
'Datang akan pergi
Lewat 'kan berlalu
Ada 'kan tiada bertemu akan berpisah'
-Sampai Jumpa, Endank Soekamti-
Sore ini acara di adakan di ruang rapat Rumah Sakit, Cinta sudah berada di lift dan menunggu lift mengantarkannya ke lantai 5.
Setelah sampai, ia langsung menuju ruang rapat dan di sana sudah ada beberapa teman laboratoriumnya. Ia jua menyapa Ismail, Thalia dan beberapa orang yang lain.
Saat masuk ke dalam ruang rapat, ternyata rekan-rekannya sudah banyak yang berkumpul. Ia menghampiri Ajeng, Dika, Lolly dan juga Ibu Ratna.
"Hai Cin, maaf ya mendadak Ibu ngabarinnya. Habisnya ini ide anak-anak" ucap Ibu Ratna saat Cinta duduk di depannya.
"Iya Bu enggak apa-apa, tapi... Apa ini enggak berlebihan Bu?" tanya Cinta.
"Ini tuh Dokter Harianja yang nyuruh, biar bagaimanapun dia masih merasa bersalah sama lo" ucap Ajeng.
"Tapi enggak cuma kita-kita aja loh Cin, nanti ada para Dokter juga yang ikutan" sambung Dika.
"Termasuk fans fanatik Kak Cinta" bisik Lolly.
Cinta memutarkan kedua bola matanya "Capek banget gue ketemu dia" keluhnya.
"Tapi tenang aja, ada Dokter Husein kok" sahut Ibu Ratna menenangkan Cinta.
Tidak lama semua orang sudah berkumpul, Cinta bisa melihat ada Husein dan Fajar yang sedang duduk bersebelahan.
Dokter Harianja sedang memberikan beberapa patah kata untuk sambutan acara, lalu ia menyuruh Cinta untuk maju. Cinta sebenarnya malas, namun apa boleh buat.
Cinta maju ke depan, lalu memegang mikrofon dan menatap seluruh orang yang hadir pada acara sore ini.
"Assalamu'alaikum.wr.wb, Selamat sore semuanya. Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih untuk Dokter Harianja dan seluruh tamu undangan yang hadir pada sore ini. Meskipun saya cukup kaget, karena di adakan acara seperti ini".
"Apa yang si katakan Dokter Harianja benar, bahwa saya resign dari Rumah Sakit ini. Untuk alasannya, cukup saya aja yang tahu karena ini privasi. Saya mau mengucapkan Terima kasih banyak atas bantuan rekan-rekan sejawat saya selama ini. Suka dan duka udah kita lewati sama-sama, maaf kalau ini keputusan yang membuat kalian semua kaget".
__ADS_1
Cinta sedikit menunduk lalu ia berjalan kembali ke kursinya kembali sambil di iringi dengan sura tepukan tangan. Setidaknya ia cukup lega, karena sebentar lagi Cinta menghirup udara bebas dan tidak terlepas dari drama dj rumah sakit itu.
Selanjutnya di lakukan dengan acara makan-makan sambil mengobrol, Cinta akui kalau Dokter Harianja tidak tanggung-tanggung untuk mengeluarkan budget dalam acara perpisahan ini. Tidak lupa juga ada acara live musik agar suasana tidak terasa tegang dan sepi.
Pukul 8 malam acara selesai, sebagian sudah pulang dan kini Cinta, Dika, Ajeng dan Lolly juga berencana untuk pulang.
Saat mereka menunggu lift terbuka, di sana lah Fajar memanggil Cinta.
"Cinta".
Mereka berempat menoleh "Iya" sahut Cinta.
"Boleh saya berbicara sama kamu? Anggap aja setelah ini saya tidak mengganggu kamu lagi" pinta lelaki itu.
Cinta berpikir sejenak, lalu ia memandang ketiga sahabatnya "Oke, tapi saya enggak bisa lama Dok" jawabnya.
Ketiga sahabatnya tentu saja kaget, karena baru kali i k Cinta menerima ajakan Fajar.
Fajar tentu aja tersenyum bahagia "Terimakasih Cin, ayo ada yang mau aku omongin" ucapnya.
Pandangan ketiga sahabatnya tentu saja khawatir, entah kenapa perasaan mereka tidak rela jika Cinta menerima ajakan Fajar. Mau tidak mau mereka masuk ke dalam lift dan meninggalkan Cinta bersama Fajar.
