
'Sialan!'
Cinta menatap Fajar yang kini mendekat ke arahnya "Mau lo apa sih?! Cara lo ini murahan tahu enggak!" Cinta sangat kesal.
"Wow! Kenapa lo gue Cin? Yang lembut dong, aku kamu. Cara ini murahan? Kalau dengan cara ini aku bisa rebut kamu dari Abi, kenapa enggak?" tanya Fajar lalu ia tertawa.
"Dari awal gue emang udah I'll feel sama lo, jadi lo jangan mimpi buat dapetin gue".
" Oh ya? sebelum Abi jadi suami kamu, aku akan jamah kamu terlebih dahulu" Fajar langsung mendorong Cinta ke belakang pintu.
Cinta sangat berusaha melindungi badannya dengan kedua tangan di depan dada. Sekuat tenaga ia dorong badan Fajar agar menjauh dari dirinya. Bisa ia cium aroma alkohol dari badan Fajar.
"Aku enggak rela Cin, dari dulu aku udah incar kamu. Tapi kamu enggak pernah respon aku, aku udah terobsesi sama lekuk badan kamu. Aku penasaran Cin" gumam Fajar, lalu dengan cepat ia tarik kedua tangan Cinta agar ia bisa menjamah badan Cinta.
Cinta yang berusaha sadar, karena efek tertelan susu strawberry badannya sudah bereaksi di tambah lagi dengan kelakuan Fajar yang sangat membuatnya sedikit takut.
Cinta memalingkan wajahnya ke kiri dan kanan di saat Fajar ingin mencium bibirnya. Segenap keberanian, ia tendang ******** Fajar.
"Awww!!!!" Fajar meringkuk sambil memegang asetnya yang terasa ngilu.
Cinta menatap ke sekeliling ruangan untuk mencari kunci. Ia melihat kunci itu berada di atas meja kerja, dengan cepat ia berjalan ke arah meja. Saat ia sudah mendapatkan kuncinya, Cinta segera menuju pintu. Namun tangannya di tarik oleh Fajar lagi.
"Jangan harap kamu bisa lepas malam ini Cin" tatapan Fajar sudah tidak bisa di artikan lagi oleh Cinta di tambah Fajar ingin menyeret Cinta ke atas sofa.
Cinta langsung mengambil vas bunga di dekat pintu, tidak berpikir panjang ia pukul kepala Fajar dengan vas bunga itu.
"Arghhhhh!!!!!!! " Fajar memegangi kepalanya yang terasa pening.
Tanpa membuang waktu Cinta segera memasukkan kunci dan membuka pintu tu. Setelah terbuka ia segera keluar dan mengunci Fajar dari luar. Cinta melangkah kakinya menuju lift dengan nafas yang mulai sesak dan pandangan berkunang. Pintu lift tertutup, dengan sisa tenaga yang ada Cinta langsung menekan tombol ke basement.
"Ya Allah, ter.. terimakasih sudah menyelamatkan Cinta. Maafin Cinta, Cinta enggak ada niatan untuk nyakitin orang" ucap Cinta sambil menangis.
Mungkin kalau Cinta tidak gesit, malam ini akan menjadi musibah untuk Cinta. Cinta menggelengkan Kepalanya, berusaha melupakan kejadian yang cukup menjijikan. Cinta menangis, ia takut kalau Fajar akan melakukan hal seperti itu lagi.
............
__ADS_1
Cinta berusaha berlari di basement sambil menangis, ia takut kalau Fajar bisa nekat mengejarnya. Tenggorokan panas, kepala pusing, beberapa area badan sudah terasa gatal, rasanya Cinta ingin segera pulang.
Cinta melihat sebuah mobil stop di depannya, tidak lama ada Lolly turun dari mobil bersama Ismail.
"Kak Cinta? Kakak kenapa?" tanya Lolly sambil memegang tangan Cinta.
"Lol.. to.. tolong" Cinta berusaha berbicara namun terasa sulit, ada rasa sesak di tenggorokkannya.
"Kita antar Kak Cinta aja Lol" ucap Ismail.
Lolly mengangguk, namun saat ia ingin berbicara dengan Cinta, badan Cinta langsung lemas.
"Kak! " teriak Lolly kaget.
"Kak Cinta pingsan, kita papah aja Lol. Gue enggak enak kalau gendong dia" ucap Ismail dan di anggukki oleh Lolly.
