Touch My Heart!

Touch My Heart!
Bab 30


__ADS_3

...'Bicarakan tentang seisi dunia...


...Perlahan mendekat, bisikkan cinta...


...Membuatku terlena...


...Ke dalam pesona sukma yang begitu indah'...


...-Kau Rumahku, Raissa Anggiani-...


"Sedikit apanya?" tanya Abi dengan penuh heran, karena ia bisa melihat ayam goreng, tumpeng goreng, oseng kangkung, sambal tomat serta nasi uduk.


"Ini tuh banyak bangett Nta, kenapa juga lo enggak bangunin gue? ".


" Emangnya kenapa gue harus bangunin elo?".


"Ya kan gue bisa bantuin elo".


Cinta mengibaskan tangannya " Santai aja, gue cukup tahu diri numpang tidur di tempat orang. Seenggaknya gue juga ambil peran buat bantu elo".


Cinta memberikan piring kepada Abi, lalu mereka mengambil lauk masing-masing. Perut Abi sangat tergiur dengan nasi uduk serta sambal tomat buatan Cinta.


Tidak lupa Abi membaca doa sebelum makan, lalu ia makan sesuap nasi uduk beserta lauk pauknya. Rasa gurih, asin, manis, dan pedas sangat menggoyangkan lidahnya.


"Enak banget Nta, gue do'ain lo enteng jodoh" ucapnya.


"Jangan lupa embel-embel jodoh yang kaya tujuh turunan ya Bi" sahut Cinta yang menikmati makanannya juga.


Mereka berdua pun larut dalam hening sambil menikmati makan siang, Cinta sangat bahagia karena hasil masakannya sangat di sukai dengan Abi.


🍃


Sore ini Abi mengajak Cinta untuk jalan-jalan ke Bandung "Healing Nta, besok kita udah menghadapi dunia kejam lagi" ucap Abi saat Cinta bertanya.


Cinta tentu saja tidak menolak, di pikir-pikir lumayan untuk hiburan dirinya. Cinta jarang keluar kota sendirian, terkadang para sahabatnya lah yang mengajaknya.


Sebelum mereka menuju jalan tol, Abi mengajak Cinta untuk stop di salah satu supermarket.


"Nih terserah lo mau beli apa aja" Abi memberikan kartu ATMnya kepada Cinta.


"Iih enggak mau, kali ini biar gue yang bayarin" Cinta langsung masuk ke dalam supermarket, Abi tidak menyahut ia mengikuti langkah kaki Cinta.


Cinta mengambil beberapa snack, minuman dan coklat, sedangkan Abi melipir ke kedai kopi yang ada di supermarket tersebut. Setelah selesai, mereka kembali masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan.


"Ini snacknya gue taruh di tengah ya, biar lo enak ambilnya".


" Enggak di suapin Nta?" tanya Abi saat menyetir.


Cinta langsung menoleh "Lo.. mau di suapin?" tanyanya dengan nada kecil.


Abi sontak tertawa "Enggak Nta, gue bercanda ya ampun. Muka lo jangan tegang gitu dong".


" Lo tuh yaaaa".


Perjalanan panjang namun mengasyikkan, di sepanjang jalan Cinta enggan tidur karena ia ingin menikmatinya. Di tambah lagi suara Abi yang ternyata bagus saat bernyanyi, menambah hiburan buat Cinta.


"Kenapa lo enggak jadi artis aja Bi?".

__ADS_1


" Hah? Enggak ah, hidup gue enggak bisa bebas. Nanti yang ada elo ngefans sama gue lagi ".


Cinta memutar kedua bola matanya, ia sudah hapal dengan sifat Abi yang terlalu PD.


" Emang kita ke Bandung mau ngapain sih? ini udah sore loh" tanya Cinta bingung.


"Ya nikmatin sore di Bandung, ke Braga kek atau wisata kuliner kek. Udah nikmatin ajaa" sahut Abi.


Tidak lama mereka sudah sampai di Kota Bandung, lalu Abi membawa Cinta ke daerah yang banyak menjual aneka makanan ringan sampai aneka makanan berat.


"Sama aja ya ternyata Bandung dan Jakarta, macet".


Abi mengangguk sambil menunggu lampu hijau menyala.


Tidak lama mereka sampai di suatu daerah yang di tuju Abi "Jalannya lumayan nih Nta, lo kuat kan?".


" Tenang aja, urusan soal makanan gue nomor 1" jawab Cinta sambil merapikan rambut serta make up tipisnya.


Mereka berdua pun akhirnya keluar dari mobil "Mau nyemil dulu?" tawar Abi.


"Mmm siomay atau batagor kayaknya enak Bi".


" Oke kita ke sana".


Abi dan Cinta menjelajahi makanan ringan, Abi berpesan jika jangan terlalu banyak membeli karena mereka harus memakan makanan berat.


Abi sudah menggantung 5 makanan ringan, sedangkan Cinta membawa beberapa macam minuman. Mereka mencari tempat duduk, karena weekend di sore hari sangat sulit mencari meja kosong.


"Kita duduk di sana aja Nta, warung seblak. Kebetulan sebaliknya juga enak".


" Bu pesen sebaliknya 2, toping komplitnya. Level pedasnya sedang aja Bu" pesan Abi kepada sang pemilik warung.


"Baik, di tunggu dulu ya".


