
...'Ku tahu, tak mudah...
...Menjadi yang kau minta...
...Kupasrahkan hatiku...
...Takdir 'kan menjawabnya'...
...-Jodoh Pasti Bertemu, Afgan-...
"Dok, saya baru minum sedikit loh. Itu masih banyak" protes Cinta.
"Aku gak suka kamu minum kafein, Cinta" jawab Fajar dengan santai.
"Tapi saya suka minum kafein, Dokter Fajar" jawab Cinta dengan wajah serius.
"Mulai sekarang, kamu tidak boleh minum kafein" titah Fajar.
Cinta mendengus sebentar lalu ia tatap Fajar "Dokter tidak ada hak untuk melarang atau mengatur saya. Kecuali berhubungan dengan perkerjaan".
Fajar tidak terlalu memikirkan ocehan Cinta, ia tatap jam di pergelangan tangannya.
"Ayo kita makan siang, udah jam istirahat".
Cinta tidak memperdulikan ucapan Fajar, ia memilih merapikan meja kerjanya.
"Cinta kamu tidak dengar ucapan aku?" tanya Fajar.
"Saya makan siang sama Ajeng dan Dika" jawabnya tanpa menatap Fajar.
Fajar menghampiri Cinta, ia langsung menarik tangan Cinta.
"Cinta"
Suara seseorang menghentikan langkah kaki mereka, Cinta menoleh ke samping. Ia sangat lega karena ada Abi yang berdiri di sana dengan baju kerjanya.
"Ayo makan siang" ucapnya sambil tersenyum.
Cinta menarik tangannya dari genggaman Fajar.
"Ayo" sahutnya.
"Saya duluan yang mengajak Cinta untuk makan siang" jawab Fajar dengan wajah tegasnya.
Abi berjalan menghampiri Cinta dan Fajar berdiri "Saya punya hak untuk mengajak Cinta. Kalau anda lupa, saya pacarnya Cinta".
Fajar terkekeh "Anda hanya sebatas pacar, bukan suami. Jangan terlalu berlebihan".
"Kalau anda lupa, anda hanya sebatas rekan kerja bukan pasangan Cinta" Abi mengambil tangan Cinta dengan lembut. Perlahan Cinta sudah berdiri di samping Abi.
__ADS_1
"Gue pastiin, hubungan lo dan Cinta tidak berlangsung lama" desis Fajar dengan tatapan tajam.
Abi tersenyum "Kita buktikan" balas Abi, lalu ia berbalik di ikuti dengan Cinta.
Abi merangkul pinggang Cinta dengan mesra, itu semua tidak luput dari pandangan rekan kerja Cinta.
Husein yang melihat akting kedua sahabatnya itu tersenyum, saat mereka lewat di hadapan Husein. Husein bersiul menggoda mereka berdua.
Abi tersenyum lalu mengedipkan satu matanya kepada Husein. Sedangkan Cinta tersenyum dengan terpaksa agar para reka kerjanya tidak curiga.
...🍃...
Abi dan Cinta sampai di ruang kerja Abi, ini baru pertama kali Cinta ke ruangan itu.
"Duduk Nta" suruh Abi yang membuka pintu lemari dingin dan mengambil botol air mineral dingin.
Cinta mengangguk, ia pun duduk di salah satu sofa berwarna abu-abu.
"Makan di sini ya, bareng Husein" ucap Abi sambil meletakkan 1 botol air mineral dingin di atas meja.
"Terserah aja, yang penting gue makan" jawab Cinta dan mengambil botol air mineral lalu membukanya untuk ia minum.
Abi memberikan ponselnya kepada Cinta "Pilih deh menu yang lo mau, kayaknya mood lo gak bagus setelah kejadian tadi".
Cinta menerima ponsel Abi "Banget, kesel gue. Baru juga minum sedikit udah di buang. Gak ada akhlaknya tuh orang" omelnya.
Abi tersenyum "Ya udah, pesen aja lagi kopinya. Tapi minumnya habis makan aja".
Abi mengangguk "Sekalian pesenin gue".
"Oke!" dengan semangat Cinta memilih beberapa menu makanan dan cemilan. Ia harus mengembalikan moodnya yang di rusak oleh Fajar.
...🍃...
"Sweet banget ya Cin, si Abi" bisik Ajeng saat Cinta mengenakan jas labnya.