Saat sudah di mobil, Lolly segera menelpon Husein karena Lolly tidak tahu alamat apartemen Cinta.
"Assalamu'alaikum Dok, maaf mengganggu malam-malam begini" ucap Lolly.
" Dok, Kak Cinta pingsan"
"Hah?! Pingsan dimana?! ".
" Saya sama Ismail liat Kak Cinta lagi lari di basement, sepertinya ada sesuatu Dok. Kalau saya boleh tahu alamatnya apartemen Kak Cinta di mana ya Dok?".
"Nanti saya kirimkan alamatnya, titip dia dulu ya. Sebentar lagi saya ke sana juga, tolong ya".
" Baik Dok, terimakasih. Assalamu'alaikum "
"Wa'alaikumsalam".
Lolly menatap Cinta, ada rasa khawatir di dalam hatinya. Biar bagaimanapun Lolly sudah menganggap Cinta sebagai Kakaknya.
Tidak lama mereka sudah sampai di apartemen, Abi tadi mengambil kursi roda di lobby apartemen dan membawa Cinta yang masih belum sadar bersama Lolly. Kini mereka sudah membaringkan Cinta di atas kasur, Lolly dengan cepat mencari minyak kayu putih untuk mengusapkan di hidung Cinta.
__ADS_1
Tidak lama Husein datang bersama Shilla, Husein segera mengecek keadaan Cinta.
"Alerginya kambuh ya Mas?" tanya Shilla dengan raut khawatir.
Husein mengangguk, ia menatap Lolly dan Ismail "Sebenarnya ada apa Lolly, Ismail?" tanyanya.
"Assalamu'alaikum!".
Semua mata menatap ke arah pintu kamar, tidak lama sosok Abi datang sambil membawa koper. Abi menoleh ke kamar Cinta, ia sedikit kaget karena banyak orang..
" Loh ada tamu?" ucapnya, lalu ia ikut masuk ke dalam kamar namun pandangannya terhenti dj Cinta yang sedang terbaring.
Abi segera melangkahkan kakinya ke ranjang "Cinta kenapa?" tanyanya dengan wajah gusar.
Semua saling pandang, Lolly berusaha mengingat kejadian sebelum mereka pulang tanpa Cinta. Lalu ia menceritakan secara perlahan di saat mereka ingin masuk ke dalam lift, dan di saat itu juga Fajar datang.
"Kebetulan Kak Ajeng pinggangnya lagi sakit, Kak Dika sudah ada janji sama teman-temannya. Tinggal saya sama Ismail, sebenarnya saya pengen pulang cepat tapi enggak tahu kenapa perasaan saya enggak enak".
" Kak Abi jangan marah sama Kak Cinta ya, saya tahu kenapa Kak Cinta menerima tawaran Dokter Fajar. Karena pikiran Kak Cinta ini adalah hari terakhir ia bertemu sama Dokter Fajar. Tapi di balik ini semua, Kak Cinta malah lari-lari sambil nangis" pinta Lolly.
Abi tersenyum "Iya, saya enggak bakal marah sama Cinta. Terima kasih ya sudah mengantar Cinta" ucapnya.
"Gue titip Cinta ya, gue mau keluar sebentar" ucapnya ke Husein.
Belum dapat jawaban dari Husein, Abi berjalan dengan cepat menuju pintu.
"Mas susul sana, urusan Cinta biar aku sama mereka yang nungguin. Mas tahu kan, Abi kalau marah gimana?" ucap Shilla.
Husein mengangguk "tolong jagain bentar ya" ucapnya kepada Lolly dan Ismail, dan di jawab dengan anggukkan.
Secepat mungkin Husein mengejar Abi, pintu lift segera tertutup. Husein langsung menekan tombol untuk membatalkan pintu lift tertutup. Abi menatap di balik pintu itu, ternyata Husein sambil mengatur nafasnya.
"Gue ikut" ucap Husein.
Abi mengangguk, ia langsung menelpon seseorang "Cari keberadaan Fajar di rumah sakit sekarang" ucapnya kepada seseorang di balik telpon.
__ADS_1
Husein menatap Abi dari samping, ia yakin malam ini Abi akan mengamuk. Seorang Abi tidak suka jika orang tersayangnya di sentuh dengan orang lain. Jangan salahkan Abi, kalau kejadian ini ia akan melibatkan orang dalam.