
Suasana baru menyelimuti prosesi acara akad nikah Wira dan Aw yang di adakan secara outdoor di sebuah Hotel ternama. Cinta, Shilla dan ABC meneteskan air mata saat sahabat mereka sudah sah menjadi seorang istri.
Acara pernikahan Aw dan Wira di adakan dalam satu hari, jam 8 pagi akad nikah jam 10 pagi resepsi yang di adakan di balroom hotel.
"Akhirnya udah jadi istri orang lo Aw" human Panji saat mereka berpoti bersama.
"Alah, Lo juga bentar lagi jadi suami ABC. Sabar ya, 2 minggu lagi lo belah duren kok" sahut Aw.
"Kalau gue mah santai, nih sohib kita satu. Perlu di pertanyakan, sabar ya Ab" Panji menepuk punggung Abi dengan raut wajah perihatin.
"Cin, saran gue enggak usah pacaran lama-lama. Suruh Abi cepat-cepat lamar lo" gumam Wira.
Cinta menatap Abi, Abi memasang senyuman "Enggak usah di dengerin, yang jalanin kan kita" ucapnya.
Cinta membalas senyuman, ia juga sebenarnya kepikiran tentang hubungannya bersama Abi. Namun, Abi selalu menenangkan dirinya agar menjalani hubungan ini dengan lancar.
"Kita sarapan yuk" ajak Abi.
Mereka semuanya pun sarapan kecuali Wira dan Aw, karena mereka harus berganti pakaian.
"Udah tenang aja Cin, Abi orangnya enggak banyak nuntut. Terpenting, lo harus percaya sama Abi. Abi kalau udah sayang sama orang behh..... ngerik" ucap Husein saat mengambil minuman bersama Cinta .
"Ya gimana enggak kepikiran Hus, kalian semua pada merried. Gue merasa kalau Abi juga bakalan mikir ke arah sana".
"Abi itu enggak mau terlalu memaksa Cin, apalagi elo yang baru pertama kali ngerasain menjalin suatu hubungan. Dia mau elo percaya sama dia. Ya gue juga paham sih di posisi Abi, dia serba salah. Di satu sisi dia harus cepat nikah, karena Nyokapnya yang selalu maksa. Di satu sisi lagi dia enggak bisa gegabah ngambil keputusan".
Cinta terdiam, ia merasa dirinya egois karena ia mementingkan dirinya sendiri. Lagi dan lagi Cinta dilema dalam suatu hubungan.
"It's oke Cin, jalanin aja. Enggak usah terburu-buru, jodoh enggak bakalan kemana kok" Husein menepuk pundak Cinta, agar sahabatnya itu tidak kepikiran.
..............
Setelah acara resepsi, Cinta dan Abi memutuskan untuk pulang. Sebenarnya hanya alasan mereka berdua, hari ini Abi ingin mengajak Cinta untuk bersenang-senang. Seperti sekarang, mereka sudah berada di sebuah permainan yang berada di mall Anantas.
Abi sudah top up kartu game yang ia punya, lalu ia berikan kepada Cinta "Nih, seterah kamu mau main yang mana aja".
Cinta tersenyum lalu mengambil kartu itu dari tangan Abi "Makasih sayang" lalu pergi meninggalkan Abi karena malu.
Abi terdiam sejenak, jantungnya berdebar saat kekasihnya memanggil dirinya SAYANG.
"Astaga, kuat-kuat iman lo Bi. Sabar" ucapnya lalu menyusul Cinta.
__ADS_1
Cinta sangat bahagia, ia bisa bermain apa saja yang ia mau. Seperti capit boneka, bermain basket bahkan bermain tembak-tembakan. Abi tidak menyia-nyiakan momen itu, ia selalu memotret raut wajah kekasihnya itu.
"Kita photobox yuk Bi" ajak Cinta.
"Ayo" sahut Abi.
Mereka berdua masuk di photobox, lalu memilih latar foto "Siap-siap" ucap Abi.
Beberapa macam gaya terpotret, mereka pun keluar dan menunggu hasil foto tersebut.
"Enggak ada yang gagal, bagus semua" gumam Cinta sambil menatap hasil fotonya bersama Abi.
"Kita simpan masing-masing ya, habis ini mau kemana?".
