Touch My Heart!

Touch My Heart!
Bab 47


__ADS_3

Abi sedari tadi memperhatikan wajah Cinta dari samping, perempuan itu sangat sibuk menonton film action di televisi. Abi mengeratkan pelukannya, sedangkan Cinta tidak terganggu sama sekali.


"Nta, kalau aku khilaf cium kamu gimana?" tanya Abi.


"Hmm? Kenapa harus khilaf?" tanya Cinta dengan tatapan yang masih ke arah televisi.


"Habisnya bibir kamu menggoda" bisik Abi.


Cinta terkekeh, lalu ia menoleh dan mendapati jarak wajah mereka sangat dekat.


"Jangan tatap aku gitu Nta".


Cinta tidak mendengarkan ucapan Abi, ia malah memilih memiringkan badannya menghadap Abi. Cinta sangat ingin menguji iman Abi.


" Kalau cium aja sih aku enggak masalah" ucapnya dengan percaya diri.


"Jadi kalau aku cium kamu enggak masalah nih? Kamu enggak marah?" tanya Abi untuk memastikan.


Cinta tidak menjawab, ia memajukan wajahnya dengan kedua mata terpejam. Abi menahan nafasnya sebentar, Cinta sangat menguji imannya. Abi membuka kedua matanya lagi, lalu memperhatikan wajah Cinta yang sedang menutup kedua matanya.


Dengan perasaan yang menggebu, Abi pun mendekatkan wajahnya kepada Cinta. Ia mengecup ujung bibir Cinta sebentar lalu memundurkan wajahnya lagi dengan perasaan yang berdegup kencang.


Cinta membuka kedua matanya, lalu menatap wajah Abi yang sedikit memerah "Udah?" tanyanya dan di balas anggukkan oleh Abi.


"Segitu aja? enggak ada rasanya, kok kayak di film ko... ".


" Udah ya, cukup. Jangan pancing aku, aku enggak mau khilaf Nta" rengek Abi.


Cinta tertawa "Iya.. iya... " ia lalu mengeratkan pelukannya kepada sang kekasih.


Abi membalas tak kalah eratnya, ia sangat ingin menghalalkan hubungannya dengan Cinta "Pokoknya harus kamu Nta" ucapnya dalam hati dengan penuh harap.


. .........


Setelah sholat subuh, Abi dan Cinta duduk di pinggir kolam sambil menikmati sunrise. Tidak lupa Cinta membuat kopi seduh untuk mereka berdua.


"Enak banget ya Bi, bangun pagi ngerasa tenang gini" gumam Cinta.


"Iya, biasanya kita sibuk dengan urusan masing-masing untuk berangkat kerja".


" Kamu terakhir healing gini kapan?".


"Hmm.. kapan ya? Aku sampe lupa deh, udah lama banget kayaknya".


" Kamu enggak stress mikirin kerjaan yang sebanyak itu?".

__ADS_1


"Kalau aku sih, kerja di nikmati aja jangan di buat stress. Kalau capek ya istirahat, gitu aja" jawab Abi.


Cinta mengangguk, kali ini Abi mendapat nilai plus dari Cinta. Lelaki yang pekerja keras dan menjalani semuanya dengan santai tapi pasti.


Biar lah kali ini mereka menikmati liburan dengan perasaan bahagia. Hitung-hitung mereka belajar untuk honeymoon suatu saat nanti. Pastinya Abi tidak pernah melewatkan setiap momen bersama Cinta, bahkan setiap detiknya pun.


............


Selepas pulang dari liburan, Cinta membuat jadwal untuk nongkrong bersama Aw, ABC dan Shilla. Karena Shilla lagi hamil besar, mereka memutuskan untuk berkumpul di rumah Shilla


"So, udah dapat apa aja Cin?" tanya Aw sambil mengunyah keripik singkong.


"Dapat apa?" tanya Cinta dengan wajah bingungnya.


"Ya di Bali sama Abi, udah dapat apa aja?".


" Ya.... dapat have fun, emang mau dapat apa lagi? "


Aw memutarkan kedua bola matanya "Maksud gue, dapat indehoy enggak?".


" Ya enggak lah! Gila aja lo" sahut Cinta, ia heran kenapa sahabatnya itu menanyakan hal yang tidak penting.


