinta sedikit meringis.


"Sedikit apanya?"


__ADS_2