Cinta dan Fajar menuju ruangan kerja Fajar, Cinta mengikuti saja apa yang di mau oleh Fajar. Toh, setelah Ini ia juga tidak akan di ganggu oleh Fajar lagi.
"Duduk Cin" Fajar mempersilahkan Cinta untuk duduk dj sofa, Cinta menurut.
Fajar membuka pintu kulkas dan mengambil beberapa minuman, setelah itu ia berikan kepada Cinta "Di minum Cin".
Cinta mengangguk di liriknya minuman susu dengan rasa strawberry. Fajar duduk di sebelahnya sambil membuka susu strawberry miliknya lalu meminumnya.
"Aku enggak suka kopi, jadi di sini enggak ada minuman kopi. Lagian apa enaknya sih Cin? Enakan juga Strawberry" ucapnya.
"Setiap orang punya selera berbeda Dok" sahut Cinta dengan santai.
Fajar mengangguk "Kalau aku penggila kopi, apa aku ada peluang buat jadi pacar kamu?" tanyanya.
"Enggak juga Dok, kalau soal itu masalah perasaan".
__ADS_1
" Aku kaget pas dengan dari Dokter Harianja, kalau kamu resign dari Rumah sakit. Apa ini Abi yang nyuruh?".
"Enggak, ini sudah keputusan saya" jawab Cinta dengan santai.
Fajar tersenyum "Berarti aku enggak bisa lihat kamu lagi dong Cin? Padahal aku berharap, hubungan kita menjauh tapi seenggaknya aku masih bisa lihat kamu" sambil menatap Cinta dari samping.
"Bagaimanapun saya punya hak untuk memilih kehidupan saya kedepannya bagaimana Pak".
Fajar mengangguk " Lagi dan lagi aku kalah Cin" ia menatap Cinta dengan raut wajah yang frustasi.
Ia menatap susu strawberry di depan Cinta masih terbungkus dengan rapi "Kenapa minumannya kamu anggurin? Segitunya kamu jaga jarak sama aku?".
Cinta menatap minuman itu " Maaf Dok saya sudah kenyang, nanti saya bawa pulang aja" jawab Cinta.
Fajar terkekeh "Seenggaknya sekali aja kamu hargai apa yang aku kasih Cin, buat hati aku senang".
Cinta tidak menjawab, ia juga sudah bingung mau menjawab apa " Ehm, saya harus segera pulang Dok. Ada urusan soalnya" Cinta segera berdiri dari tempat duduknya.
"Urusan sama Abi?" tanya Dokter Fajar.
"Iya Dok" jawab Cinta dengan asal, ia pun segera melangkah namun tangannya di tarik oleh Fajar.
Cinta yang tidak siap langsung terjatuh lagi di sofa, namun jarak mereka sangat dekat. Jujur saja ia kaget, Cinta menatap Fajar "Maksud Dokter apa ya?" tanyanya dengan nada sedikit tinggi.
"Aku udah bilang Cin, malam ini aku pengen luangin waktu sama kamu. Tapi kenapa kamu malah luangin waktu buat Abi?".
"Kalau Dokter lupa, ABI ITU KEKASIH SAYA" jawab Cinta dengan penuh penekanan.
"Hahahahaha iya kekasih, aku ingat kok. Tapi Cin, aku enggak rela. Aku pengen jadi yang pertama buat kamu, aku enggak mau ada orang lain yang ambil kamu dari aku".
Cinta merasa Fajar sedikit sakit, dari nada bicara serta tatapannya seperti orang yang psikopat. Fajar mengambil susu yang sudah di bukanya, lalu ia buka mulut Cinta dan langsung menuangkan susu itu ke dalam mulut.
Cinta tersedak, ia segera mendorong kedua tangan Fajar "Dokter jangan macam-macam ya!!!" ia pun berdiri dari sofa sambil membersihkan sisa tumpahan susu di bibirnya.
Fajar ikut berdiri "Kamu semakin sexy saat marah Cin, aku semakin suka" ia mendekat ke arah Cinta.
Cinta segera menjauh, dengan cepat ia berjalan menuju pintu. Tapi sayang, pintu itu terkunci "Sialan!" desis Cinta.
__ADS_1