Touch My Heart!

Touch My Heart!
Bab 28


__ADS_3

..."****Bersama bayanganmu kasih****...


...****Seakan-akan kuterjaga dari mimpi-mimpi****...


...****Dari kehidupan yang semu dan melenakanku****...


...****Membuat kuterlupa akan segala-galanya****'...


...-****Sesaat Kau Hadir, Gery Gani****-...


"Lo makin cantik malam ini"


Cinta merasakan kedua pipinya menghangat bersama perasaannya yang tiba-tiba tidak menentu. Cinta menoleh untuk menatap Abi "Ya... gue kan emang cantik Bi" sahutnya dengan wajah cuek.


"Lo emang cantik Nta, tapi malam ini makin cantik" jawab Abi dengan nada tenangnya serta tatapan mata yang sangat tulus.


Cinta bisa menangkap ketulusan itu, ia tatap wajah Abi yang malam ini sangat berkharisma, ia akui itu.


"Guys yuk mulai!!!" ucap Husain.


Abi dan Cinta memutuskan tatapan mereka, kini mereka merapikan barisan serta memperbaiki pakaian mereka.


"Jangan lupa gandengan, biar Fajar makin yakin kalau elo milik gue" bisik Abi sambil memberikan lengannya.


Cinta menatap lengan Abi yang sudah di tekuk, tidak menunggu lama ia memasukkan lengannya di lekukan lengan Abi "Milik gue? Astaga!!! ini perasaan gue kenapa?!" teriak Cinta dalam hati.


Mereka pun mulai berjalan memasuki ballroom hotel Bintang, para tamu undangan sudah hadir menunggu kedua mempelai pengantin yang sudah sah tadi pagi. Tidak lupa para Bridesmaids dan grossman melemparkan senyum kepada para tamu undangan saat mengiringi kedua mempelai.


"Anggap aja lo latihan Nta, jadi kalau nanti lo nikah enggak kagok" bisik Abi.


"Gue juga enggak tahu kapan ketemu jodohnya Bi".


"Ya siapa tahu jodoh lo ada di sini".


Cinta tidak lagi menjawab ucapan Abi, sejujurnya ia juga sering berpikir, siapa yang akan menjadi jodohnya. Bukan hanya itu, ia hidup hanya sebatang kara. Tidak ada orang tua ataupun keluarga, ya meskipun para orang tua sahabatnya sangat siap menjadi wali untuk Cinta, kalau Cinta sudah menemukan jodohnya.


...🍃...


"Gila sohib gue cakep bangettt" puji Ajeng saat Cinta menghampiri para karyawan laboratorium di sebuah meja tamu undangan.


"Lo nya aja yang enggak pernah lihat gue pake make up" sahut Cinta dengan santai.


"Tapi emang beneran cantik tau kak Cin" ucap Lolli sambil tersenyum.


"Gandengannya mana Cin?" tanya Ibu Fatma.


"Tuh Bu, lagi ketemu kolega. Ibu belum ketemu ya sama pacarnya Cinta?" bukannya Cinta yang menjawab, tapi Dika.


"Oh yang itu, ganteng juga. Cocok sama kamu" goda Ibu Fatma sambil tersenyum.


"Ibu bisa aja, alhamdulillah, rezeki anak Sholehah Bu".


"Cinta".


Cinta menoleh ke asal suara, senyumnya sedikit luntur saat melihat Dokter Fajar bersama Dokter Chika.


"Hai Dok" sapa Cinta kepada mereka berdua, ia harus profesional saat di hadapkan dengan situasi seperti ini.


"Kamu cantik banget malam ini, sebenarnya aku tadi mau cepat-cepat ke sini. Tapi jalanan macet, padahal aku pengen nemenin kamu dan jadi grossman" ucapnya dengan wajah yang tidak punya malu.


"Lah, tenang aja Dok. Kan ada Abi, pacarnya Cinta" sahut Dika dengan wajah tidak berdosanya.


Fajar terdiam sejenak, ia merasa sedikit tertampar saat Dika menjawab ucapannya di depan semua karyawan Laboratorium.

__ADS_1


"Nta.."


Tidak menunggu lama Cinta langsung menoleh dan memasang senyum lebarnya saat matanya bertemu dengan Abi.  Abi membalas senyuman Cinta, lalu ia berjalan ke arah Cinta berdiri.


"Gila, emang enggak salah Kak Cinta pilih pacar. Ganteng banget!" bisik Lolly kepada Ajeng.


"Dokter Fajar ke banting jauh! Lo lihat kan cara jalan Abi aja gitu" balas Ajeng.


"Hai, udah ngobrol sama koleganya?" tanya Cinta dengan nada ramah.


Abi mengangguk, lalu menatap para teman Cinta yang ada di sana. Abi melempar senyum sambil membungkukkan sedikit badannya "Perkenalkan saya Abi, pacarnya Cinta".


"Jadi kamu yang namanya Abi? salam kenal ya. Saya Ibu Fatma, atasan Cinta di Laboratorium" jawab Ibu Fatma, lalu mereka berjabat tangan.


Abi sadar, kalau ada Fajar yang berdiri di sampingnya, tanpa membuang waktu Abi langsung merangkul pinggang Cinta. Fajar yang melihat adegan itu hanya membuang wajahnya karena kesal.


"Nak Abi udah lama pacaran sama Cinta?".


