
"Akting kamu bagus juga" bisik Abi saat mereka meninggalkan Mutia.
"Kan kamu yang ajarin" balas Cinta.
"Boleh dong, di panggil sayang setiap hari" pinta Abi sambil tersenyum.
Cinta terkekeh "Itu sih maunya kamu, eh.. kok kita masuk ke toko perhiasan?" tanya Cinta dengan raut wajah bingung.
Abi tidak menyahut, ia masih menggandeng tangan Cinta sampai di depan etalase cincin.
"Selamat datang Bapak Ananta, ada yang bisa saya bantu?" sapa salah satu karyawan toko perhiasan.
"Saya mau cari cincin" sahut Abi sambil menatap berbagai macam model cincin di etalase.
"Cincin pernikahan Pak?'.
" Maunya sih begitu, tapi.... nanti aja tunggu pasangan saya siap".
"Semoga secepatnya Pak ya, kalau Mbaknya suka yang model bagaimana?" Karyawan itu menatap Cinta.
Cinta tersenyum "Hm.. yang simpel aja Mbak".
" Tunggu sebentar ya" karyawan itu berjalan ke arah belakang lalu ia membawa 1 kotak hitam dan meletakkan di depan Abi dan Cinta.
"Ini ada model baru dari kami, kalau yang ini bagaimana Mbak? Modelnya simpel tapi elegan".
Cinta terpana melihat model yang di tunjukkan oleh karyawan tersebut.
" Kayaknya dia suka Mbak, gimana Nta?" tanya Abi.
Cinta menoleh "Emangnya enggak apa-apa? Padahal aku tadi cuma iseng" tanyanya sedikit ragu.
Abi tersenyum "Iya, kalau kamu suka ambil gih. Limited edition tuh".
" Ya udah Mbak, saya ambil yang ini' ucap Cinta.
"Baik, coba dulu ya" Karyawan itu memasangkan cincin ke jari manis Cinta.
"Cantik Mbak, udah gitu pas lagi ukurannya".
"Langsung pake aja ya" ucap Abi.
"Tunggu sebentar ya, saya siapkan kotak dan surat-suratnya"
Sambil menunggu, Abi dan Cinta duduk di sebuah sofa yang sudah di sediakan.
"Terimakasih ya Bi, kamu banyak banget ngeluarin uang buat aku".
Abi menggenggam tangan Cinta " Iya sama-sama, enggak usah di pikirin. Aku ngasih kamu karena emang aku yang mau, yang penting kamu bahagia".
__ADS_1
"Semoga rezeki kamu lancar terus ya Bi, jaga kesehatan".
" Amin ya rabbal alamin".
.............
"Mami!!!!! ".
Seorang wanita berusia 40 an tahun lebih keluar dari kamar dan menuruni tangga " Kenapa Mutia?".
"Pokoknya Mutia enggak mau tahu, Mami harus bujuk Tante Indy buat jodohin aku sama Abi!".
"Enggak usah teriak-teriak bisa kan? Jodohin? Kenapa enggak kamu aja yang usaha dapatin Abi?".
" Ihhhh pasti bakalan susah Mi, apalagi Abi udah punya pacar. Udah gitu tadi mereka mau beli cincin, Mutia enggak terima!" amuknya.
"Ya salah kamu juga, kenapa sih kamu dulu putusin dia? Kamu sendiri kan yang menyesal".
" Ya salah Abi juga, dia enggak pernah bilang latar belakangnya. Setiap aku minta beliin ini itu, dia enggak mau ya mahal lah, ya inilah. Kalau jalan sama dia juga, sering pake motor daripada mobil" omel Mutia.
"Yang ngajarin kamu begitu siapa sih Mut? Mami sama Papi enggak pernah ngajarin kamu begitu. Dari dulu setiap apa yang kamu mau, kami turutin. Kenapa kamu minta-minta sama orang lain, apalagi itu bukan keluarga kamu" ucap Amel dengan nada sedikit tegas.
"Kok Mami malah marahin aku sih? Wajarlah aku begini aku kan anak tunggal, pengen di perhatikan sama semua orang yang aku kenal".
"Terserah kamu Mutia, Mami sudah capek dengan tingkah laku kamu" Amel pun kembali menaiki tangga dan masuk ke kamar.
