
...Jangan pedulikan yang telah terjadi nikmati hari ini...
...Jangan kau risaukan yang belum terjadi...
...Aku kan tetap di sini, setia menemani'...
...- Lagu Untuk Hari Ini, Keisya Levronka -...
Abi menoleh ke arah Cinta "Kenapa Nta, pusing?".
Cinta menggeleng, ia menatap Abi "cuma bingung".
"Bingung kenapa?".
"Lo itu kerjanya apaan sih? Kemarin pemilik Mall Ananta, sekarang?".
Abi meringis "Sorry, gue sebenernya pemilik gedung apartemen ini juga".
"Kenapa gue baru tahu sekarang? Dan kenapa juga kita baru ketemu?".
Abi mengernyit "Kenapa emangnya?".
"Ya... Seandainya kita ketemu dari dulu, kan gue bisa dapat potongan harga waktu beli unit apartemen di sini".
Abi terkekeh "jadi Lo nyesel ketemu gue baru sekarang? Gue juga baru pindah kali".
"Bukan nyesel sih, gue juga kayak Lo. Manusia biasa pada umumnya,suka gratisan sama diskonan".
Abi masih terkekeh mendengar jawaban dari Cinta, tidak lama ponselnya bergetar. Abi menatap sejenak, ternyata ada panggilan VC dari para sahabatnya.
Abi menggeser ikon berwarna hijau, ia bisa melihat ada ketiga sahabatnya berserta pasangan masing-masing.
"Assalamualaikum" salamnya.
"Waalaikumsalam, Ab kita perlu penjelasan dari Lo" ucap Wira.
Abi menatap mereka dengan heran "Penjelasan tentang apa?".
"Lo ada hubungan apa sama Cinta?" Tanya Panji dengan wajah serius.
Cinta yang tadi asyik bermain ponsel langsung menoleh ke Abi. Tanpa bertanya, Cinta menatap layar ponsel Abi.
"Loh, kok ada Cinta?! Lo di mana sih?!!!" Tanya Aw.
"Bentar Aw, kita perlu penjelasan dari Abi dulu" sahut Panji.
Abi menggaruk pipinya "Bentar deh, ini ada apaan sih? Gue gak paham".
"Cin, coba Lo buka grup BEST SOHIB" ucap ABC.
Cinta dengan cepat membuka grup yang berisikan ketiga sahabat laki-lakinya dan dirinya. Kedua mata Cinta melebar, Abi yang penasaran langsung menengok.
"Sekarang kalian berdua jelasin ke kita" titah Wira.
"Kerjaan lu ya Hus? Kambing Lo" sahut Abi.
Husein tertawa "Jangan ngambek dong Ab, nanti gak ada lagi sohib terbaik gue kalo Lo ngambek".
"Lo berempat minta penjelasan aja tuh sama Husein" suruh Abi dengan nada malas.
"Oke, gue aja yang jelasin. Jadi gini....." Husein menceritakan kronologi di mana Cinta kambuh dengan alerginya sampai Abi dan Cinta tidur berdua.
"Serius?! Udah gila tuh si Fajar! Gak punya otak atau gimana?!" Omel Wira dengan kesal.
"Itu sih namanya udah masuk ke tahap obsesi Cin. Lo jauhin deh cowok kayak gitu" sahut Aw.
"Udah gue jauhin Aw, cuma gimana ya.... Dianya aja yang ngegas terus".
"Jadi Lo sama Abi lagi sandiwara pacaran di Depan dia?" Tanya Panji.
Cinta mengangguk "Satu-satunya cara, itu juga gak sengaja. Iya kan Bi?".
Abi ikut mengangguk "Sorry kalo gue udah lancang meluk sohib Lo pada. Mau gimana lagi, di suruh sama Dokter Husein".
"Kita gak marah kok Ab cuma... Kita kaget aja. Soalnya Cinta itu suka lama kalo akrab sama orang. Tapi pas gue liat foto kalian, gue sedikit speechless" ucap ABC.
"BTW kalo si Fajar itu lihat foto ini gimana ya?" Tanya Aw.
"Bakalan heboh kayaknya Aw" sahut Shilla.
"Gak kayaknya lagi Shil, mungkin gue bakal di cibirin sama musuh gue" sahut Cinta.
