
Mutia menoleh "Ya ampun Ab, kamu dari kemarin enggak setuju terus" protesnya.
"Kemarin aku udah bilang, fotonya yang simple-simple aja".
" Ini juga udah simple Abi".
"Mut, kita ini bukan muhrim. Aku enggak mau ada foto pre wedding yang cium-cium bibir gitu".
" Abi...... " Mutia merengek.
"Terserah kamu, mau foto yang kayak gitu aku mending pulang".
" Ishhh.. iya.. iyaa, enggak usah ada yang pose gitu. Terserah Cinta aja ngarahinnya gimana" akhirnya Mutia mengalah, tapi Aw yakin kalau Mutia sangat malu sekarang.
Foto sesi kedua pun di mulai, dari awal sesi foto Abi dan Mutia memang sangat lancar mungkin karena Mutia enggan untuk berkelahi dengan Abi.
Akhirnya foto pre wedding Abi dan Mutia selesai, Cinta dan kru yang lain sibuk merapikan studio karena setengah jam lagi studio itu akan di gunakan.
Tidak lama Mutia keluar dari ruangan ganti "Thanks ya untuk hari ini" ucapnya.
Cinta mengangguk "Sama-sama" tidak lama ia melihat ada sebuah kartu undangan di hadapannya. Cinta mendongak ke arah Mutia.
"Sekalian ngundang elo, takut Abi lupa. Jangan lupa datang ya" ucapnya dengan nada sedikit sombong.
"Mut" tegur Abi karena sudah jengah dengan kelakuan Mutia.
"Iya.. iyaaa" Mutia langsung beranjak dari hadapan Aw dan Cinta.
"Gue balik duluan yaa, sekali lagi thanks" ucapnya dan memberikan sedikit senyuman.
"iya, Hati-hati Ab" ucap Aw.
Kedua sejoli itu pun akhirnya pergi meninggalkan studio "Hah.... kasihan ngeliat Abi, gak tega tahu banget ngeliat nya" gumam Aw.
Cinta membenarkan ucapan Aw namun hanya di dalam hatinya saja, kalau ia ikut menyahuti perkataan Aw akan semakin rumit.
. .....
Cinta baru sampai di Koridor rumah sakit tempatnya dulu berkerja, ia baru dapat kabar kalau Shilla sudah melahirkan. Cinta tiba di dalam ruang inap Shilla, di sana sudah banyak para sahabatnya termasuk Abi.
"Assalamu'alaikum, sorry baru sampai, jalanan macet banget" ucapnya sambil menutup pintu.
"Wa'alaikumsalam, iya gak apa-apa Cin. Santai aja" sahut Husein sambil tersenyum menyambut kedatangan sahabatnya itu.
Cinta berjalan menghampiri bed Shilla, ia bisa melihat Shilla yang sedang setengah berbaring lalu tidak lupa di sampingnya ada jagoan kecil yang sedang terlelap.
__ADS_1
"Masya Allah, ganteng bangetttt! " seru Cinta.
"Alhamdulillah, makasi Onty Cin" sahut Shilla dengan suara anak kecil.
"Normal ya Shil?".
Shilla mengangguk "Alhamdulillah, maju beberapa hari buat HPLan. Untungnya mas Husein ada di rumah tadi, kalau enggak ada, gue enggak tahu lagi deh".
" Tapi proses pembukaannya lancar kan?".
"Iya sampai di rumah sakit udah pembukaan 6, eeh pas masuk ruang bersalin udah masuk pembukaan 7" sahut Husein mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.
"Oh iya, sorry ya gur enggak ada bawa bingkisan. Enggak sempat stop tadi" ucap Cinta dengan raut wajah tidak enak.
"Alah, enggak usah repot-repot. Kasih cash aja buat anak gue 10 juta enggak masalah kok" sahut Husein.
"Kalau itu gue yang repot" sahut Cinta dengan kesal.
"Jangan Hus, nanti uang jajan Cinta kurang. Kan dia mau holiday tuh" sahut Wira.
"Holiday kemana lo Cin?" tanya Panji.
"Bukan holiday, gue kerja ya kan Aw" Cinta mencoba meminta pembelaan kepada Aw.
"Jadi elo nerima job dari Aw yang ke Singapura itu Cin?" tanya ABC.
