
...'Sandarkan lelahmu, dan ceritakan...
...Tentang apa pun, aku mendengarkan...
...Jangan pernah kau merasa sendiri...
...Tengoklah aku yang tak pernah pergi'...
...-Pelukku untuk pelikmu, Fiersa Bersari-...
Cinta keluar dari lift sambil menenteng beberapa bungkus makanan. Ia menatap seseorang yang duduk di depan ruangan Abi.
"Siang, Abinya ada?" tanya Cinta.
"Selamat siang, Mbak Cinta ya?" tanyanya.
Cinta tersenyum dan mengangguk.
"Silahkan masuk Mbak, tadi Pak Ananta sudah bilang kepada saya".
"Terimakasih ya" ucap Cinta dan sekretaris Abi itu mengangguk.
Cinta mengetuk pintu lalu masuk ke dalam ruangan, ruangan itu kosong dan sepi. Cinta menaruh beberapa kantung plastik di atas meja da menaruh tote bagnya di sofa.
Cinta mengambil piring serta sendok di lemari Abi, Cinta menyiapkan makanan siangnya.
Tidak lama Abi keluar dari kamar "Udah datang lo?" tanyanya.
Cinta menoleh, ia bisa melihat rambut Abi sedikit basah dan lengan kemejanya tergulung dengan rapi.
"Iya, lo habis sholat dzuhur?".
"Iya" Abi berjalan mendekati Cinta dan duduk di depan Cinta.
"Nasi campur langganan Husein ya?".
"Iya, palingan tuh anak bentar lagi ke sini".
"Bearti lo pulangnya nanti malam?".
"Iya, sekitar jam 9 nan".
TOK TOK TOK! !
Pintu terbuka, Husein masuk ke dalam ruangan.
"Widih!! Makin lapar perut gue" ucapnya saat duduk di samping Abi.
"Gimana hari ini Hus? Lancar?" tanya Cinta sambil mengaduk nasi campurnya.
"Ya… gitu, rame banget sampe gue kewalahan".
"Bukannya jadwal Dokter hari ini 2 orang?" tanya Cinta.
"Si Fajar lihat jadwal orang laboratorium. Dia mau turun sesuai jadwal lo turun".
"Hah? Bearti nanti sore gue satu shif sama dia dong?".
"That's right" jawab Husein.
Cinta berdecak "Malas banget gue Hus, sumpah deh" rengeknya.
"Gue tadi pagi aja kaget dapat WA dari Fajar, mau ngabarin elo. Pasien banyak banget" jawab Husein.
"Kadang gue mikir Hus, kalau misal gue resign dari RS gimana ya? Lama-lama gue empet sama kelakuan dia" .
"Balik ke elo lagi Cin, kalau lo emang mau resign ya silahkan. Bukannya agensi Aw terbuka lebar buat lo?".
__ADS_1
"Tapi di satu sisi gue belum bisa lepasin profesi gue. Kalau gue lepas profesi gue, otomatis honor gue berkurang. Kan gue mau travelling".
"Menurut gue, nanti aja. Toh sikap lo selama ini juga bisa jadi tameng buat lo dari si Fajar kan? Sabar di sayang Allah, Cin" jawab Husein.
"Tapi kan gue gak bisa selamanya jadiin Abi tameng gue, Hus. Kasihan Abi, nanti jodohnya seret".
"Gue gak masalah, kalo di pikir-pikir bantu elo gue bakal dapat pahala. Ya meskipun kita cuma pura-pura" jawab Abi.
"Beneran juga gak apa-apa Ab" sahut Husein.
"Doa'in aja ya, ya nggak Nta".
"Terah lo berdua deh" sahut Cinta, ia memfokuskan untuk makan siang.
...🍃...
"Nta…Nta… Bangun, udah jam 3".
Cinta mengerjapkan kedua matanya, ia melihat Abi sedang berdiri.
"Udah jam berapa Bi?"tanyanya.
"Udah jam 3, siap-siap gih".
"He'eh" Cinta mencoba duduk dan meregangkan badannya.
Sehabis makan siang tadi, Cinta meminta izin kepada Abi untuk tidur di kamar Abi. Abi mempesilahkan Cinta untuk tidur siang di dalam kamarnya.
Setelah mencuci wajah dan merias sedikit wajahnya agar terlihat lebih segar, Cinta keluar dari kamar. Ia melihat Abi sedang mengurus beberapa dokumen.
"Lo gak pulang?".
Abi menoleh "Mau ketemu klien entar".
Cinta mengangguk "Gue ke bawah dulu ya, thanks loh. Ternyata bobo siang di sini enak juga" ucapnya sambil terkekeh.
Abi ikut terkekeh "Kalau lo mau tidur siang di sini, datang aja. Gak ada yang larang".