__ADS_1
"Udah.... Jadi fotografer aja Cin, kerjanya santai lagi" ucap Wira.
"Belum kepikiran Ra, biarin aja lah. Toh, tau aja suatu saat nanti si Fajar berhenti".
"Jadi fix nih, kalian gak ada hubungan apa-apa?" Tanya Panji.
"Iya Pan, kita cuma temenan. Iya kan Bi?" .
Abi mengangguk "Kebetulan juga Cinta tetanggaan sama gue. Bukannya sesama tetangga saling membantu?".
Keenam sahabatnya itu mengangguk "Tapi Ab, gimana rasanya meluk dan di peluk Cinta? Nyoiii nggak?" Tanya Aw sambil tersenyum misterius.
Cinta berdecak, sedangkan Abi tersenyum "Satu, itu perintah dari Husein. Kedua, tau sendiri kan kalo gue tidur gimana? Jadi yang gue simpulin, itu semua di luar kendali kita berdua".
Para sahabat mereka tersenyum penuh arti "Tapi lihat foto kalian berdua, sweet banget tahuuu" puji ABC.
"Gak usah mulai deh Lo pada" sahut Cinta.
"Gas terus Ab! Jangan kasih kendor!!!" Seru Panji.
"Pelukannya aja Lo dapetin, hatinya juga dong!" Sambung Wira.
"Sekarang emang pacaran pura-pura, mana tahu nanti pacaran beneran. Ea ea ea ea!!!" Seloroh Husein.
"Lo bertiga tu yah, ngebully orang nomor 1. Setan Lo semua" omel Abi.
Bukannya mereka marah mereka malah tertawa terbahak-bahak.
...🍃...
Sudah 3 hari Cinta izin kerja, kini ia berangkat kerja dan ia sedang berjalan di koridor Rumah Sakit.
"Efek keenakan izin 3 hari kali ya? Jadinya males banget hari ini turun" gumamnya saat di dalam lift.
Lift terbuka, Cinta pun keluar dan menuju laboratorium.
"Assalamualaikum" salamnya.
"Waalaikumsalam, eh Cinta. Udah baikan?" Tanya Ibu Fatma.
"Alhamdulillah, udah Bu hehehe. Maaf ya, Cinta izin 3 hari kemarin" ucapnya sambil menyetor jari tengah ke mesin finger print.
"Namanya juga sakit Cin, kamu gimana sih. Tapi beneran kamu udah sehat?".
"Syukur Alhamdulillah, soalnya tadi pagi Dokter Husein chat ke Ibu. Kalau kamu kenapa-kenapa suruh pulang aja".
"Sohib saya emang selalu suka lebay, padahal Cinta cuma demam biasa".
Ibu Fatma tersenyum "Ya sudah, kamu siap-siap sana. Ingat, baca doa sebelum melaksanakan tugas".
"Siap Ibu Fatma!" Sahut Cinta.
...🍃...
"Cin, istirahat kuy!" Ajak Dika dan Ajeng.
"Kuy, gue kangen sama sop kantin" sahutnya dan membersihkan alat-alat yang di atas meja".
Kini mereka bertiga sudah berada di kantin dengan pesanan makanan masing-masing.
"Cin, 3 hari kemarin Dokter Fajar nyari Lo terus" bisik Dika.
"Terus?".
"Lo tau? Gue sama Ajeng sembunyi terus kalo ada dia" sahut Dika.
Cinta menatap Ajeng dan Dika "Loh, kenapa?".
"Dia nanyain Lo terus, udah gitu maksa banget minta alamat apartemen Lo. Minta nomor ponsel Lo, pokoknya ribet deh!" Jawab Ajeng.
Cinta menyeruput es jeruk manisnya "Terus Lo berdua kasih yang dia minta?".
Ajeng dan Dika menggeleng "Pikir-pikir juga kali Cin, lagian Dokter Husein juga minta tolong sama kita berdua. Buat gak ngasih informasi macam-macam tentang Lo" jawab Dika.
"Bagus deh kalo begitu, biarin aja".
"BTW, Abi siapa Cin?" Tanya Dika Sambil melanjutkan makan siangnya.
"Temen".
"Temen dekat?" Tanya Ajeng dengan penasaran.
__ADS_1
Cinta terdiam sejenak "Sama kayak Dikalah posisinya, tapi....".
