
...'You pick me up...
...Any time that I start sinking lower'...
...- By My Side, Honne -...
"Eh, malam Mbak Cinta" sapa Pak Bejo.
"Malam Pak, Abi masih pingsan?".
"Masih Mbak, kita bawa ke unit apartmentnya dulu ya Mbak".
"Saya bantu, ayo" Cinta langsung menekan tombol lift angka 7.
"Mbak, Mbak tahu password apartment Pak Abi?" tanya Ali saat mereka berada di lift.
"Aduh, saya gak tahu. Kalau kamu? Atau pegawai yang di sini?".
"Kita semua juga gak tahu Mbak, Pak Abi tidak memberi tahu kami".
"Ya udah bawa ke apartment saya aja, nanti saya coba tanya teman dia".
"Baik mbak".
...π...
Cinta menatap Abi yang kini sedang terlelap, peluh membasahi seluruh badan Abi. Cinta juga tadi meraba kening Abi, suhu badan Abi sangat panas.
Cinta mengambil ponselnya, ia menghubungi Wira.
"Assalamualaikum, kenapa Cin?".
^^^"Wa'alaikumsalam Wir, Abi ada sama gue".^^^
"Oh ya? Kasih tahu Abi suruh cek Hpnya sekarang juga".
^^^"Tapi.... dia pingsan Wir".^^^
"Serius? Badannya panas gak?".
^^^"Iya, keringetan juga".^^^
"Duh Cin, gue lagi gak di Jakarta. Anak-anak juga gak ada di Jakarta, lo mau rawat dia gak?".
^^^"Boleh, mungkin kasih obat penurun panas sembuh kali ya".^^^
"Abi itu punya penyakit Tifus Cin, gak semudah itu ngerawat dia".
^^^"Yah, terus gimana dong?".^^^
"Nanti gue suruh anak buah buat ngirim obat sama antibiotik ke apartment lo. Rawat Abi kayak lo lagi sakit Cin".
^^^"Bearti gue harus peluk dia, kalo dia lagi kedinginan?".^^^
"Iya, pokoknya lo sama Abi itu sama banget kalo lagi sakit. Lo tahu sendirikan tifus itu ribet".
^^^"Iya gue tahu, tapi yang gantiin baju sama celana siapa? Masak gue?".^^^
"Mau gimana lagi? Tenang, Abi pake boxer kok. Gue juga yakin, pikiran lo gak akan liar kemana-mana".
__ADS_1
^^^"Yang mikir kemana-mana juga siapa sih? Ya udah, kalo ada apa-apa gue telpon lo ya".^^^
"Sip, good luck Cin".
TUT!!
"Besok gue izin lagi dong? Eh gak apa-apa deh, besok jadwal gue kan di Hematologi" gumamnya.
Cinta pun langsung mengirim chat kepada Ibu Fatma untuk izin tidak berkerja pada esok hari.
Cinta sudah meletakkan t-shirt hitam polos di atas ranjang dan celana tidur panjang. Sedari tadi ia menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
"Oke, anggap aja ini untuk lo balas budi Cin. Kalo di lihat-lihat kasihan Abi" gumamnya untuk meyakinkan diri.
Dengan pelan, Cinta membuka semua kancing kemeja kerja Abi.
"Abi emang pake boxer, Wira!! Tapi gue gak tahan lihat badan dia! Cinta lo gak boleh mikir yang macam-macam" batin Cinta dengan kesal.
Setelah kemejanya terlepas, Cinta mulai membersihkan tubuh bagian atas Abi dengan handuk yang sudah di basahi dengan air hangat. Setelah beres, dengan pelan Cinta memakaikan T-shirt hitam polos tersebut kepada Abi.
Cinta berkacak pinggang sebentar, lalu ia merogoh ponselnya untuk menghubungi salah satu pegawai Abi.
Tidak lama pintu apartment di ketuk, Cinta segera membukakan pintu.
"Sorry kalau ngerepotin malam-malam, saya bisa minta tolong?" tanyanya kepada Guntur.
"Gak apa-apa Mbak, minta tolong apa ya?".
"Pak Ananta lagi sakit, saya minta tolong sama kamu. Tolong gantiin celananya bisa gak? Kalau saya yang gantiin celananya kan, gak etis hehehe".
"Oh bisa Mbak, Pak Anantanya di mana?" tanya Guntur.