"Iya, wa'alaikumsalam" sahut Abi.
Cinta sudah menghilang dari balik pintu. Abi tersenyum, entah kenapa Cinta selalu membuat hari-harinya semakin tenang.
"Gue gak tahu, apakah gue bisa dapatin elo Nta? Tapi seenggaknya, gue bakal selalu ada untuk lo" bisiknya dalam hati.
...🍃...
Sore ini Cinta 1 shift bersama Lolly, Ismail, Fajar dan Chika. Sejak pergantian shift, suasana cukup tenang. Para pasien pun silih berganti untuk datang ke expo mereka.
"Kak Cin, masak Lolly mau Milk Boba?" gumam Lolly saat pasien di depan mereka sudah pindah ke kursi konsultasi.
"Ya udah pesan aja Lol".
"Kak Cinta mau pesen juga? Biar sekalian" tanya Lolly.
Tidak lama ponsel Cinta bergetar "Bentar Lol" ucapnya lalu menggeser ikon warna hijau.
"Halo Assalamualaikum".
"Wa'alaikumsalam, lo mau minum gak?".
"Kenapa emangnya?".
"Ya… Biar lo makin semangat ngadepin pasien. Tadi gue lewat dekat expo, kayaknya mood lo kurang bagus".
Cinta tersenyum "Boleh deh, tapi… gue nitip buat teman-teman gue sekalian boleh gak?".
"Boleh, lo chat aja pesanannya. Gue tunggu dari sekarang".
__ADS_1
"Okeyyy!!".
Cinta menoleh ke Lolly "Lo mau pesan apa Lol?".
"Milk Brown Boba, Kak".
"Lo tanya Mail deh, sekalian dua orang dokter itu. Tolong ya Lol".
Lolly berdiri dari kursinya "Siap Kak Cin" ia pun berjalan sambil membawa ponsel Cinta.
Setelah selesai, Lolly kembali ke tempat duduknya dan memberikan ponsel Cinta. Cinta segera mengirimkan pesanannya kepada Abi.
20 menit kemudian, Abi datang sambil membawa beberapa kantong plastik. Lolly yang melihat kedatangan Abi, langsung menoel bahu Cinta. Cinta menoleh dan menatap Lolly.
"Pacar Kak Cin, kan?".
Cinta menoleh ke depan, ia tersenyum "Hai Bi, maaf ya ngerepotin" ucapnya sambil berdiri.
Abi tersenyum "It's oke, cuma beliin minum gak masalah sih".
"Mau di kasih Bintang berapa Mas?" tanya Cinta.
"Jangan kasih Bintang doang" jawab Abi.
"Terus?".
"Kasih love aja" Abi mengedipkan satu matanya kepada Cinta.
Cinta terkekeh "Si Mas bisa aja, sekali lagi thank you".
Abi mengangguk "Balik dulu, semangat ya".
"Iya".
Abi pun pamit kepada Lolly, lalu ia pergi dari Expo.
"Aduhhhh sweet banget pacarnya Kak Cinta" goda Ismail dari kursi entry.
"Bisa aja lo Mail" sahut Cinta sekenanya.
"Tapi… dia itu sebenarnya manis loh Kak Cin. Kalau Lolly jadi Kak Cin, Lolly bakal jagain dia. Takut di ambil sama cewek lain" ucap Lolly sambil menusuk minumannya.
"Cepat naik ke pelaminan Kak, daripada di anggurin terus. Ya gak Lol?" gumam Ismail sambil membawa 1 plastik yang berisi 3 minuman.
"Doa'in aja" sahut Cinta.
"Doa'in? Emangnya hubungan gue sama Abi, apaan coba?" tanya Cinta dalam hati.
...🍃...
Waktu pulang sudah tiba, semua peralatan sudah di rapikan. Cinta, Lolly dan Ismail sudah bersiap-siap untuk pulang.
"Cinta… " panggil Fajar.
Cinta sedikit berdecak, ia menatap Fajar dan Chika dengan sedikit tersenyum.
"Iya Dok?" tanyanya.
"Mari, saya antar pulang. Sekalian kita makan malam".
"Maaf Dokter, saya bawa mobil sendiri" jawab Cinta dengan nada tenang.
"Tinggal aja mobil kamu di sini, biar saya antar pulang" Fajar tetap bersikeras untuk mengajak Cinta.
Cinta menatap ke arah Chika yang sedari tadi berdiri anggun namun terkesan angkuh.
"Kenapa Dokter Fajar tidak makan malam sama Dokter Chika saja?" tanya Cinta.
__ADS_1
Fajar tersenyum "Kita berdua memang mau makan malam, karena dari itu saya mau ajak kamu juga".
"Nta…"