"Tapi....?" Dika ikut penasaran.
"Dokter Fajar taunya kalau gue sama Abi pacaran".
"Hah? Gimana-gimana?" Ajeng semakin penasaran.
"Gini... Gue sama Abi cuma pura-pura pacaran, sebenarnya gak sengaja. Gue pernah ketemu Dokter Fajar di mall, karena gue malas ngandepin dia dan kebetulan ada Abi. Ya dari saat itu, gue sama Abi sepakat buat pura-pura pacaran" bisik Cinta.
"Terus Abi nya gimana Cin?".
"Menurut gue sih, Abi gak masalah. Dia gak ambil pusing juga".
"Kenapa Lo gak sekalian aja pacaran sama Abi? Ganteng juga kok dia " ucap Ajeng.
"Gue sama dia enaknya temenan, gimana dong?".
"Gue doa'in jadi teman hidup Cin" gumam Dika.
Cinta mengedikkan kedua bahunya, ia tidak juga menjawab. Bahkan ia tidak pernah ambil pusing tentang hubungannya dengan Abi.
...🍃...
Malam ini Cinta sedang masak untuk makan malam. Ia memilih masak telur ceplok asam manis dan ayam bakar.
Hidup sendiri tidak membuat Cinta pusing, kalau ia tidak ingin keluar untuk membeli makan. Ia bisa memasak sendiri atau pesan kepada ojek online. Tapi kalau Cinta ingin keluar, ia memilih makan di tempat makan tersebut.
Ponsel Cinta berdering, Cinta menatap layar ponselnya.
Wira calling...
"Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam, Cin Lo di apartemen?".
"Iya, kenapa Wir?" Tanya Cinta yang kini sedang duduk di kursi.
"Gue minta tolong dong".
"Apaan?".
"Lo bel apartemennya Abi".
"Lah, Lo telepon Abi nya ajalah".
"Cinta sohib gue yang paling baik dan anak Sholehah. Kalau Abi bisa di hubungi, gue gak bakal minta tolong sama Lo" ucap Wira dengan nada lembut.
"Ponselnya mati?".
"Iya, dari tadi gue hubungin gak di angkat. Tumben banget tuh anak".
"Bentar, gue cek dulu" Cinta berdiri dan langsung berjalan menuju pintu.
Cinta berdiri di depan pintu apartemennya Abi, Cinta menekan bel lalu menunggu beberapa detik.
"Kayaknya Abi gak ada deh Wir, gue bel gak ada respon".
"Tuh anak kemana ya? Gak biasanya sok sibuk gini".
"Banyak kerjaan kali" sahut Cinta.
"Sesibuknya seorang Abi, dia selalu respon chat atau telpon gue. Dia itu selalu bawa PB kemana pun. Masalah nya gue nelpon dia dari sore tadi tapi gak aktif".
"Terus gimana dong?".
"Ya udah, nanti gue hubungin aja. Thanks ya Cintaku muwahhhh!! Assalamualaikum!!".
"Waalaikumsalam" Cinta terdiam sejenak sambil menatap pintu apartemen Abi. Lalu ia kembali ke apartemennya untuk makan malam.
...🍃...
"Bete banget deh, kenapa sih gue kayak orang ngidam gini? Ngeliat iklan ice cream, malah ikut ngiler" omel Cinta saat masuk ke dalam lobi apartemen.
"Permisi, apartemen atas nama Bapak Abi di lantai berapa ya?!" Tiba-tiba suara seorang laki-laki membuat langkah kaki Cinta berhenti.
Cinta menoleh ke belakang, ia sedikit bingung melihat gerak-gerik lelaki tersebut.
"Ada di lantai 7 Pak".
"Saya bisa minta tolong? Saya Tristan, sekretaris nya Pak Abi. Tadi saya menemukan Pak Abi pingsan di dalam ruangan. Saya mau bawa ke RS tapi saya baru saja dapat telpon, kalau malam ini saya harus ke Bandung. Jadi saya memilih untuk mengantarkan Pak Abi ke apartemennya".
__ADS_1
"Oh ya sudah, mari kita angkat Pak" ucap sang resepsionis.
Cinta langsung mengikuti langkah mereka keluar, benar saja ia melihat Ali sang resepsionis dan Pak Bejo sedang menggotong Abi.