Touch My Heart!

Touch My Heart!
Bab 21


__ADS_3

...'Ingin kubunuh pacarmu...


...Saat dia peluk tubuh indahmu...


...Di depan teman-temanku...


...Makan hati jadinya, Cantik...


...Aku cemburu'...


...-Cemburu, Dewa-...


"Nta…"


Cinta tersenyum saat mendengar suara itu, suara sang penyelamatnya. Cinta menoleh ke samping, ia melihat Abi yang sudah berganti pakaian.


"Hai sayang" sapa Cinta, lalu berjalan ke arah Abi.


"Pulang bareng ya, sekalian kita makan malam. Kamu belum makan kan?" Tanya Abi sambil mengacak rambut Cinta.


Fajar menatap mereka berdua dengan tajam dan merasa kesal.


"Belum, mobil aku gimana?".


"Mobil kamu tinggal aja, besok aku antar ke sini".


Cinta tersenyum "Oke deh" ia menatap Lolly dan Ismail yang sedari tadi menjadi penonton.


"Lolly, Ismail gue duluan ya. Lo berdua baliknya hati-hati" lalu tatapannya beralih kepada kedua orang dokter.


"Saya duluan Dokter Fajar dan Dokter Chika, selamat malam" ucapnya.


"Saya duluan semuanya, permisi" Abi ikut pamit sambil tersenyum dan itu semakin membuat Fajar kesal.


"Ehm, kita berdua juga ikut pamit Dok. Permisi, selamat malam" ucap Ismail dan di ikutu dengan Lolly.


"Selamat malam, hati-hati" jawab Dokter Chika.


Chika menoleh ke Fajar "Bagaimana Fajar? Kamu bisa anterin aku?" Tanyanya dengan nada lembut.


Fajar menoleh ke Chika, ia tersenyum "Yuk, entar kemalaman" ucapnya dan berjalan terlebih dahulu.


Chika sedikit berdecak, dengan cepat ia menyusul Fajar dan menyesuaikan langkahnya Fajar.


...🍃...


Saat di parkiran, Cinta melepas genggamannya.


Ia menoleh ke belakang "Hufffttt!! Aman Bi" gumamnya.


Abi tersenyum "Yuk makan" ajaknya.


Cinta menatap Abi "Lah, beneran nih?".


"Ya beneran, masak gue bohong? Lo lapar kan?" Tanya Abi.


"I…Iyasih, tapi nanti lo repot lagi ngantar gue ke sini karena mobil gue di sini".


"Kan udah gue bilang, besok sekalian gue antar".

__ADS_1


"Emang gak ngerepotin?".


"Lo lupa gue kerja di mana?" Tanya Abi sambil berkacak pinggang.


Cinta menepuk jidatnya "Lupa gue hehehe, ya udah yuk makan. Mau makan di mana?".


"Ada langganan gue, pasti lo suka".


"Ya udah, tunggu apa lagi?".


Abi tersenyum, lalu melangkah ke arah mobilnya dan di ikuti oleh Cinta.


...🍃...


Cinta menatap Ajeng yang sedari tadi tersenyum "Kenapa lo? Dapat togel?".


Ajeng menoleh ke Cinta "Enak aja, gue lagi seneng nih".


"Gue tahu, masak lo lagi sedih".


"Malam tadi suami gue di kasih tahu mau naik jabatan. Senang banget gue Cin!" Gumamnya dengan kedua mata yang berbinar.


"Alhamdulillah dong, tapi.... bukannya doski kerja di sini ya?".


Ajeng mengangguk "Sebelumnya cuma jadi kepala divisi keuangan, terus kemarin dia di ajak ngobrol sama CEOnya. Dia di tawarin jadi manager keuangan di sini, suami gue mengucap syukur banget".


"Yah… Makin sibuk dong Jeng?".


"Gak apa-apa, selama sibuknya positive gue gak masalah. Dan yang terpenting juga, dia bisa bagi waktu buat gue. Btw kata suami gue, CEOnya tuh baik banget. Gak pernah sombong, royal, pokoknya kayak bukan CEO deh. Kalau gak salah, namanya A… Anan… Ohhhh Ananta!" Seru Ajeng.


Cinta tersenyum "Oh ya? Ananta? Lo pernah ketemu dia?".


Cinta berpikir sejenak "Lihat nanti deh Jeng".


"Oke" Ajeng kembali memeriksa perlengkapan pemeriksaannya.