" Hm... Kita nonton yuk Tapi aku yang bayar yaaaaa" pinta Cinta.
"Boleh, iya.... iya aku yang beli cemilannya".
" Yah jangan lah Bi, aku aja" paksa Cinta.
"Ya udah, ayok" Abi langsung menggandeng tangan Cinta dan pergi menuju gedung Bioskop yang berada di lantai 6.
..........
Abi menatap Cinta yang kini sedang memakan dessert, malam ini kekasihnya semakin memukau dirinya. Dress yang berwarna cream sangat cocok di kulit Cinta yang putih. Untuk masalah riasan, Abi tidak mempermasalahkan. Biar bagaimanapun wajah Cinta sangat tidak bosan jika selalu di pandangi.
"Kamu enggak makan?" tanya Cinta.
"Bentar lagi, kamu mau ambil makan?" tanya Abi yang masih menatap Cinta.
Cinta mengangguk "Udah ah, jangan liatin aku gitu".
" Kenapa? Kan habis kita dari Bali nanti, kita bakal pisah apartemen ".
" Cuma depan Anda doang Bi, bukan beda gedung apartemen. Kamu masih bisa lihat aku".
"Ya tapi kan aku udah biasa lihat kamu tiap detik di apartemen aku" jawabnya dengan nada lesu.
Cinta memegang tangan Abi sambil tersenyum "Nanti juga kamu bakalan lihat aku tiap hari".
Abi tersenyum " Amin ya Allah, yuk ambil makan".
__ADS_1
Cinta dan Abi berjalan menuju tempat makanan, Cinta memilih Siomay sedangkan Abi memilih Nasi dan beberapa menu yang tersedia. Tidak lama para sahabat mereka menyusul untuk mengambil makanan.
"Cie habis ini ada yang mau honeymoon ke Bali" goda Aw.
"Tapi sayang belum sah, Babe" sahut Wira sambil memotong daging yang ada di piringnya.
"Yahh kecewa penonton" Husein ikut menimpali.
"Hai semuanya".
Mereka semua menoleh "Hai Bun, sini duduk" ucap Aw mempersilahkan Indy dan Bima duduk di meja mereka karena masih ada beberapa kursi yang kosong.
Indy tersenyum lalu ia memilih kursi di samping Cinta, tidak lupa Cinta menyapa serta mencium tangan wanita itu begitu juga kepada Bima.
"Duh, cantik banget sih anak Bunda" pujinya kepada Cinta.
"Makasih Bun".
" Tuh udah di anggap anak loh Bi, kapan lagi?" Wira semakin semangat mengerjai Abi.
"Kalian do'ain aja ya, Bunda enggak mau nuntut Cinta. Biar Cinta dan Abi yang memutuskan, tapi ingat ya Ab di jaga" pesan Indy, ia paham dengan arah omongan Wira.
"Bun, bukannya itu Tante Amel ya?" ucap Cinta sambil menunjuk.
Indy memperhatikan tangan Cinta "Oh iya, kayaknya dia bingung mau duduk di mana".
" Suruh sini aja Bun, kan ada 3 tuh" ucap Aw.
Indy mengangguk, lalu ia pun melambaikan tangannya kepada Amel. Untung saja Amel melihat lambaian tangan Indy, ia pun langsung menghampiri Indy bersama Arya dan seorang perempuan.
"Hai" sapa Amel.
"Hai, duduk sini aja. Meja penuh semua" ucap Indy.
"Abi?" panggil seorang perempuan yang datang bersama Amel dan Arya.
Semua mata langsung menoleh ke asal suara, Wira, Aw, Husein, Shilla dan Abi langsung terdiam. Sedangkan Cinta menatap bingung ke arah sahabatnya.
"Kalian saling kenal?" tanya Amel.
Perempuan itu mengangguk, ia meletakkan piring di atas meja lalu melangkahkan kaki ke arah Abi duduk. Semua pandangan mengikutinya sampai akhirnya perempuan itu memeluk Abi. Jujur saja semuanya terkejut, apalagi Cinta.
__ADS_1
Abi langsung melepaskan dirinya, ia sangat risih dengan tingkah laku perempuan itu.
"Iya Mi, kita saling kenal. Abi mantan pacar aku pas SMA sampai awal kuliah" ucapnya dengan wajah tidak berdosa.