
...'Aku di sini padamu...
...Sekali lagi padamu...
...Kubawakan rindu yang kau pesan utuh'...
...-Kasmaran, Jaz-...
Husein menatap Shilla yang sedang di tuntun oleh Cinta, sedangkan Aw dan ABC menunggu mereka di bangku tamu. Beberapa hari yang lalu, Shilla memang meminta Cinta untuk menuntunnya menuju pelaminan.
"Kan cuma elo yang jomblo Cin" sahut Husein dengan cuek.
Semua mata menatap kagum dengan kedua wanita itu, apalagi dokter Fajar saat melihat Cinta dengan penampilan seperti itu.
Sampai lah Mereka di hadapan Husein, Husein tidak henti-hentinya mengucap syukur dengan apa yang ia dapatkan sekarang. Cinta segera pamit undur diri dan langsung duduk di samping kedua sahabatnya.
...🍃...
Abu yang sedang berada di pesawat tersenyum menatap layar ponselnya. Ia mendapat kiriman foto Cinta dari Aw, foto wajah Cinta yang kaget tapi sangat menggemaskan buat Abi.
"Ya Allah, jika Cinta emang jodoh untuk hamba. Dekatkan lah kami, izinkan hamba untuk mendekatinya dan mengenal sosok Cinta lebih dalam lagi" doa Abi dalam hati sambil menatap pemandangan dari jendela pesawat.
...🍃...
Cinta sedang asyik makan yang di hidangkan oleh pihak hotel untuk para tamu. Panji menatap Cinta dengan iba, karena sedari tadi sahabatnya itu kabur-kaburan dan seorang Dokter Fajar.
"Cin" panggil Panji.
Cinta menoleh "Apaan?".
" Kalau gue suruh Abi nembak lo, boleh enggak?".
"Uhuk! uhuk!!" Cinta segera mengambil air mineralnya, ia langsung meminum kau menatap Panji.
"Gue enggak paham".
"Iya, gue suruh Abi buat nembak elo kalau perlu nikahin elo. Gue kasihan liat lo kabur-kaburan terus dari si Fajar itu".
" Enggak gitu juga caranya Pan, gila lo. Emang gue sengenes itu ya?".
"Kan kita peduli sama lo Cin" jawab Wira yang sedari tadi diam mendengarkan ucapan Panji.
"Gini ya Wira dan Panji sayang, gue sama Abi itu baru kenal. Gue enggak tahu seluk beluk Abi gimana, gue enggak tahu apakah ada masa lalu Abi yang belum selesai atau gimana. Sampai detik ini, gue cuma nyaman menjalani yang ada".
"Ya udah deketin aja Abinya, Abi enggak bakalan risih Cin" sahut Wira.
"Enak aja lo, lo pikir gue cewek yang kurang belaian?".
__ADS_1
" Tapi lo nyaman enggak sama Abi?" Panji mencoba mengorek informasi ke Cinta, karena mulai dari mereka bersahabat, sahabatnya itu tidak pernah curhat tentang seseorang yang ia sukai.
"Ya gue nyaman aja sih sama Abi".
" Lo merasa terlindungi enggak kalau sama Abi?".
"Iya, apalagi kalau ada si pengganggu"
"Abi ganteng enggak?".
" Ya iyalah, dia kan cowok. Emang adaa cowok di bilang cantik?".
"Lo kalau dekat sama Abi, deg-degan gak?".
Cinta terdiam sejenak sambil berpikir " Nah itu, sampai saat ini belum ada".
Panji dan Wira menghalalkan nafas mereka, sedikit kesal dengan jawaban Cinta.
"Cinta, gue sama yang lain ngomong gini karena kita sayang sama lo. Kita semua pengen banget liat bahagia, kita semua pengen lo menjalin sebuah hubungan sama seseorang. Gini deh, lo coba aja untuk lebih dekat sama Abi" ucap Panji.
"Tenang aja, Abi tipe cowok yang enggak berani macam-macam. Dia penyayang banget, cuma sayangnya dulu ada yang nyia-nyaian Abi. Gue yakin, siapa yang jadi istri Abi, beruntung banget" timpal Wira.
"Ya gue juga enggak tahu gimana nanti, siapa sih yang enggak mau nikah, punya anak, terus hidup dengan bahagia? Gue juga mau, biar enggak banting tulang terus. Tapi gue juga enggak bisa kayak cewek yang caper, bkan gue banget" Cinta menggelengkan kepalanya.
