
'When you are near me
I really feel so secure
I hope that our love forever endure'
-Home is who you are, Paul Partohap-
Setelah fitting baju, mereka semua bubar dengan urusan masing-masing termasuk Abi dan Cinta. Cinta menatap buku menu pelayanan salon dan spa di mall Anans.
"Kenapa enggak perawatan dari ujung kepala sampai ujung kaki aja Nta?" tawar Abi.
"Nanti kamu kelamaan nunggunya Bi" jawab Cinta.
"Bareng sama aku mau?".
Cinta menoleh "Enggak apa-apa?" tanyanya.
Abi tersenyum "Apa sih yang enggak buat kamu? Mbak kita berdua ambil yang paket lengkap ya".
"Baik Pak Ananta, silahkan ikuti saya Pak, Bu" jawab sang owner salon.
Setelah masuk ke dalam ruang vip yang sangat nyaman, Abi dan Cinta di persilahkan berganti pakaian di ruang ganti masing-masing. Lalu mereka mulai perawatan seperti pijat eluruh badan, luluran, creambath dan sebagainya. Cinta sangat menikmati pelayanan yang di berikan oleh pelayan salon, sudah lama ia tidak merasakan pijatan dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Setelah 1 jam lebih melakukan spa, kini Cinta sedang menggunting rambut dan mewarnai rambut. Cinta sangat bosan dengan warna rambut hitamnya, awalnya ia ragu namun setelah konsultasi dengan Abi, Cinta memutuskan untuk mewarnai rambut. Sedangkan Abi, ia memilih untuk memangkas rambutnya, karena sudah lumayan panjang.
Setelah rangkaian pewarnaan selesai, kini Cinta tersenyum puas dengan hasil karya salon tersebut.
"Wah, enggak salah banget mbak Cinta milih warna coklat. Muka mbak Cinta makin cerah dan fresh" puji sang karyawan salon yang sedari tadi melayani Cinta.
"Terimakasih banyak mbak Melani" jawab Cinta dengan senyum yang lebar.
"Udah selesai?" tiba-tiba Abi datang dengan rambut yang sudah rapi.
Cinta menoleh "Udah" ia pun berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Abi.
"Terimakasih banyak ya Mbak" sahut Abi setelah itu mereka keluar dari salon itu.
"Habis ini kita kemana?" tanya Cinta.
"Aku pengen beliin kamu sesuatu, tapi kamu jangan nolak ya" ucap Abi sambil menggandeng tangan Cinta. Cinta hanya terkekeh, ia tidak bertanya lagi, lebih baik ia ikuti saja kemana langkah kaki Abi pergi.
"Ini kalung model terbaru Pak" ucap pelayan sambil memamerkan beberap model kalung keluaran terbaru.
Abi memperhatikan model kalung tersebut lalu ia menatap Cinta "Kamu mau yang mana?".
Cinta menatap Abi "Ini beneran buat aku? Bukan buat Bunda ya?".
"Iya, ini buat kamu. Please jangan nolak ya" pinta Abi.
Cinta menggigit bibir dalamnya, ia bingung harus memilih yang mana. Lagipula ini pertama kalinya ia di belikan perhiasan oleh seseorang. Cinta masih memperhatikan desain kalungnya, tatapannya tertuju dengan sebuah kalung berbentung Bintang dengan permata kecil.
__ADS_1
"Coba lihat ya ini Mbak" tunjuk Cinta.
"Wah, pas banget Bu. Ini modelnya limited edition, hanya 1 aja yang modelnya ini" jawab sang pelayan sambil memberikan kalung tersebut kepada Cinta.
"Itu bagus Nta, gimana?"
"Ya udah aku mau yang ini aja Bi".
"Yang ini aja mbak, langsung pakai aja" pinta Abi.
"Baik Pak, cincinya enggak sekalian Pak?" tawar sang pelayan.
"Doain aja Mbak suapya kita langgeng, biar saya bisa beli cincin di sini" jawab Abi sambil tersenyum.
"Sini aku pakein" Abi mengambil kalung itu di tangan Cinta, lalu ia pakaikan kalung itu di leher Cinta.
Perasaan Cinta tidak karuan karena perlakuan Abi yang hari ini sangat manis, emang tidak salah ia memilih pacar. Surat sudah di urus, kini Cinta dan Abi memutuskan untuk makan siang di restoran langganan mereka.
"Kamu kenapa sedari tadi lihatin aku gitu?" tanya Cinta sambil mengaduk lemon tea ice nya.
"Enggak apa-apa, aku senenag aja hari ini. Emangnya kamu enggak senang?" tanya Abi sambil melipat kedua tangannya di atas meja.
"Cuma cewek bodoh yang enggak senang, tapi... makasih ya Bi hari ini kamu banyak banget keluar uang".
Abi terkekeh "Dari 100%, hari ini aku baru ngeluarin 10% Nta".
"Berarti masih ada 90% lagi dong?".
Abi mengangguk "Gunain 90%nya sebaik mungkin".
