
Sekitar jam setengah 9 pagi Cinta sudah sampai di studio tempatnya bekerja, ia segera masuk ke dalam ruangannya untuk menaruh tas. Setelah itu ia bergegas untuk keluar lagi mencari satu cup kopi di salah 1 kafe Langganannya belakangan ini.
Setelah memesan, ia memutuskan untuk duduk di sudut favoritnya tidak lama ia melihat Aw yang memesan minum dan sarapan. Lalu sahabatnya itu berjalan ke arah Cinta duduk.
Aw menarik kursi lalu duduk di samping Cinta "Lo buat visa biar bisa liburan?".
" Iya, lagian uang gue udah terkumpul. Tumben lo jam segini udah datang?".
"Gue enggak mau lo sendirian fotoin mereka berdua, takutnya dia semena-mena sama lo".
" Tapi kan pelanggan adalah raja, Aw".
"Ah kalau pelanggannya dia sih gue ogah ngeladenin, gue cuma menghargai Abi doang" bela Aw.
"Karena dari itu gue juga begitu, pengen aja sih nolak tapi mau gimana lagi?".
" Btw, lo mau liburan ke mana?" Aw mencoba mengalihkan topik pembicaraan
"Hmmm kemarin gue milih mau ke Korea sama Jepang, tapi... kayaknya gue ke Korea dulu deh".
" Aihhh.. pengen juga liburan, tapi.. gue kan lagi hamidun".
Ya, Aw lagi mengandung sekitar 1 bukan begitu juga dengan ABC. Cinta sangat bahagia mendengar kabar bahagia dari ketiga sahabatnya itu.
"Iya, nanti aja kalau kandungan lo udah kuat. Kalau lagi hamil muda kan rawan, ini juga lo termasuk beruntung kuat banget. Biasanya orang yang hamil muda rentan banget tahu".
" Berapa lama lo ke Korea?".
"Paling 2 minggu, minta cuti ya Bos".
Aw terkekeh "Buat lo doang yang enggak gue balesin Cutinya, apalagi kalau lo nikah nanti terserah lo mau cuti berapa bulan".
" Nanti sore jadi kan ke Rumah Sakit?' tanya Cinta sambil mengaduk es kopinya.
Aw mengangguk "Gue udah tanya Husein, katanya si Shilla masih pembukaan 1".
" Semoga aja di lancarin deh lahiran si Shilla".
"Aminnnnnn".
.........
__ADS_1
Cinta masuk ke dalam studio foto yang akan di gunakan untuk pre wedding Mutia dan Abi. Di dalam studio, ia di temani dengan Aw dan 2 kru lainnya. Cinta menyuruh Aw untuk duduk di kursi agar sahabatnya itu tidak bertingkat yang Aneh-aneh.
"Ingat ya Aw, Lo harus banyak istighfar. Jangan ngomong yang Aneh-aneh" pesan Cinta sebelum mereka masuk ke dalam studio.
Cinta mengotak atik kameranya agar bisa menghasilkan foto yang baik, meskipun perasaannya tidak karuan karena sedari tadi ada seseorang yang memperhatikannya.
"Kurusan lo sekarang, diet? " tanya Aw yang tiba-tiba duduk di samping Abi.
Abi menoleh lalu menghelakan nafasnya sejenak "Sejak kapan gue suka diet?".
"Ya siapa tahu lo mempersiapkan ini secara matang".
" Aw... pengen banget rasanya gue nyerah, gue enggak sanggup" bisik Abi.
Aw cukup sedih dengan keadaan sahabatnya ini, Abi sangat merasa serba salah "Ya.. kalau lo tetap egois mempertahankan Cinta sama lo, gue yakin Cinta bakalan enggak suka itu. Cinta kan enggak suka lo ngelawan orang tua".
" Tapi separuh jiwa gue udah ada dia Aw".
"Ab, gue saranin lo banyak-banyak doa deh. Minta sama Allah buat satuin lo sama Cinta. Gue yakin kalau jodoh enggak bakalan kemana. Sekarang gini deh, lo turutin apa aja yang di mauin sama Mutia. Kalau dia bukan jodoh lo, Allah bakal nunjukkin sikap atau aib dia ke semua orang" pesan Aw.
Tidak lama pintu ruangan studio terbuka, bisa mereka melihat seorang perempuan dengan dress panjang yang sangat terbuka memperlihatkan lekuk badannya dan jangan lupa make up yang sangat bold.