Jam istirahat sudah selesai, kini para petugas di Expo harus kembali berkerja. Abi sengaja mengantar Cinta, agar sandiwara mereka bisa membuat Fajar yakin kalau mereka berdua adalah sepasang kekasih.
"Maksud lo?" tanya Cinta.
Ajeng mendekatkan dirinya kepada Cinta "Ya…Emang sih lo berdua cuma sandiwara. Tapi sandiwara lo berdua tuh kayak beneran pacaran tau. Si Abi tadi kayak pahlawan banget buat nyelametin elo".
Cinta menggedikkan kedua bahunya "Gue juga mikirnya gitu… di saat keadaan genting, Abi datang tepat waktu. Mungkin ikatan batin kali ya?".
"Bukan ikatan batin, tapi namanya itu jodoh" goda Ajeng.
Cinta menatap sinis Ajeng "Jodoh terus di pikiran lo, udah ah tuh si Dika udah ngelirik kita buat siap-siap".
Ajeng menoleh ke arah Dika, ia melambaikan tangannya namun Dika hanya melengos.
__ADS_1
...🍃...
Malam ini Cinta dan ketiga sahabat perempuannya sedang berkumpul di sebuah kafe. Shilla memberikan satu sketsa kepada Cinta.
"Kamu mau gak kalo desain dress kamu begini?" tanyanya.
Cinta menatap satu sketsa dress yang di berikan oleh Shilla. Dress berokat panjang dengan lengan sabrina.
"Bagus, simple tapi masih sopan. Warna apa Shil?".
"Kalau warna ungu pastel kamu mau gak? Kebetulan gown pernikahan aku warna lilacl" tanya Shila.
"Lilac masih bisa gue pake, terus pas akad nikah lo?".
"Nah, pas akad nikah aku udah pesenin kalian satu setel potongan. Atasan warna putih tulang dan celananya corak batik gitu. Pokoknya cantik deh, minggu depan aku kirim ya" jawab Shilla.
"Jadi kita dua kali ganti baju nih Shil?" tanya Aw.
"Akadnya kan pagi, nah resepsinya malam".
"Ohh… gitu, duh gue jadi gak sabar deh! Btw lo sama Husein mau honeymoon di mana?".
"Kalau honeymoon, kemana aja sih aku mau. Tapi aku mau prioritaskan kesehatan si bayi. Kalau di bolehin sama dokter, ya kita pergi. Kalau nggak, ya di Jakarta aja jalan-jalan" jawab Shilla dengan santai.
"Jadi… Gak bisa malam pertama dong?" tanya Aw sambil menaikan satu alisnya.
Shilla langsung menundukkan kepalanya karena malu, sedangkan Aw dan Abc terkekeh dan Cinta menggelengkan kepalanya.
"Tapi.... Bisa aja asalkan konsultasi sama Dokter dulu. Soalnya beberapa bulan yang lalu aku nemenin sepupu aku ke dokter kandungan. Terus dia tanya-tanya gitu, boleh gak berhubungan badan saat hamil? Terus dokternya beri arahan baiknya gimana" jawab Abc.
"Dan… Kata temen gue di kantor, kalau lagi hamil tuh makin mantep" sahut Aw.
Cinta langsung memukul lengan Aw, Aw menoleh dan melotot ke Cinta karena ia merasa sedikit sakit.
"Sinyal lo kuat bahas gituan, udah gak tahan lo?" tanya Cinta.
"Namanya juga perempuan dewasa Cin, ya wajarlah" sahut Aw dengan cuek.
"Habis ini kita langsung fitting baju ya, mumpung kita semua punya waktu" ucap Shilla.
"Siap!!" sahut ketiga perempuan tersebut dengan semangat.
...🍃...
Hari ini Cinta masuk shift sore, yaitu dari pukul 4 sore sampai 9 malam. Dari pagi Cinta sudah membersihkan ruang tamu dan kamar Cinta.
"Kalau gini, gue ngapain lagi?" gumamnya sambil menatap ruang tamu yang sudah bersih dan rapi.
Waktu menunjukkan pukul 11 siang, perut Cinta sedikit lapar. Cinta mengambil ponselnya dan mencari kontak seseorang lalu menelponnya.
__ADS_1
"Assalamualaikum, gue ganggu gak? Gue masuk sore hari ini… Gue ke ruangan lo nanti ya, gak apa-apa kan? Lo mau makan siang apa? Oh… Oke, tunggu gue ya. Assalamualaikum".
Cinta memutuskan selulernya, lalu ia bergegas untuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.