Touch My Heart!

Touch My Heart!
Bab 42


__ADS_3

Abi dan Husein sudah sampai di parkiran rumah sakit khusus, Abi mendapat kabar kalau Fajar masih di dalam ruang kantornya.


Dengan langkah cepat mereka berdua segera memasuki lift dan menekan tombol 5. Setelah sampai di lantai 5, Abi melangkahkan kakinya ke ruangan Fajar.


Di depan pintu, Abi melihat kunci masih bergantung dengan cepat ia memutar kunci itu dan langsung membuka pintu. Ia bisa melihat seorang Fajar sambil mengompres bagian kepalanya sambil duduk santai di sofa.


"Eh ada tamu" gumamnya sambil tersenyum meskipun ia sedikit kaget, Fajar mengira satpam yang membukakan pintu ternyata Abi dan Husein.


"Ada perlu apa ya? ".


Abi mendengus " Lo enggak usah pura-pura bego, lo apain pacar gue?" tanyanya masih menahan rasa sabar.


Fajar tersenyum "Cinta ada bilang apa sama lo?".


" Enggak usah balik nanya" sahut Abi.


Abi sangat malas menghadapi masalah yang bertele-tele, dengan cepat ia tarik kerah kemeja Fajar "Lo mau main-main sama gue?".


" Hahahahaha, sayangnya gue yang udah main sama Cinta. Lo boleh jadi suaminya Cinta, tapi sayang dia udah bekas gue".


BUGH!!!!


Pukulan Abi mengenai pipi Fajar, Fajar tidak Terima ia membalas memukul wajah Abi.


"Kalau Cinta sampai kenapa-kenapa, gue harap lo siap-siap dengan apa yang lo lakuin sekarang. Gue enggak main-main" ucap Abi sambil mengusap darah di sudut bibirnya.


"Kalau lo lupa, Bokap gue yang punya rumah sakit. Gue enggak bakal takut sama lo".


Abi mengangguk, ia segera memukul Fajar lagi " Emang pantas Cinta I'll feel sama lo, karena sikap lo yang kelewatan brengsek! ".


Fajar yang terkulai di sofa hanya terkekeh " Seenggaknya gue udah rasain Cinta".


Tidak lama hantaman Fajar rasakan lagi di perutnya, ia tatap orang yang menghajarnya.


"Gue enggak habis pikir sama otak lo Jar, lo terlalu terobsesi sama Cinta. Emang dari awal gue udah yakin kalau gue enggak bisa deketin elo ke Cinta. Karena gue tahu bejatnya elo" ucap Husein dengan tatapan kecewa.


Abi memilih keluar dari ruangan, ia sudah puas menghajar Fajar tinggal peran orang dalam yang akan mengusir Fajar dari Rumah Sakit ini.

__ADS_1


Husein pun ingin keluar, sebelum ia melangkahkan kakinya ia menoleh ke Fajar "Asal lo tahu aja, Cinta itu alergi sama strawberry dan bunga mawar. Thanks lo udah nyiksa Cinta selama ini dengan barang pemberian lo".


Fajar terdiam saat Husein mengatakan kalimat terakhir sebelum Husein keluar dari ruangannya. 1 fakta yang tidak di ketahui oleh Fajar, Cinta alergi dengan Strawberry dan bunga mawar. Padahal selama ia mendekati Cinta, ia tidak pernah membawa tangan kosong. Setelah mengetahui fakta itu, ia sedikit sadar Cinta masih mau menerima setiap pemberiannya meskipun ia tidak tahu akan berakhir di mana.


..........


Abi menatap Cinta yang di peluk oleh Shilla, ia dan Husein baru saja sampai dari rumah sakit. Abi melangkahkan kakinya mendekati 2 perempuan itu, ia bisa melihat kalau Cinta menangis ketakutan. Abi sangat merasakan sakit hati dengan apa yang menimpa kekasihnya itu.


"Udah ada Husein sama Abi" bisik Shilla.


Cinta meredakan tangisannya, ia pun melepas pelukannya dengan Shilla sambil mengusap air mata.


"Cin, tenang ya. Lo enggak perlu takut lagi" ucap Husein sambil memegang bahu Cinta.


"Gu.. gue cuma enggak nyangka dia nekat ngelakuin hal itu Hus" jawabnya.