"Iya, permisi ya Mbak" Guntur masuk ke dalam kamar tamu.
5 menit Cinta menunggu sambil duduk di sofa, tidak lama Guntur keluar dari kamar. Setelah mengucap terimakasih kepada Guntur, Cinta masuk ke dalam kamar sambil membawa nampan yang berisi makan, minum dan obat Abi.
Cinta membangunkan Abi "Bi, bangun bentar dulu yuk".
Abi menggelengkan kepalanya "Pusing Nta".
"Tifus lo kumat, bangun bentar buat makan sama minum obat".
"Mulut gue rasanya pahit" lirihnya.
"Abi... Kalo lo sekarang makan terus minum obat. Sakit lo bakal cepat sembuh" sahut Cinta dengan selembut mungkin.
Abi terdiam sejenak "Ya udah, tapi kepala gue pusing".
"Lo duduk senderan aja, biar gue yang suapin makan".
Abi mengangguk pelan, Cinta pun dengan sabar membantu Abi untuk duduk dan bersender di kepada ranjang.
"Aaaa..." gumam Tita sambil menaruh 1 sendok di depan bibir pucat Abi.
Abi membuka pelan bibirnya dan mencoba merasakan bubur tersebut.
"Pahit".
Cinta mengernyit "Ini kan bubur ujung komplek" gumamnya pelan.
__ADS_1
"Lidah lo yang pahit ya? Tapi lo harus tetap makan ya, biar perut lo ada isinya" sahut Cinta.
"Jangan banyak".
"Iya, ayo makan lagi".
Cinta dengan sabar menyuapi Abi, ia cukup kasihan dengan Abi yang sedari tadi memejamkan kedua matanya.
"Udah Nta, kepala gue pusing banget".
"Oke, minum obat dulu ya" Cinta meletakkan mangkuk di atas nakas.
"Nih, obatnya" Cinta menaruh obat itu di depan bibir Abi, dengan pelan Abi membuka bibirnya dan langsung di bantu Cinta untuk meminum air mineral.
"Udah selesai, sekarang lo istirahat".
"Nta, ACnya jangan di nyalain. Dingin".
Cinta menatap ke arah AC "Dari tadi emang gak gue nyalain Bi".
"Dingin Nta".
Cinta menatap kasihan kepada Abi,ia merapatkan selimut sampai leher Abi.
"Gimana, masih dingin?".
"Iya Nta".
Cinta tidak ada pilihan lain, dengan pelan ia naik ke atas ranjang Abi lalu berbaring di samping Abi. Dengan pelan Cinta meraih tubuh Abi, ia memasukkan Abi ke dalam pelukannya.
"Selimut di kamar gue udah habis, cuma ini satu-satunya cara biar lo gak kedinginan" bisik Cinta.
Abi mengangguk "Maaf Nta" bisiknya dengan lemah, lalu ia merapatkan pelukannya kepada Cinta.
Cinta mengangguk pelan, ia usap rambut Abi dengan pelan. Tanpa di sadari, Cinta ikut mengantuk dan tidak lama terlelap bersama Abi.
...π...
Waktu menunjukkan pukul 04.00 pagi, Abi mengerjapkan kedua matanya. Lalu ia menatap ke arah bawah, di mana ada Cinta yang masih tertidur sambil memeluknya.
Abi tersenyum dan perasaannya menghangat.
"Makasih Nta" bisiknya pelan.
Abi kembali memejamkan kedua matanya, karena kepalanya masih sedikit pusing.
...π...
Cinta sedang sibuk berkutat di dapur apartmentnya, ia sedang membuat sarapan bubur ayam.
Husein tadi pagi menelpon Cinta, ia memberi tahu bahwa Ajeng dan Dika akan datang ke apartmentnya untuk cek Darah Lengkap.
Setelah Cinta selesai membuat sarapan, ia segera mengecek keadaan Abi di dalam kamar.
"Pagi, gimana keadaan lo?" tanya Cinta saat mendapati Abi sedang duduk di pinggir ranjang.
Abi menatap Cinta yang baru saja membuka pintu kamar tamu, ia memberikan senyuman tipisnya.
"Pagi, lumayan sih. Meskipun kepala gue masih pusing".
__ADS_1
π‘Tifus/ demam tifoid : Suatu penyakit bakteri menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi atau kontak dekat. Gejala berupa demam tinggi, sakit kepala, sakit perut, dan sembelit atau diare