Touch My Heart!

Touch My Heart!
Bab 38


__ADS_3

'Tak tahu bagaimana


Aku tanpa dirimu


Tak pernah terbayangkan


Sepi merindu'


-Seperti Kisah, Rizky Febian-


Cinta sekarang duduk di depan Dokter Harianja, sebelum mereka berbicara ponsel Dokter Harianja berdering dan ia memutuskan untuk mengangkat ponsel tersebut. Setelah itu, ia menatap Cinta sambil sedikit tersenyum.


"Apa kabar Cinta?" tanyanya sebagai awal pembuka perbincangan.


"Alhamdulillah baik Dokter".


" Oke, sebenarnya saya mau kamu datang besok. Tapi kamu malah datang duluan sebelum saya telepon kamu. Sebelumnya saya ingin meminta maaf Cinta atas ucapan saya tempo hari".


"Oh, enggak apa-apa Dokter. Wajar kalau Dokter marah karena itu kelalaian saya, saya juga kalau jadi Dokter terus dapat masalah seperti itu, pasti bakalan marah juga".


" Kamu enggak bersalah Cinta" ucap Dokter Harianja.


"Hah? Gimana Dok? Emang Dokter udah dapat buktinya? " Cinta sedikit heran.


Dokter Harianja membuka laptopnya dan menunjukkan Cinta video CCTV waktu kejadian. Dari pagi sampai siang, Cinta tidak pernah duduk. Ia fokus mengerjakan berbagai macam sampel dari pasien, sedangkan yang melakukan penulisan hasil dan tanda tangan adalah Meta.


"Kemarin saya sudah memanggil Meta, awalnya dia tidak mengaku. Setelah saya tunjukkan bukti ini, akhirnya dia mengaku dan meminta maaf kepada saya".


Dokter Harianja menarik nafasnya sejenak "Saya panik Cinta, karena hasil pemeriksaan itu negatif. Meta sengaja menjebak kamu, karena ia memberi alasan bahwa kamu telah merebut Dokter Fajar dari dirinya".


" Dokter, saya enggak ada hubungan apa-apa dengan Dokter Fajar. Para Karyawan aja yang selalu berasumsi, kalau saya itu dekat dengan Dokter Fajar" Cinta berusaha membela dirinya.


Dokter Harianja mengangguk "Itu semua sudah di jelaskan Dika dan Dokter Husein. Karena dari itu Meta saya kasih SP 2".


Cinta terdiam, ia juga sebenarnya tidak menyangka kalau Meta sejahat itu kepada dirinya. Padahal selama ini, Cinta tidak pernah mengusik kehidupan Meta.


"Tapi Dok, siapa yang bisa ambil video CCTV ini? Bukannya hal-hal yang seperti ini sulit ya?" tanya Cinta.


"Awalnya saya juga bingung, karena Dika yang membawa filenya. Kamu kenal Abimanyu Ananta?" tanya Dokter Harianja.

__ADS_1


"Iya Dok saya kenal".


" Dia adalah orang yang menanam saham sebanyak 70% di rumah sakit ini".


Cinta mengerjapkan kedua matanya, lagi dan lagi ia baru tahu sisi Abi.


"Terus kamu ada keperluan apa mau bertemu saya?" tanya Dokter Harianja.


"Oh... ehm, jadi begini Dok. Sebenarnya saya ke sini, saya mau izin resign".


" Hah? resign? Saya tidak salah dengar? Apa ini ada sangkut pautnya sama masalah kemarin Cinta?" Dokter Harianja panik.


Cinta mengibaskan tangannya "Enggak Dok, bukan masalah kemarin. Sebenernya beberapa bulan ini, saya emang sudah lelah untuk bekerja dj rumah sakit. Mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk saya resign".


" Sayang sekali Cinta, kamu adalah karyawan senior yang kinerjanya sangat bagus. Kamu yakin dengan keputusan kamu?" Dokter Harianja mencoba meyakinkan Cinta.


Cinta mengangguk "Yakin Dok, biar saya juga enggak makan hati terus. Beberapa akhir tahun ini, sepertinya saya selalu di gosip kan. Padahal gosipnya enggak benar".


Dokter Harianja tersenyum "Biar bagaimana pun saya harus menyetujui apapun keputusan kamu. Terimakasih Cinta sudah memberikan jasa yang terbaik selama kamu bekerja di sini. Untuk pesangon, nanti saya urus ya. Mungkin 2 hari lagi akan di transfer ke kamu".


" Iya Dok, sekali lagi terimakasih banyak. Kalau begitu saya permisi Dokter".