Abi dan Cinta membuka makanan yang mereka beli tadi, tanpa menunggu lama makanan itu mereka lahap sambil menatap lalu lalang manusia yang sibuk mencari makanan. Cinta menghelakan nafasnya, ia sangat bersyukur dengan apa yang ia dapatkan sampai detik ini. Ia bersyukur dengan rezeki yang selalu di berikan kepadanya, meskipun ia hidup sebatang kara.


Siomay, Batagor, Basreng, Cilok, Cilor, telur gulung sampai seblak sudah ludes di lahap mereka. Abi terkekeh melihat wajah Cinta yang mulai kekenyangan.


"Kenapa lo? Mau muntah?".


Cinta menggeleng "Alhamdulillah enggak, perut gue terasa penuh. Bentar lagi maghrib, habis itu mau kemana?".


"Habis dari mushola nanti kita ngopi yuk, ada 1 cafe di daerah puncak yang lagi viral"


"Gue ngikut deh".


.................


Setelah mereka menyelesaikan sholat maghrib, mereka melanjutkan perjalanan lagi. Bertemu dengan kemacetan tidak membuat Abi sang supir mengeluh, karena ada Cinta yang selalu menghiburnya. Tidak lama mereka sampai di salah 1 cafe, lumayan ramai. Cinta khawatir kalau mereka tidak mendapatkan tempat, namun siapa sangka kalau Abi sudah reservasi tadi siang.


"Untung gue reservasi, kalau enggak kita bakalan pulang habis sholat tadi" gumam Abi.


" Iya, bener ya kata lo Bi. Pemandangannya bagus banget" ucap Cinta sambil menatap kerlap-kerlip lampu yang terlihat dari atas puncak.


Abi menatap Cinta dari samping, ia ikut tersenyum saat melihat senyuman Cinta yang sangat manis.


Pesanan mereka datang, Cinta menolak untuk memesan makanan berat begitupun dengan Abi, karena dari itu mereka hanya memesan kentang goreng sebagai teman kopi mereka.

__ADS_1


"Bi, sekali lagi thanks ya" Cinta menatap Abi.


"Thanks dalam hal apa?".


Cinta menatap pemandangan di hadapannya itu "Terimakasih untuk hari ini, lo udah membuat gue bahagia meskipun hanya sehari".


"Lo bisa kok bahagia setiap hari".


"Maunya gue sih begitu, tapi.... gue kesepian Bi".


"Nta, gue kan udah bilang. Kalau lo butuh teman buat ngobrol gue siap kapan aja, jangan terlalu nyiksa diri Nta".


"Terus nanti kalau lo merried gimana? Gue sendirian lagi dong".


Abi terdiam sejenak, rasanya ia ingin menggenggam tangan putih itu lalu membawa Cinta ke dalam pelukannya. Sekali lagi, Abi masih tahu batasan.


"Ya enggak gimana-gimana, emangnya lo mau gue merried cepat? Abi balik bertanya.


Cinta menatap Abi, entah kenapa ada 1 sisi di dalam hatinya paling dalam kalau ia tidak rela Abi menikah dalam waktu dekat.


"Ya gue enggak tahu, kalau Bunda lo nyuruh cepat gimana? Masak iya lo mau nunda terus?".


"Lagian juga jodohnya belum ada, ya enggak mungkin dalam waktu dekat lah?.


Cinta menatap Abi lagi, ada sedikit ragu tapi ia harus mengucapkan tanda tanya yang selama ini menghantui pikirannya.


"Bi, gue mau ngomong. Tapi lo jangan merasa aneh ya habis ini" pintanya.


"Apaan emangnya?" Abi penasaran.


"Hm... sebenarnya, anak-anak udah nyuruh gue berapa kali buat buka hati".


"Terus?".


"Buka hati buat.... elo Bi" suara Cinta hampir hilang karena malu, namun Abi masih bisa mendengar ucapan Cinta.


Abi terdiam sejenak, ia merasa terkenan serangan dadakan dari Cinta. Ia belum siap untuk menjawab pertanyaan Cinta yang 1 ini, biar bagaimanapun Abi ingin Cinta membuka hatinya secara perlahan.


"Abi...." panggil Cinta sedikit keras.


"Hah? iya kenapa Nta?" Abi membuyarkan lamunannya.


"Ishhh, tuh kan lo pasti aneh sama ucapan gue. Udah lupain ajaa, enggak penting emang".


"Jangan gitu dong, iya gue dengar kok apa yang lo ucapin. Jadi anak-anak ngomong gitu sama lo ? Terus pendapat lo gimana ?".


Cinta berpikir sejenak "Hm... jujur gue bingung, ragu, takut, dan enggak tahu harus gimana? Kita baru aja saling kenal, berusaha jadi teman dan masih mencoba untuk kenal lebih dalam lagi".


"Kalau lagi sama gue, apa yang lo rasain?".


"Yang selama ini gue rasain, elo buat gue nyaman tanpa harus membuat gue jadi orang lain. Elo juga selalu ada di saat gue meminta bantuan, banyak banget jasa lo ke gue Bi".


Abi mengangguk "Lo tahu enggak, gimana rasanya kalau gue lagi sama lo?".


Cinta menggeleng "Emangnya gimana?".


"Ada rasa ingin melindungi dan rasa ingin memiliki".

__ADS_1


__ADS_2