"Kalau gue suruh Abi deketin lo, lo jangan menghindar ya" ucap Panji.
"Abi bukan tipikal orang yang menilai latar belakang seseorang seperti apa Cinta, lo mah enggak usah banyak alasan" omel Wira.
"Iya.. iya, terserah lo berdua deh maunya gimana" Cinta sudah pasrah dengan keadaan.
"Nah gitu dong, di mulai dari sekarang yang Cin" ucap Panji dengan semangat, dan di balasi anggukkan oleh Cinta.
...🍃...
Acara Resepsi Shilla dan Husein akan di Gelar pada habis maghrib di ballroom hotel Bintang. Ketiga perempuan sudah siap dengan gown navy serta make up yang sangat terlihat segar.
Cinta memperhatikan penampilannya, ia sedikit terpesona dengan dirinya malam ini.
"Emang beda ya make up sendiri sama di make up in MUA" ucap Cinta.
"Ya bedalah, enggak nyesel kan lo ikut kita nyewa MUA" sahut Aw.
"Foto dulu yuk" ajak ABC, mereka bertiga berfoto di depan standing mirror.
"Ihhhh cantik gewlaaaaa!!!" seru Aw menatal hasil foto yang mereka abadikan.
"Turun yuk, 15 menit lagi acara di mulai" ucap Cinta.
__ADS_1
Akhirnya mereka bertiga bersiap untuk keluar dari kamar dan berjalan menuju lift.
...🍃...
"Aduh cantik banget sih calon Panji" puji Panji sambil merangkul pinggang ABC.
ABC yang di puji seperti itu hanya tersenyum sambil tersipu malu.
"Ya ampun Bec, udah lama pacaran masih aja malu-malu" ucap Cinta.
"Makanya cepet dapat pacar, biar bisa senyum malu-malu" sahut Aw.
"Dih" Cinta menyahut dengan nada cuek.
10 menit mereka menunggu, mereka di persilahkan untuk berbaris mengikuti kedua mempelai yang berbahagia malam ini.
"Si Abi mana sih, kalau dia telat sedikit yang ada pasangan Cinta nanti si Fajar" Wira sedikit tidak tenang sambil menengok ke segala arah untuk melihat kehadiran Abi.
"Jangan-jangan dia ketiduran lagi Wira, jam setengah 6 tadi kan dia ngabarin gue kalau baru sampe apartemen" jawab Panji.
"Lagian tu anak, udah di bilangin langsung aja ke hotel malah ke apartemen'.
" Ya mau gimana, jasnya ketinggalan di apartemen ".
Cinta yang mendengar perbincangan Kedua sahabatnya ikut berdebar menunggu kehadiran Abi. Biar bagaimanapun Cinta tidak mau berpasangan dengan Fajar malam ini.
Cinta menatap jam di pergelangan tangannya, 1 menit lagi mereka akan memulai acara. Kedua mempelai juga sudah berdiri di hadapan mereka.
" Ya Allah, tolong Cinta lagi dong, selamatin Cinta dari Fajar" doanya dalam hati.
"Sorry, gue enggak telat kan?" Tiba-tiba suara seseorang membuat mereka menoleh bersama.
"Akhirnya Ab, suka banget bikin orang deg-degan" sahut Panji sambil menepuk dadanya karena ia merasa lega.
"Ya gimana ya? namanya juga lagi ada tugas, ini juga gue enggak sempat istirahat" jawab Abi sambil memperbaiki jasnya.
"Seenggaknya lo udah nyelamatin nyawa Cinta dari seorang Fajar" gumam Aw.
Abi menoleh ke samping, di mana ada Cinta yang menatapnya sedari tadi "Sorry ya, udah bikin lo nunggu" ucapnya sambil tersenyum.
Cinta mengerjakan kedua matanya "Iya, seenggaknya lo udah datang sekarang. Nih tissue, buat ngelap keringat lo" Cinta memberikan tissue bersih dari tas nya kepada Abi.
"Thank you Nta" Abi langsung mengambil tissue dari Cinta.
"Udah ya Cin, tuntas tugas kita ngelindungin elo. Sekarang tugasnya di ambil alih sama Abi" ucap Panji.
Cinta menatap Panji dengan sinis, ia tidak menyahut lebih tepatnya terlalu lelah.
__ADS_1
"Lo makin cantik malam ini" bisik Abi kepada Cinta.