"Enggak usah di pikirin, aku juga bukan tipe orang yang suka ngehamburin uang kok. Aku begini, karena aku mau lihat kamu bahagia udah itu aja".
Cinta mengangguk "Hm Bi... menurut kamu, kalau aku resign dari rumah sakit gimana?".
"Ya enggak kenapa-kenapa, tapi alasan kamu resign apa? Bukan masalah yang sekarang kan?".
"Beberapa hari ini aku bosan sama rutinitas yang aku jalanin, belum lagi rekan kerja yang anggap aku kayak saingan mereka".
Abi mengangguk "Setelah resign kamu mau ngapain?".
"Aku sih udah mikirin, rencananya aku pengen join sama Aw. Lumayan hasilnya baut aku yang hidup sendiri dan waktu kerjanya juga enggak berat kayak di rumah sakit. Orang libur, aku juga libur".
"Ya udah kalau itu keputusan kamu, aku setuju. Yang penting kamu jangan tertekan aja, tapi ingat kalau perlu bantuan jangan sungkan kasih tahu aku" pesan Abi.
"Makasih Bi, udah selalu ada buat aku".
"Lagi pula aku sedikit tenang, karena Fajar enggak bakalan ganggu kamu lagi. Apalagi kalau dia lihat kamu sekarang, aku yakin dia bakalan ngejar-ngejar kamu. Jangan terlalu cantik ya kalau ke rumah sakit" pinta Abi.
Cinta terkekeh "Jadi ini yang di namakan pacar posesif?" tanyanya.
"Posesif dikit Nta, kan dapatin kamu enggak mudah".
__ADS_1
"Mudah kok, buktinya kamu udah dapatin aku" goda Cinta.
Abi tertawa mendengar jawaban sang kekasih, setidaknya Abi lega kalau Cinta ingin resign dari rumah sakit. Ia tidak khawatir akan sikap Fajar terhadap kekasihnya.
.......................
"Kamu mau kemana pagi-pagi begini?" tanya Abi saat ia melihat Cinta menyiapkan sarapan dengan pakaian yang rapi.
"Mau ke rumah sakit, lebih cepat lebih baik kan? . Sini sarapan dulu" ucap Cinta.
Abi duduk di kursi begitupula dengan Cinta, menu pagi ini adalah nasi goreng sosis. Tidak lupa Cinta membuatkan segelas kopi panas untuk Abi. Udah masuk tipe istri idaman bukan?
"Oh iya, hari ini aku pulangnya malam Nta. Aku ada flight ke Surabaya".
"PP?" tanya Cinta.
Abi mengangguk "Kalau ada apa-apa, kabarin Husein ya. Aku takut kalau nanti enggak bisa lihat notifikasi kamu, tapi kalau akau udah sampe surabaya aku bakalan kabarin kamu".
" Iya, fokus aja sama rapat kamu ya".
Seharusnya hari kemarin Abi pergi ke Surabaya, namun demi sang kekasih ia rela mengganti hari.
..............
Cinta masuk ke dalam ruangan laboratorium, Ibu Ratna langsung menyambutnya "Mau ketemu dokter Harianja?".
" Iya, sekalian ada yang mau Cinta omongin Bu".
"Kamu yakin Cin sama pilihanmu? Kok ibu kayak enggak rela ya?".
Ya, semalam Cinta emang sudah menghubungi Ibu Fatma perihal resignnya dari rumah sakit.
Cinta tersenyum " Ini udah keputusan Cinta Bu, daripada Cinta kerja makan hati terus? Siapa tahu peluang yang dapetin Dokter Fajar banyak Bu" sahutnya sambil terkekeh.
Ibu Fatma tertawa "Beberapa hari ini Ajeng sama Dika di teror terus sama Dokter Fajar. Ajeng sampai kesel, dia enggak ada ganggu kamu Cin?".
" Ada sih Bu, dia nelpon tapi yang angkat si Abi. Setelah itu dia enggak ada hubungin Cinta lagi".
"Emang benar kalau kamu seharusnya menikah Cinta, biar enggak di ganggu terus. Nak Abi enggak ada niatan nikahin kamu?".
" Hm... kalau Cinta lihat, ada sih Bu. Tapi kayaknya Abi enggak mau terburu-buru, dia mau jalanin hubungan ini dengan mengalir".
"Saran Ibu, kalau kamu di lamar sama Abi, cepat Terima ya. Stok cowok kayak Abi di muka bumi ini menipis Cin" bisik Ibu Fatma.
"Ibu bisa aja".
" Kak Cinta, di panggil Dokter Harianja" Tiba-tiba Lolly menghentikan pembicaraan mereka berdua.
"Bu, aku ke ruangan dulu ya".
" Iya, semangat ya".
__ADS_1
Cinta menatap Lolly "Thanks Lollipop.
Lolly tersenyum dan mengangguk, meskipun perasaannya sedih karena sebentar lagi ia akan di tinggalkan oleh seniornya.