Husein mengangguk "Tenang aja, udah di amanin. Alergi lo gimana?".


" Masih gatal".


"Iya, thanks ya".


Shilla mengangguk " Kita berdua pamit ya, kalau lo mau cerita sesuatu kabarin aja gue. Oke".


"Iya, Hati-hati".


Husein dan Shilla juga pamit kepada Abi, Husein juga berpesan kepada Abi untuk menenangkan Cinta dan menghibur sahabatnya itu.


Abi kini kembali ke kamar Cinta sambil membawakan makanan dan minuman. Ia duduk di pinggir ranjang, lalu meletakkan piring dan gelas dj atas nakas.


Cinta menatap Abi, bisa ia lihat ada Sedikit lebam dj sudut bibirnya di tambah lagi kekasihnya itu belum membersihkan diri setelah pulang dari luar kota.


"Makan yuk" ucap Abi sambil tersenyum.


Cinta menoleh piring yang ada di atas nakas, ia sebenarnya tidak nafsu makan. Abi menggenggam tangan Cinta, Cinta kembali menatap Abi.


"Mau cerita dulu?"..

__ADS_1


"Aku kira, aku bakalan berakhir mengenaskan Bi. Aku.. ak.. "


"Sstttt, udah ya sayang. Biar bagaimana pun kamu selamat, jangan di ingat-ingat lagi. Allah udah lindungin kamu tadi, maafin aku ya datangnya telat".


Cinta menggeleng "Bukan salah kamu Bi, maafin aku karena enggak bisa jaga diri sendiri dan buat kamu khawatir" sambil meneteskan air matanya.


Abi tersenyum, ia usap pipi Cinta untuk menghapus air mata yang baru saja turun "Dengar ya, kamu enggak salah. Aku salut banget saat kamu mukul kepala dia, jangan takut. Kalau ada yang macam-macam sama kamu, aku yang akan jadi garda terdepan buat kamu"


"Semangat Nta!" Abi tersenyum.


Cinta ikut tersenyum juga "Aku boleh peluk kamu?" tanyanya.


"Tanpa kamu izin, dari tadi aku juga mau peluk kamu" Abi langsung memeluk sang kekasih dengan erat, menyalurkan semangat agar Cinta tidak selalu memikirkan masalah ini.


.......


Pagi ini Cinta memasukkan untuk kembali beraktivitas seperti biasa, masak, Bersih-bersih dan mandi. Ia membiarkan Abi untuk istirahat, karena semalam Abi menjaga dirinya sambil bergadang mengerjakan tugas yang belum selesai.


Sambil menunggu Abi bangun, Cinta bermain ponsel di ruang tengah. Ia bertukar cerita kepada para sahabatnya di Rumah Sakit.


Ajeng : Cin, lo harus tahu kalau si buaya itu udah di pecat dari Rumah Sakit. Terus izin dia juga sementara waktu di cabut! Gilaaaa!! Biar mampus tuh orang!!"


Lolly : Lolly dengar-dengar, dia tersangka kasus pelecehan. Orangtua dia enggak bisa bela lagi Kak Cin.


Dika : Ya iyalah, kalau di bela lagi yang ada Rumah Sakit mereka bangkrut. Siapa sih yang nyumbangin saham terbanyak?


Ajeng : Alhamdulillah Cin, lo di sekelilingi orang-orang baik. Kasus lo di selesaikan dengan cepat, salut gue sama Abi yang selalu jadi garda terdepan buat lo.


Cinta masih menatap layar ponselnya, ia tidak menyangka kalau Abi akan melakukan untuk dirinya sejauh ini. Cinta sangat terharu, ia sempat berpikir kalau dirinya tidak pernah bertemu dengan Abi bagaimana kehidupannya?.


"Kamu lagi ngapain? Melamun?" tanya Abi sambil menuruni tangga.


Cinta tersenyum lalu berdiri dari tempat duduknya, ia berjalan menuju Abi berdiri dan langsung memeluk lelaki itu. Abi terdiam sejenak, karena tidak biasanya Cinta melakukan Skinship duluan terhadap dirinya.


Abi membalas pelukan wanitanya itu "Kenapa? Ada sesuatu yang ganggu kamu?" tanyanya.


"Terimakasih Abi" sahutnya dengan bisikan.

__ADS_1


__ADS_2