
...Mereka bilang aku pemilih dan kesepian...
...Terlalu keras menjalani hidup...
...Beribu nasehat dan petuah yang diberikan...
...Berharap hidupku bahagia'...
...-Single Happy, Oppie Andaresta-...
"Baru kali ini ada pasangan pengantin foto prewed di rooftop" ucap Cinta saat berada di dalam lift menuju lantai 5.
Sabtu sore ini ketiga sahabatnya meminta dirinya untuk menjadi photografer pre wedding mereka. Tentunya dengan tema yang berbeda, meski 1 tempat lokasi.
Cinta keluar dari lift sambil membawa barang perlengkapannya. Hari ini Cinta memakai jaket jeans dengan sedikit sobekan. Tentunya dengan kaos oblong berwarna hitam sebagai dalaman. Celana jeans hitam dengan sobekan kecil di area lutut, sneakers Adidas Asics Gel Lyte V berwarna hitam.
Untuk riasan, Cinta menggunakan riasan natural seperti biasanya. Tidak lupa rambut yang sengaja ia geraikan.
Cinta membuka sebuah pintu, ia bisa menatap para karyawan Aw sedang sibuk memperbaiki tema Photo Pre wedding.
"Cinta!!" panggil Aw, Cinta menoleh lalu ia berjalan menuju kumpulan para sahabatnya.
"Pertama take foto siapa Cin?" tanya Wira sambil memakan kentang goreng.
Cinta menaruh tasnya "Bumil aja dulu, biar ga capek".
"Cin, kalo mau sekalian foto masa kehamilan boleh gak?" tanya Shilla.
"Emang siapa yang ngelarang ?".
"Siapa tahu kamu nanti banyak kerjaan Cin" sahut Shilla.
Cinta tersenyum, ia rangkul sahabat SMAnya itu "Gue kan cuma jepret doang, kalo urusan cuci foto ada anak buahnya Aw".
"Eh, iya juga ya" gumam Shilla dengan lugu.
"Btw , nih Mocca Float lo" ucap Panji.
Senyum Cinta langsung melebar "Perngertian banget sih".
"Iyalah, sampe saat ini cuma kita-kita aja yang bisa ngerti lo. Ya kita sih maklum..." sahut Wira.
"Mulai deh" sindir Cinta.
Cinta langsung meminum Mocca Floatnya, rasanya sangat segar. Saking segarnya, ia memejamkan kedua matanya dengan nikmat. Lalu ia buka kedua matanya..
"Uhukkk... uhukkk!!!" Cinta memukul dadanya.
ABC langsung memberikan air mineral kepada Cinta, Cinta langsung menerima dan meminumnya.
"Pelan-pelan dong Cin, kita belum mulai sama sekali nih" ucap Panji.
"Iiihh kamu tuh, Cinta lagi keselek juga" sahut Abc.
Cinta menatap Abi "Bisa gak sih, lo gak bikin gue kaget?" tanyanya.
"Hah? Bikin kaget? kapan?" tanya Abi.
"Barusan".
"Gue dari tadi duduk di sini, lo nya aja yang gak sadar".
"Selain gak sadar, dia gak pekaan juga Ab" sahut Wira.
__ADS_1
Cinta berdecak "Gantiin Mocca Float gue".
"Kan gak tumpah".
"Karena lo natap gue, ngilangin sensasi minuman gue. So.. ganti dan gak mau tau" ucap Cinta dengan cuek.
"Udah Bi, beliin aja. Dia fanatik Mocca Float soalnya" gumam Husein.
"Iye.. Iye... Ntar gue beliin" sahut Abi sambil menghubungi seseorang.
"Kedua, seorang Cinta fanatik Mocca Float" Bisik Abi sambil tersenyum tipis.
...🍃...
Sesi foto Prawedding sudah selesai, 3 pasangan calon pengantin sangat puas dengan hasil tangkapan gambar Cinta.
"Udahlah Cin, terima tawaran gue. Seenggaknya lo kerja gak capek berdiri berjam-jam di Laboratorium" ucap Aw sambil merapikan rambutnya.
Cinta yang masih sibuk melihat hasil bidikannya kini menatap Aw "Ini sekedar hobi gue, lo berenam beruntung karena gue fotoin. Udah gitu gratis lagi" sahutnya dengan santai.
"Bentar...! Sebelum di beresin, lo foto sama kita dulu" titah Panji.
"Iya, bener tuh!! Siapa tahu nular ke elo Cin" sambung Wira.
"Lo kira penyakit, pake nular segala?" omel Cinta.
"Ab!! Lo kan pinter photografi juga, fotoin dong. Nanti gantian aja" pinta Panji.
Abi beranjak dari tempat duduknya, ia mengambil alih kamera Cinta.
Di depannya kini ada 3 lelaki dan 1 perempuan saling merangkul dan tersenyum. Beberapa kali mereka mengganti pose, setelah itu giliran 4 perempuan untuk mengabadikan moment.
"Akbar!!" Panggil Aw.
"Iya Mba?" Akbar menghampiri Aw dan para sahabat atasannya tersebut.
Mau tidak mau Abi berjalan menghampiri mereka.
"Sini lo di tengah sama Cinta, kan tinggal lo berdua yang belum mau married" suruh Husein.
Kedelapan orang itu saling merapat untuk mengabadikan moment persahabatan mereka.
"Bentar deh, karena lo berdua adalah orang penting di dalam hidup kita berenam. Kalian foto berdua ya, biar jadi kenang-kenangan. Anggap aja, itu ucapan terimakasih dari kita. Cinta yang udah berlapang dada bantu foto pre wedding, sedangkan Abi udah mau turun tangan nyediain tempat" ucap Husein.