"Ah masak sih? Secara lo sama Abi kan tidur di 1 tempat".


" Itu juga karena si Husein sengaja kan?".


"Emang suami lo itu enggak ada adab, untung kita emang enggak ngelakuin yang aneh-aneh".


"Tapi nyicip sedikit kan Cin? " goda ABC.


"hm.... gimana ya, Abi emang menjaga batas itu sih. Bahkan celana tidur gue semuanya di ganti celana panjang sama dia. Dia rela ngeluarin uang buat beliin gue celana panjang, enggak habis thingking gue".


" Hahahaha..... emang keimanan Abi enggak ada yang nandingin, kalau lo sendiri? Main nyosor enggak?" tanya Aw.


"Nyosor apaan? Ya enggak lah".


" Eh tapi...... gue kok jadi agak gelisah ya semenjak si Mutia balik?" tanya Shilla.


"Lo tahu kan cerita nya Cin?" tanya ABC.


Cinta mengangguk "Gue sama Abi sempat ketemu dia di Mall Anan's, Ya dia nyapa Abi gitu, terus sempat ngobrol".


" Terus reaksi Abi gimana Cin? " tanya ABC.


"Abi kayak ogah-ogahan gitu, dia langsung narik tangan gur buat pergi dari Mutia".

__ADS_1


" Ya gue paham sih jadi Abi, dia udah terlalu malas buat ngeladenin si Mutia. Bagus deh, gue malah selalu berharap kalau lo berdua cepat married. Biar Mutia enggak ada niatan untuk masuk ke dalam hubungan kalian".


"Iya bener banget tuh, pastinya juga Abi emang udah enggak ada rasa sama sekali sama si Mutia" sahut Shilla.


"Semangat Cin, gue yakin kebahagiaan lo sebentar lagi bakalan datang " ABC merangkul bahu Cinta untuk menyemangati sahabatnya itu.


"Thanks ya gaessssssss" seru Cinta sambil merangkul ketiga sahabatnya.


.............


Malam ini Abi mampir ke rumah orangtuanya, karena sore tadi Bundanya menelpon. Abi masuk ke dalam rumah setelah memarkirkan mobilnya di teras.


"Assalamu'alaikum" salamnya.


"Wa'alaikumsalam" sahut Buka dan Indy.


Abi mencium tangan kedua orangtuanya serta cipika - cipiki.


"Kamu udah makan Ab?" tanya Indy.


"Udah Bun, tadi sekalian meeting sama klien. Ini ada bingkisan dari Cinta buat Ayah sama Bunda" Abi memberikan totebag kepada Indy.


"Ya ampun repot-repot banget sih, bilangin ya terimakasih banyak" Indy menerimanya dengan bahagia.


"Sudah sampai mana proses renovasi apartement Cinta, Ab?" tanya Bima.


"Alhamdulilah udah 80%, mungkin 2 minggu lagi Cinta udah bisa kembali ke apartemennya Yah".


Bima mengangguk-angguk " Bagaimana setelah menjalani hubungan sama Cinta?".


"Ya.... senang Yah, tapi Abi juga enggak mau Cinta terlalu membebani hubungan kami. Untuk ke jenjang hubungan serius emang ada, tapi Abi mau Cinta sudah siap banget".


"Ehmm.. Ab, Ayah sama Bunda mau ngomong. Sebelumnya kami minta maaf sama kamu" ucap Indy dengan sedikit ragu.


Abi menatap heran kepada kedua orangtuanya "Apaan Bun?".


Indy dan Bima saling tatap dengan raut wajah serba salah " Sebenarnya Bunda sayang banget sama Cinta, udah Bunda anggap anak sendiri. Tapi.... ada suatu hal yang akan berdampak sama hubungan kalian".


"Hah? Maksud Bunda? To the point aja Bun" perasaan Abi sedikit tidak tenang.


"Kamu tahu kan, perusahaan kita ada campur tangan dari Om Arya? Sekarang mereka lagi terkena musibah, mereka meminta bantuan kita Ab" sahut Arya.


"Ooohh ya udah emang Om Arya minta dana berapa?".


" Bukan masalah dana Ab".

__ADS_1


"Lah terus? ".


" Om Arya meminta kami untuk menjodohkan kamu dengan anaknya, Mutia"


__ADS_2