"Tema kalian apa sih?" bisik Aw.
Aw berdiri ia menepuk bahu Abi untuk memberikan semangat kepada sahabatnya itu.
" Sayang, kamu kok belum siap-siap?" tanya Mutia menghampiri Abi.
"Aku kayak gini aja".
"Not bad sih, rambut kamu di rapiin aja sedikit. Caca, lo rapihin rambut dia ya" titahnya kepada seorang lelaki dengan pakaian yang cukup nyentrik.
Cinta yang melihat adegan itu langsung menyuruh Rifki "Ki, tolong beliin kopi Vietnam 2 yang ice sama jus semangka 1. Sisanya terserah lo mau pesan apa, jangan lupa beliin Arif sekalian" pesan Cinta.
"Oke Kak" Rifki langsung mengambil uang yang di berikan oleh Cinta dan segera bergegas pergi ke kafe seberang.
Iringan musik dari DJ marsmellow membuat suasana studio semakin asik, Cinta berharap hari ini moodnya bisa di ajak kerjasama.
"Udah bisa di mulai?" tanya Arif saat melihat Abi yang sudah rapi.
"Mulai aja Mas" sahut Abi.
__ADS_1
"Ready Kak Cin" ucap Arif.
Cinta segera berdiri lalu melihat sepasang kekasih yang sudah siap untuk di foto. Sebelumnya Cinta juga bingung, karena dari Mutia tidak memberikan tema seperti apa untuk pre wedding mereka.
"Rif, tolong minta bangku 1" ucap Cinta, Arif segera meletakkan bangku ke depan Abi.
"Oke, kita mulai ya. Enjoy aja, ini kan foto pre wedding yang akan di lihat banyak orang dan tentunya untuk kenang-kenangan kalian berdua. Ab, lo duduk di kursi terus Mutia berdua di belakang Abi tangannya jangan lupa sambil meluk leher Abi".
Mereka berdua segera menuruti apa yang di perintahkan Cinta, Arif juga sangat cekatan untuk membantu Cinta.
"Kampret si Abi, matanya emang minta di colok. Dari tadi ngeliatin Cinta mulu" gumam Aw yang sedari tadi memperhatikan Abi.
"Nak, kamu do'ain ya Aunty Cinta sama uncle Abi bisa berjodoh" ucap Aw sambil mengelus perutnya itu.
Take foto pertama sudah selesai, kini Mutia pergi berganti baju untuk take yang kedua. Sedangkan Abi sudah selesai berganti kemeja dan sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
"Minum dulu bang" ucap Rifki sambil memberikan 1 cup kopi di depan Abi.
"Oh iya, dari Aw ya?".
" Bukan Bang, dari Kak Cinta".
"Oh iya, thanks ya" jawab Abi sambil tersenyum.
Abi segera meminum kopi tersebut, ia sedikit tersenyum saat lidahnya menyentuh kopi itu. Pandangannya tidak lepas dari seorang Cinta yang juga meminum kopi. Tidak lama pandangan mereka bertemu.
Abi mengangkat cup kopinya "Thanks" ucapnya tanpa suara.
Cinta tersenyum, lalu memberi balasan dengan tangan OK. Senyuman itu, senyuman yang sangat dirindukan oleh Abi. Jujur saja moodnya sedari tadi sangat buruk, tapi di saat ia meminum kopi sambil menatap Cinta, moodnya menjadi sangat baik.
"Abi, kenapa kamu minum kopi?" Tiba-tiba suara Mutia membuat mood Abi anjlok seketika.
"Emangnya kenapa?" tanya Abi.
"Aku kan enggak suka kalau kamu minum kopi, itu enggak baik Abi" omel Mutia.
"Lagi pengen" Abi menatap Mutia dari atas sampai bawah "Baju kamu enggak ada yang lebih terbuka? Sekalian aja kamu pakai bikini" sindir Abi.
"Ihhh kamu tuh, ini tuh emang lagi ngetrend dressnya. Aku jauh-jauh pesan dari Paris, malah di katain gitu".
Bukan salah Abi karena dress kedua yang dipakai Mutia emang sangat terbuka dari dress yang pertama.
__ADS_1
" Cin, gue mau temanya yang gini ya" ucap Mutia sambil nunjukkin contoh foto di ponselnya.
Abi yang tidak sengaja melihat, langsung maju "Aku enggak setuju".