"Jujur, baru aja Bu. Saya juga tidak menyangka kalau Cinta menerima pernyataan saya waktu itu. Ya mungkin Ibu Fatma tahu, kalau Cinta orangnya susah di dapatkan"


"Hahaha, iya. Kamu orang yang sangat beruntung, jadi sekarang Nak Abi sibuk apa?".


"Alhamdulillah, saya lagi sibuk di dunia bisnis yang baru saya rintis. Masih pemula Bu" jawab Abi dengan rendah hati.


"Ya enggak apa-apa, yang penting kamu sudah berusaha. Ibu doakan kalian langgeng ya, cepat nikahin anak Ibu satu itu"goda Ibu Fatma dan di iringi dengan para karyawan lain.


"Amin, doakan ya biar lamaran saya nanti di terima juga " jawab Abi tanpa ada keraguan.


"Cihuyyy!!! sohib gue otw halal !!!" seru Dika.


Jujur saja Cinta kaget dengan ucapan Abi, namun ia berusaha positive thinking dengan ucapan Abi. Karena situasi yang sangat genting seperti ini, Abi juga pandai menjadi pahlawan untuk Cinta.


...🍃...


"Abi"


Abi dan Cinta menoleh, Cinta langsung tersenyum dan berdiri lalu mencium tangan kedua orang tua Abi.


"Baru sampe Bun?" tanya Cinta.


Indy tersenyum "Iya, macet banget jalanan".


"Bunda sama Ayah mau makan dulu atau salaman sama Husein dan Shilla?" tanya Abi.


"Kayaknya makan dulu, mau salaman masih penuh. Ayo Bun" ajak Bima kepada sang Istri. Bima dan Indy pamit untuk mengambil makanan terlebih dahulu.


"Lo mau dessert enggak ?" tanya Abi.


"Pengen ice cream, tapi penuh banget".


Abi menatap meja bagian ice cream "Tunggu di sini ya, gue ambilin".


"Eh, jangan. itu penuh banget antriannya" larang Cinta karena tidak enak.


"Udah santai aja, bentar ya" Abi langsung beranjak dari kursinya.


Cinta menatap bahu Abi yang tegap semakin menjauh dan menghilang dari lalu lalang tamu undangan.


15 menit kemudian Cinta melihat kedua orang tua Abi serta dua orang yang seumuran sama mereka datang menghampiri meja Cinta.


"Abi mana Cin?" tanya Indy.


"Ambil ice cream tandi Bun".

__ADS_1


"Oh gitu, oh iya Bunda ajak sahabat Bunda duduk di ini enggak apa-apa kan?".


"Ya enggak apa-apa dong Bun" sahut Cinta sambil tersenyum.


"Siapa ini Ndy?" tanya seorang wanita berhijab yang seumuran Indy.


"Kenalin Mel, ini Cinta. Pasangannya Abi".


Cinta mengen


mengerjapkan kedua matanya saat mendengar ucapan Indy "Ehm, kenalin Tan. Saya Cinta" ucap Cinta sambil bersalaman dengan Amel.


"Salam kenal ya, saya Amel dan ini suami saya Arya" Amel menerima jabatan tangan Cinta sambil tersenyum.


"Eh ada Tante Amel sama Om Arya, apa kabar Tan, Om?" tiba-tiba Abi datang lalu mencium tangan sahabat dari orangtuanya itu.


"Alhamdulillah Baik, kamu sendiri bagaimana? Makin ganteng aja nih, Om lihat". jawab Arya sambil tersenyum.


"Alhamdulillah, Abi juga baik Om. Kan Abi emang ganteng dari dulu".


"Kamu tuh ya Ab, mentang-mentang ada pacar percaya dirinya tinggi banget" ucap Amel.


Abi terkekeh sambil melirik Cinta yang saat itu terkekeh juga "Pasti Bunda nih yang bilang kalau Cinta pacar gue? Aduh, Cinta marah enggak ya?" tanya Abi dalam hati.


Abi pun larut dalam perbincangan Bima dan Arya yang membahas bisnis, sedangkan Cinta juga larut dengan perbincangan Amel dan Indy.


"Jadi Tante Amel alergi Strawberry juga?" tanya Cinta saat ia mendengar cerita Amel.


Amel mengangguk "Iya, kalau tante kemakan buah strawberry. Udah deh pokoknya, badan Tante merah-merah, tenggorokkan Tante panas terus susah nafas".


"Sama kayak aku dong Tan, aku juga gitu:".


"Oh ya? Untung juga Tante enggak suka sama Strawberry jadi enggak rugi".


"Nta".


"Iya, kenapa Bi?"


"Anak-anak manggil, karena ada foto bareng"


"Oh ya udah, ayuk".


"Semuanya, Abi sama Cinta pamit duluan ya".


"Iya, cepat di halalin Ab. Kayaknya Cinta tipe cewek limited banget deh" goda Amel.


"Tante Amel bisa aja ".


Abi dan Cinta pergi meninggalkan meja itu "Pasti Bunda ya, yang bilang ke Tante Amel kalau lo pasangan gue?" bisik Abi.


"Menurut lo? Lo ada bilang sama Bunda kalau kita jadi pasangan pura-pura?".


"Enggak, gue enggak pernah ngomong soal hubungan kita".


"Kayaknya acting kita terlalu bagus deh, banyak banget yang percaya tahu enggak?".


"Lo merasa risih ya Nta?" tanya Abi.


"Sampai sekarang gue enggak merasa rugi sih Bi".


"Kalau lo risih bilang ya Nta".


"Iya, santai aja"

__ADS_1


__ADS_2