Mutia menatap Amel dengan raut wajah sinis, ia sangat tidak suka dengan sikap Amel yang seperti itu. Mutia akan mencoba membujuk Arya agar ia bisa di jodohkan dengan Abi.
........
Liburan ke Bali akhirnya tiba juga, perdana seorang Cinta menginjakkan kakinya di Pulau Dewata Bali ini. Sedari tadi Abi memperhatikan raut wajah Cinta yang sangat bahagia.
"Senang banget" gumam Abi saat mereka sampai di depan Villa yang akan mereka tempati beberapa hari.
Cinta menoleh "Iya senang banget, akhirnya aku bisa jalan-jalan juga".
Abi membuka pintu villa, lalu Cinta masuk sambil membawa koper miliknya. Ia menatap interior villa tersebut, lalu ia melangkahkan kakinya menuju tempat tidur.
" Abi, coba kamu lihat ini" ucap Cinta.
Abi pun langsung menghampiri Cinta dan menatap apa yang di lihat Cinta "Pasti ini kerjaan Husein deh, tapi enggak apa-apa deh di aminin aja".
" Aku singkirin bentar ya, kamu duduk di sana aja. Nanti kamu bersin-bersin" suruh Abi.
Cinta menurut, ia tidak mau rencana liburannya berantakan karena sederet bunga mawar yang bertuliskan HONEYMOON. Cinta menatap Abi yang sibuk membersihkan tempat tidur mereka.
"Husein emang aneh, udah tahu sohibnya alergi bunga mawar, malah di taburin bunga mawar di atas tempat tidur" ucap Cinta dalam hati.
Setelah Abi selesai, ia pun memutuskan untuk merapikan pakaian di koper begitu juga dengan Abi.
__ADS_1
"Tenang banget ya di sini Bi" ucap Cinta sambil memandangi pemandangan dari jendela villa.
Abi berdiri di samping Cinta dan ikut memandangi pemandangan yang sangat asri dan membuat sejuk di mata.
"Iya, cocok sama orang-orang yang pekerja keras kayak kita"
"Aku laper".
" Ya udah kita makan di luar yuk, aku udah sewa motor untuk beberapa hari kita di sini".
"Langsung aja ya, aku malas ganti baju biar sekalian kotor".
Abi mengangguk "Ya udah, ayuk".
Cinta segera mengambil tas selempangnya dan kacamata hitamnya dan mereka siap pergi bersama Abi.
Mereka singgah di sebuah warung makan yang terkenal di Bali, Cinta menikmati pemandangan persawahan dengan semilir angin yang membuat sejuk. Abi sedari tadi mengabadikan wajah Cinta lewat ponselnya. Abi tenang, karena sedari tadi kekasihnya ini tersenyum tanpa henti.
"Hari ini mau istirahat atau mau jalan-jalan?" tanya Abi sambil mengaduk es kelapanya.
"Aku pengen di villa aja, berduaan sama kamu" jawab Cinta sambil menopang dagunya dan menatap Abi.
Abi merutuk dalam hati karena melihat tingkah laku pacarnya yang menggemaskan "Jangan godain aku ya Nta".
Cinta terkekeh "Siapa juga yang godain, emang faktanya gitu kok".
"Oke, bearti besok ya jalan-jalannya"
"Oke".
Tidak lama makanan merekapun datang, Abi dan Cinta menikmati santapan khas Bali itu. Ternyata tidak sia-sia Abi mengajak Cinta ke sini, karena makanan mereka cocok dengan lidah Cinta yang sangat Indonesia itu.
.........
" Nta, kopinya udah datang" panggil Abi saat ia menutup pintu.
"Iya bentar" sahut Cinta, tidak lama suara langkah kaki terdengar.
Abi melihat Cinta yang berjalan menuju Abi "Stop!".
Langkah kaki Cinta terhenti " Kenapa Bi?".
"Ganti celana kamu" titahnya.
"Emang kenapa?".
" Nta, jangan siksa akuuu" rengek Abi.
"Hahahaha, tapi aku kebanyakan bawa celana pendek".
__ADS_1
" Besok aku beliin 1 lusin, cepat ganti sana".
"Iya.. iya.. " Cinta menurut, ia juga sedikit takut melihat wajah Abi yang lumayan tegas itu.