Cinta mengangguk "Ya... lumayan lah, kan gue enggak pernah ke luar negeri tuh. Meskipun cuma ke Singapura aja sih".
" Bearti.... Lo enggak datang ke acara tunangannya Abi dong?" tanya Wira dengan wajah polos, sedangkan sahabatnya yang lain sedang melotot ke arah Wira.
Cinta menoleh ke Abi, begitu juga dengan Abi "Yaaa datanglah, lo tenang aja Ab gue bakal datang kok" sahut Cinta sambil menepuk bahu Abi. Abi mengangguk sambil tersenyum tipis.
"Lo demen banget buat Abi gamon Wira" bisik Husein kepada Wira.
"Gue lupa, asli" sahutnya.
.......
Tidak terasa keberangkatan Cinta sisa 1 hari, Cinta menggunakan hari ini untuk membeli perlengkapannya selama di luar negeri. Karena sehabis dari Singapura Cinta langsung menuju ke Korea.
Hampir 3 jam Cinta berjalan-jalan ke sebuah pusat perbelanjaan, ia membeli beberapa mantel dan sepatu baru. Di perjalanan pulang Cinta tidak sengaja melihat peristiwa kecelakaan.
Karena Cinta pernah menjadi tenaga kesehatan, rasa pedulinya untuk menyelamatkan nyawa pun keluar. Cinta meminggirkan mobilnya lalu memarkirkan dengan baik setelah itu ia keluar dari mobil.
"Permisi" ucapnya kepada beberapa orang yang sudah berkerumun.
__ADS_1
Cinta merasa mengenal sang korban, ia pun berusaha mendekat "Tante Amel?" lirihnya.
Sedangkan sang korban yang tak lain adalah Amel, sahabatnya Indy sedang terbaring dengan bersimbah darah dan menatap ke arah Cinta dengan pandangan sayu "To.... lo.. ng" bisiknya lalu ia memejamkan mata.
Cinta dengan cepat melepas kemejanya yang ia gunakan sebagai luaran, lalu ia balut kepala Amel agar darahnya tidak keluar banyak.
"Bapak saya minta tolong, gotong korban ke dalam mobil saya. biar saya yang antar ke rumah sakit" ucap Cinta kepada beberapa orang yang berjenis kelamin laki-laki di area kejadian.
"Mbak kenal sama korban?" tanya seorang lelaki.
Cinta mengangguk " Iya saya kenal pak, ayo pak kita tidak punya waktu banyak".
Beberapa orang di sana segera mengangkat Amel ke dalam mobil Cinta, setelah Cinta mengucapkan terimakasih ia langsung mengendarai mobilnya ke rumah sakit terdekat yaitu rumah sakit bekasnya berkerja dulu.
Selama di perjalan entah kenapa perasaan Cinta sangat kacau, ada rasa cemas dan takut.
"Ya Allah semoga Tante Amel selamat, yang kuat Tante" ucapnya dengan nada lirih.
........
"Sus minta tolong bed, ada korban kecelakaan!!!! " teriak Cinta saat sampai di depan UGD.
Beberapa perawat yang emang kenal dengan Cinta langsung mengambil bed ke arah mobil Cinta. Amel sudah di letakkan di atas bed, lalu di bawa masuk ke dalam UGD.
"Pak, tolong mobil saya ya" Cinta memberikan kunci kepada Satpam UGD yang memang mengenai Cinta juga.
"Siap Mbak Cin" ucapnya.
Cinta segera menyusul di mana Amel di bawa, ia sebenarnya bingung mau menghubungi siapa.
"Abii" gumamnya lalu tidak lama ia mengambil ponselnya dan menghubungi Abi.
"Assalamu'alaikum Nta?".
"Wa'alaikumsalam Bi, lo lagi sibuk enggak?".
" Enggak Nta, gue di jalan sama Wira dan Panji. Kenapa? Kok suara lo panik gitu?".
"Bisa ke rumah sakit enggak? Tante Amel kecelakaan, gue bingung mau hubungin siapa".
" Hah? Ya udah kita semua ke sana, tunggu bentar ya".
Sambungan telepon pun terputus, Cinta masih berdiri menunggu kabar dari perawat.
"Cinta?".
__ADS_1