Touch My Heart!

Touch My Heart!
Bab 43


__ADS_3

"Terimakasih buat apa?" tanya Abi sambil mengusap rambut Cinta.


Cinta melepaskan pelukannya lalu menatap Abi "Terimakasih karena kamu lagi dan lagi tolong aku, jadi garda terdepan buat aku. Maaf ya, kalau aku masih kecewain kamu"


"Kamu enggak pernah kecewain aku Nta, maaf ya untuk sampai saat ini aku masih belum bisa jagain kamu. Tapi aku pastiin, dia udah enggak ada lagi di sekitar kamu. Kamu bisa jalanin aktivitas kamu seperti biasa. Jangan di pikirin lagi, pikirin aku aja" Abi mencolek hidung mancung Cinta.


Cinta terkekeh "Kalo itu sih emang maunya kamu, makan yuk udah mau siang" ajak Cinta.


Abi mengangguk, perutnya juga sudah sangat terasa lapar. Setidaknya Abi lega, karena kekasihnya itu tidak sedih lagi dan permasalahan kemarin sudah ia tangani.


....


Hari semakin berganti, Cinta di sibukkan dengan pekerjaannya di bidang fotographer dan terkadang ia sibuk mengedit video prewedding. Cinta menikmati itu, apalagi kalau ia bekerja di temani oleh sang kekasih.


Abi juga berusaha menjadi seorang teman jika Cinta memerlukan pendapatnya. Abi tidak ingin menyiakan waktu saat bersama Cinta, karena 1 bulan lagi ia tidak bisa 1 apartment bersama Cinta. Apartment Cinta sudah berjalan 80%, Cinta cukup puas dengan desain yang di buat oleh Abi.


"Besok mau make up di mana?" tanya Abi saat mereka sedang menunggu lampu merah.


"Hmm langsung di hotel, soalnya bareng sama yang lain".


" Jangan terlalu menor ya" pinta Abi.


Cinta menoleh lalu tersenyum "Iya, buat kamu apa sih yang enggak?" godanya.


Abi terkekeh "Udah mulai berani goda-goda ya?".


" Kan kamu yang ajarin".


"Iya, asalkan jangan goda cowok lain. Aku enggak rela" jawab Abi sambil menginjak pedal gasnya.


Malam ini Abi dan Cinta berencana untuk jalan-jalan, mereka ingin pergi ke sebuah angkringan kaki lima. Menikmati suasana ramai berbagai macam kalangan usia, dan menikmati jajanan kaki lima.


Saat sampai di angkringan, Abi dan Cinta langsung mengambil piring dan memilih beberapa cemilan yang ingin mereka panggang. Tidak lupa mereka memesan mie goreng di tambah dengan telur ceplok.


"Kalau nanti uang kamu udah terkumpul, mau jalan-jalan kemana?" tanya Abi saat mereka menunggu makanan mereka jadi.


"Aku sih pengennya ke Bangkok, China, Jepang atau enggak Korea. Kalau rezeki aku lebih lagi, aku mau ke Belanda, Paris, Spanyol, Turki atau London?".

__ADS_1


" Enggak mau keliling Indonesia dulu?".


"Kayaknya pengen ke luar negeri dulu aja deh, setelah itu baru keliling Indonesia" jawab Cinta.


"Emangnya tabungan kamu berapa?".


" Yaa, belum sampai 1 Milyar sih. Masih di bawah 500 Juta, makanya aku selalu semangat buat kerja".


Abi tersenyum "Do'ain aku ya biar bisa bawa kamu ke negara yang kamu inginkan".


" Kan itu impian aku dari dulu Bi, aku enggak ada maksud buat kamu semakin keras cari uang".


"Maaf ya Nta, aku bukannya enggak berani ngajak kamu ke jenjang yang lebih serius. Kalau aku berani mungkin kita udah nikah sehabis Panji sama ABC. Aku cuma enggak mau buat kamu enggak nyaman Nta".


Cinta tersenyum " It's oke Bi, kita jalani senyaman mungkin. Harusnya aku yang minta maaf, masih menahan kamu dengan status hubungan pacaran kita".