"Lebay banget lo semua" sahut Abi sambil terkekeh.
"Bener tuh, tapi ya udah deh. Kuy Bi" ajak Cinta.
Abi menurut, kini ia berdiri berdua dengan Cinta. 10 pose sudah di abadikan oleh Akbar, namun di antara ke 10 foto itu ada 1 foto yang sangat manis. Foto candid mereka, saling pandang dan tertawa lepas.
"Filenya gue serahin ke lo Aw" ucap Cinta membereskan kamera dan peralatannya.
"Kenapa gak sekalian lo aja?" tanya Aw.
Cinta melirik sinis ke Aw "Lo gak bilang dari awal loh Aw, jadi gue pikir lo yang ngedit".
Aw menatap Cinta dengan mata puppy eyesnya "Sekalian ya Cin, gue lupa bilang sama lo kemarin. Pleaseeee..... Kali ini gue kasih hadiah deh".
Cinta berdecak "Bergadang.... Bergadang deh gue" ia duduk samping Shila dan meminum Mocca Floatnya yang kedua.
"Lo mau berapa? Gue transfer deh, editan lo itu gak ada tandingannya".
Cinta menatap Aw dan para sahabatnya yang juga menatap kembali kepadanya.
__ADS_1
"Gue gak minta tarif berapapun, yang gue mau... lo berenam hidup bahagia, itu udah setara sama tarif gue" ucapnya dengan tenang.
"Aaaaa!!! Cinta!!! Makin sayang deh sama loooo...." Abc memeluk Cinta.
"Utayanggggg Cintaaaa....." di susul dengan Aw dan Shila.
Para lelakipun tersenyum melihat Cinta yang tersenyum.
"Ingat ya, gue gak mau seragam Bridesmaid gue warna PINK!! Titik!!".
"Siapppp!!! Warna pink udah kita Blacklist, sesuai perintah Mbak Cinta Andara Syifa" sahut Shila.
"Cakeppppp" Cinta tersenyum.
"Ketiga, Cinta gak suka warna Pink" bisik Abi dalam hati.
...🍃...
Minggu pagi membuat Cinta sedikit uring-uringan "Giliran week day ngeluh, biar cepat-cepat weekend. Giliran weekend bosen mau ngapain" gumamnya sambil menatap pemandangan lalu lintas dari balkon apartemennya.
Malam tadi ,Cinta bergadang untuk menyelesaikan video serta foto Pre wedding para sahabatnya. Cinta selalu lupa diri kalau sudah menyangkut hobinya tersebut.
Tadi malam ia pulang jam 9 malam setelah di paksa nongkrong oleh para sahabatnya.
"Belajar malam mingguan Cin" sahut Wira.
Setelah sampai di apartemen, ia berganti pakaian, cuci muka dan membuka laptop untuk menyalin foto serta video. Lalu mengedit sampai jam 2 pagi. Cepat? itulah Cinta.
Sekarang pukul 11 siang, perutnya mulai lapar. Tadi pagi ia hanya sarapan roti bakar dengan secangkir kopi.
"Makan di luar boleh nih, sekali-sekali gue bolos masak" gumamnya.
Cinta bangun pukul 8 pagi, biasanya jam 5 pagi. Namun karena ia lagi datang bulan, ia memilih bangun pada jam 8 pagi. Setelah bersih-bersih dan mencuci sedikit pakaiannya, Cinta memilih bersantai sampai ia bosan.
Kini Cinta sudah berada di mobil CRV hitamnya, sedang berada di jalan untuk menuju mall terdekat dari apartemennya.
...🍃...
"Ya ampun Ab.. ini weekend loh. Kamu tenang aja, Mall kamu itu gak akan lari" omel seorang wanita dari ponselnya.
Abi meringis "Meskipun weekend, Abi harus memantaunya Bun. Lagian Ayah sama Bunda mau ke Thailand kan? Ngapain Abi ke rumah kalau nanti kalian berangkat?".
"Seenggaknya kamu sarapan ke sini kek, Ayah sama Bunda lama loh di Thailand?".
"Bun, kalo Bunda lupa. Ayah sama Bunda pernah dinas selama 1 bulan di Korea, terus Abi gak apa-apa kan?".
"Ab, sampe kapan kamu mau sendirian terus? Bunda mau ada yang ngurusin kamu nak".
Abi memejamkan kedua matanya "Bunda, Bunda selalu tahu apa yang Abi inginkan untuk sekarang. Abi belum ada pikiran untuk menikah".
"Kamu selalu sibuk sama Mall kamu itu, Jadi lupa sama umur dan kewajiban kamu".
"Ini juga demi masa depan Abi, Bun" bela Abi.
"Kamu tinggalin Mall kamu juga, gak buat kamu jatuh miskin. Perusahaan Ayah menunggu kamu".
"Abi cuma gak mau bergantung sama Ayah dan Bunda, Abi mau berdiri sama jerih payah Abi sendiri Bun".
"Ya udah... Bunda ngalah. Tapi anterin Ayah sama Bunda ya ke Bandara nanti jam 2 siang. Kalo kamu gak mau ke rumah, kita ketemu di Bandara aja".
"Iya, Bunda sayang. Nanti Abi ke bandara".
"Ya udah, jangan lupa makan. Bunda tutup teleponnya, Assalamu'alaikum".
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam Bun" Abi bersender di pintu balkon apartemennya, menatap hiruk pikuk lalu lintas di hari minggu.
Ia tahu, kedua orangtuanya sangat mengkhawatirkan dirinya. Namun ia tidak mau selalu bergantung kepada kedua orangtuanya. Dan ada satu kisah yang sampai saat ini membuat Abi harus pintar untuk menentukan cerita masa depannya.