" Iya Dok, nanti saya sampaikan salam dari Dokter ".


Cinta keluar dari ruangan, ia melihat jam di pergelangan tangannya " Masih jam 10" bisiknya dalam hati.


Ia melihat para teman sejawatnya sedang sibuk dengan masing-masing sampel. Cinta tidak munafik, ia akan rindu dengan aroma laboratorium serta alat-alat laboratorium yang selalu menemaninya. Tapi inilah pilihan hidup Cinta, bukannya hidup penuh misteri?.


..........


"Nih minum dulu" Husein memberikan kopi kaleng kepada Cinta.


Cinta memutuskan untuk mampir ke ruangan Husein, kebetulan Husein baru selesai rapat dan akan kembali ke tempat pemeriksaan habis makan siang.


"Thanks".


" Jadi udah bilang sama Dokter Harianja?".


Cinta mengangguk "Iya udah".

__ADS_1


" Udah di kasih lihat buktinya?"


Cinta mengangguk lagi "Gini banget nasib gue ya Hus, gak pernah jahatin orang tapi orang yang jahatin gue" keluhnya.


"Enggak usah di pikirin, lagian si Meta dapat SP 2. Tapi langkah yang lo ambil ini udah benar kok, lo resign setelah bukti keluar. Bukannya itu sama aja nampar Dokter Harianja?".


" Bodo amat deh, dari pada gue di ghibahin mulu. Btw, thanks ya udah kasih bukti video CCTV itu".


"Gue sama Dika cuma jadi penghubung, lo udah tahu siapa yang punya wewenang ambil video di CCTV?".


Cinta mengangguk " Meskipun gue kaget, lagian sohib lo hobi banget sih bikin gue jantungan".


Husein tertawa "Itu sisi Abi sebenarnya Cin, tenang tapi otaknya jalan. Btw lo jangan ngamuk ya sama Abi, sebenarnya Abi enggak mau lo tahu kalau dia nanam saham di sini. Tapi karena masalah kemarin, mau enggak mau dia berjuang demi kekasihnya"


"Dih, bahasa lo. Ya.. gue sih enggak marah, malah seneng karena Abi setajir itu" Cinta tertawa.


"Baru tahu kan lo? Untung banget deh lo kalau jadi pacar Abi, contohnya lo di kasih kalung kan?" goda Husein.


"Tahu dari mana lo?".


" Hahahah, Abi cerita. Awalnya dia ragu, takut lo nolak pemberian dia. Tapi gue yakinin, kalau elo pasti nerima. Eh emang beneran, makasih ya Cin udah kasih senang anak orang"


"Yaaa padahal gue emang enggak enak, daripada anak orang kecewa kan ya. Bodo banget ya mantannya Abi dulu, padahal servis Abi top markotop tahu".


" Hah? servis apaan nih? Lo udah sampai mana sih Cin? Bibir, pipi atau..... "


"Pikiran lo enggak usah travelling, servis yang gue maksud itu perhatiannya, sabarnya, dan ngajarin gue jadi pacar yang baik".


" Nah gitu dong, ngomong yang jelas. Kan gue kaget kalau misalkan lo berdua udah sampai di luar batas. Bagus deh, Abi masih bisa jaga batasan di tengah gempuran para sohib yang menuju halal. Kalau itu gue enggak heran Cin, waktu itu kan gue udah bilang sama lo coba aja dulu sama Abi. Lo bakalan di perlakukan seperti Ratu".


"Menurut lo, gue sama Abi bakal langgeng enggak Hus?" tanya Cinta.


"Cin, selama lo jalanin hubungan enjoy dan enggak terpaksa. Gue yakin kalian bakal langgeng, bahkan gue berharap kalian menikah. Karena misi Abi tinggal 1, yaitu ngajak lo nikah. Tapi Abi sadar, dia enggak bisa terburu-buru karena dia takut kalau lo nolak. Gue ngomong gini bukannya bela Abi dan ngomporin elo. Tapi sebagai sohib kalian berdua, gue yakin 100 % kalau Abi itu sayang dan cinta banget sama lo".


Lagi dan lagi Cinta termenung, sosok Abi sangat membuat jantungnya berdegup kencang. Sekarang Cinta di beri 2 jalan yang berbeda.


Pertama, memilih menikah dengan Abi meskipun ia tidak tahu bagaimana ujung dari pernikahan itu. Kedua, memilih menunda pernikahan dengan Abi, tapi ia enggan juga untuk terlalu lama berpacaran.


Cinta hanya merasa ragu-ragu dalam melangkah.

__ADS_1


__ADS_2