Cinta membuang wajahnya ke arah lain "Seandainya aja, aku punya keluarga lengkap. Aku bakalan dengerin omelan seorang Ibu yang menuntut aku untuk segera menikah. Terus aku bakalan dengar nasihat seorang Ayah, kalau jadi istri itu harus siap segalanya".


Abi menggenggam tangan Cinta " Tuh kan jadinya sedih, kan malam ini aku ngajak kamu keluar pengen buat kamu enggak bosen di rumah".


Cinta tersenyum "Wajar kan aku berpikir begitu Bi?. Ya udah deh, aku enggak sedih lagi".


...........


Abi menatap dirinya di depan cermin, dirinya sudah tampan dan rapi dengan balutan jas berwarna Abu-abu.


"Jadi habis gue, lo mau lanjut Bi?' tanya Panji sambil merapikan rambutnya.


"Lanjut apa?" tanyanya.


"Ya nikah lah, masak kawin?".


" Pengen sih, tapi....... "


"Cintanya susah di ajak ya?" Panji menatap ke Abi.


Abi duduk di sebuah sofa "Bukannya susah Pan, kita berdua sering kok membahas topik ini. Gue cuma enggak mau narik Cinta terlalu kencang buat masuk ke dalam hubungan serius".

__ADS_1


" Lo maunya menuntun gitu? Kapan nyampenya?".


"Ya pikir aja Pan, kita jalanin hubungan baru 2 bulan. Mungkin hati Cinta aja, gue harus mutar otak".


"Alasannya bukan Cinta enggak mau nikah sama lo kan?".


Abi menggeleng "Dia ragu, kadang dia sedih juga. Apalagi kalau dia membahas tentang keluarga, gimana gue enggak kepikiran juga?"


Panji menghembuskan nafasnya "Emang berat sih jadi Cinta, hidup sebatang kara dan berjuang sendiri. Kalau gue jadi Cinta, gue yakin bakalan enggak kuat. Tapi lo beruntung Bro, udah dapatin hati Cinta. Seenggaknya langkah lo tinggal nuntun Cinta buat percaya kalau kebahagiaan itu emang ada untuk dia".


Abi mengangguk "Gue juga enggak mau lama-lama pacaran".


" Apalagi kalau tinggal 1 apartment, godaanya kan banyak tuh" goda Panji sambil tersenyum.


"Seenggaknya gue masih bisa nahan, meskipun hampir gila Pan" sahut Abi.


Tidak lama mereka bersiap untuk keluar dari kamar dan menjemput para kekasih mereka di kamar sebelah.


Panji mengetuk pintu di sebelah kamarnya, tidak lama kekasihnya membuka pintu.


"Ya ampun cantik banget sih calon istri Panji" puji Panji, sedangkan ABC menunduk malu sambil tersenyum.


"Ya elah Bec, mau nikah juga masih aja malu-malu di puji Panji" sahut Abi.


"Sirik aja lo" sahut Panji.


Abi memutar kedua matanya, lalu ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar. Ia bisa melihat Cinta sedang mengenakan jam tangan. Abi cukup terpesona yang terpancar dari diri Cinta.


Cinta menghampiri Abi "Enggak menor kan?" tanyanya.


Abi langsung mengerjapkan kedua matanya "Hah? Oh enggak kok. Sesuai sama omongan kita kemarin" jawabnya sambil tersenyum.


"Kalau gue jadi elo Bi, udah gue lamar. Saran gue jangan di anggurin lama-lama, tancap gas langsung" gumam Panji.


"Do'ain aja apa yang bisa lo do'ain, gue bakal aminin" jawab Abi sambil menggandeng tangan Cinta.


"Udah yuk, akad nikah sebentar lagi bakal di mulai" ABC melerai perdebatan 2 pria itu.

__ADS_1


Mereka berempat pun memutuskan untuk keluar dari kamar dan menuju venue yang akan di jadikan acara akad nikah Wira dan Aw. Sedangkan Husein dan Shilla berbeda lantai dengan mereka.


__ADS_2