"Belum tahu aja kalau Ananta itu si Abi" bisik Cinta dalam hati.


...🍃...


Makan siang sudah tiba, sebelum istirahat Cinta sudah memberi kode kepada Ajeng untuk segera pergi dari Expo. Ajeng tahu, karena Cinta menghindari Fajar dan untung saja Dika bisa di ajak kerjasama.


"Jadi lo mau ikut gue nih?" Tanya Ajeng.


"Iya ngikut gue" jawab Cinta saat mereka menaiki eskalator.


Mereka berdua sudah sampai di lantai 4, kata Ajeng ada salah satu gerai makanan Jepang yang baru buka.


Ajeng mencari suaminya di salah satu ruangan VIP.


"Dalam sana bukan?" Tunjuk Cinta.


"Oh iya, yuk Cin" Ajeng menarik lengan Cinta.


Sampailah mereka di depan sebuah ruangan, Ajeng mengetuk pintu tersebut. Ajeng membuka pintu itu, lalu tersenyum kepada suaminya.


"Hai sayang, hai Cin" sapa Reno.


"Hai Ren" balas Cinta.

__ADS_1


Seorang lelaki yang membelakangi mereka bertiga menoleh. Ajeng sedikit kaget karena CEO yang di maksud Reno adalah Abi.


Abi berdiri dan tersenyum "Halo Ajeng, hai Nta".


Reno sedikit bingung "Lo udah kenal sama istri gue?" Tanyanya.


"Beberapa kali ketemu" jawab Abi.


"Oh ya? Bagus deh, jadi gue gak capek-capek kenalin kalian. Kalau sama Cinta?" Tanya Reno.


Abi tersenyum "Tetangga di apartment gue".


"Ya udah, yuk kita langsung makan aja" ucap Reno dan di angguki ketiga orang tersebut. 


Ajeng masih kaget dengan fakta yang ada di depan matanya ini, sedangkan Cinta tidak mengambil pusing dengan apa yang terjadi.


15 menit makan siang sambil di selingi perbincangan hangat.


"Di sini ada hidangan penutup yang enak" ucap Abi.


"Kalau boleh tahu apa?" Tanya Cinta sambil membersihkan sudut bibirnya dengan lap kecil yang sudah di sediakan.


Abi memanggil seorang pelayan dan meminta menu penutup mereka hari ini yang sudah ia pesan tadi. Tidak lama pelayan datang sambil memberikan beberapa hidangan penutup.


"Gue gak tahu, lo sama istri lo suka rasa apa. Jadi gue pesenin rasa cokelat sama matcha, ada vanilla juga sih" ucap Abi.


"Kita berdua sih apa aja suka" jawab Reno.


"Syukur deh, hmmm… ini varian kopi. Pasti lo suka banget sama rasanya Nta" Abi menatap Cinta.


Benar saja, kedua mata Cinta langsung berbinar saat mendengar varian kesukaannya.


"Cinta sama kafein gak bisa di pisahin Ab, tuh lihat aja kedua matanya. Kayak lagi ngeliat cowok ganteng" ucap Ajeng.


"Boleh gue cicipin?" Tanya Cinta kepada Abi.


"Silahkan, kan emang buat di makan" jawab Abi.


Dengan penuh hati-hati Cinta memotong mochi yang berwarna putih tersebut namun di dalamnya ada ice cream dengan rasa kopi. Cinta memasukkan potongan tersebut ke dalam mulutnya, ia fokus menikmati makanan penutup tersebut.


"Enak banget Bi, suka banget gue!!" Hebohnya lalu memotong mochi ice cream tersebut.


"Tuh kan, gak usah lebay deh Cin" sindir Ajeng sambil memotong motchi varian matcha.


Cinta tidak memperdulikan sindira Ajeng, ia sibuk menikmati mochi tersebut. Abi tersenyum sambil terkekeh melihat ekspresi Cinta.


"Gak tahu kenapa, lihat lo gini buat gue merasa bahagia sekaligus tenang Nta" ucap Abi dalam hati.


...🍃...


Malam harinya, Cinta sedang mengedit video pre wedding yang di kirim oleh Aw tadi sore. Karena Cinta tidak banyak kerjaan, ia pun langsung mengerjakan kerjaan sampingannua tersebut.


TING TONG! !


Cinta berdiri dari tempat duduknya, ia membuka pintu.


"Assalamualaikum".


"Wa'alaikumsalam" sahut Cinta saat melihat…

__ADS_1


__ADS_2