
..."Aku bernyanyi untuk sahabat...
...Aku berbagi untuk sahabat...
...Kita bisa jika bersama"...
...-Sahabat, Audy feat NIndy-...
"Saya mau ketemu sama petugas yang periksa sampel saya!! Mana orangnya?! " teriak wanita yang sedang duduk di kursi roda.
"Bu, harap tenang terlebih dahulu, Ibu dalam keadaan kurang fit. Kita bisa bicarakan baik-baik" jawab Ibu Fatma dengan lembut.
"Nggak!!! Saya gak perlu! Mana petugas yang periksa sampel saya?!! " teriaknya lagi.
"Nama Ibu siapa? " tanya Ibu Fatma lagi.
"Maaf Bu, dia pasiaen rawat inap. Atas nama Nyonya Nania Sukma, baru tadi pagi sampelnya di kirim ke laboratorium " jawab perawat yang mengantar Ibu Nani tersebut.
"Sebentar dulu ya, saya cek" Ibu Fatma lagi mengetik nama wanita tersebut di pencaharian pasien rawat inap.
"Hari ini cuma ada 1 orang yang bernama Nyonya Nania Sukma. Pemeriksaan MCU, apa benar suster? " tanya Ibu Fatma, perawat ity mengangguk.
"Ada keluhan apa ya? ".
"Kenapa sama Dokter, saya di diagnosis DM?! Kalian becus gak sih kerjanya?!!! " teriaknya lagi.
"Maaf Bu sebelumnya, petugas lab tidak mungkin melakukan kesalahan dalam pemeriksaan " Ibu Fatma masih mengatur rasa sabarnya.
Ibu Nania menatap tajam Ibu Fatma "Saya gak terima jika saya di diagnosis DM! Pasti ada kesalahan dari petugas, saya gak mau tauuu!!! Saya bakalan tuntut Rumah sakit ini!!! " ancamnya.
Semua petugas saling pandang, sebenarnya mereka sangat enggan menghadapi pasien yang seperti ini. Ibu Fatma menatap kertas hasil pemeriksaan, ia melihat ada nama Cinta dan Dika di bagian pemeriksaan.
Ibu Fatma menatap Cinta dan Dika "Cinta, Dika. Hari ini kalian yang bertugas di bagian kimia klinik?".
" Iya bu" sahut mereka berdua.
"Ohh jadi kalian yang memeriksa sampel saya?" Ibu Nania menatap mereka berdua dari atas sampai bawah dengan pandangan sinis.
"Kalian enggak tahu saya siapa? Kalian mau nama kalian saya laporkan ke pihak berwajib? Jangan macam-macam ya kalian sama saya".
" Maaf bu sebelumnya"
Semua mata tertuju kepada Cinta.
__ADS_1
"Izinkan saya untuk klarifikasi dulu, pertama yang periksa sampel ibu adalah teman saya, Dika. Waktu itu hasil glukosa ibu 521, karena teman saya ingin memastikan lagi sampel itu di berikan ke saya untuk di periksa lagi. Hasil terakhir 500, mungkin perawat paham dengan hasil yang kami periksa. Kalau ibu emang mau bersikeras melaporkan kami, silahkan cek CCTV. Semua kegiatan ada di sana" ucap Cinta dengan tenang.
"Oh kamu nantang saya? Ingat ya, kamu itu hanya pekerja di sini. Hari ini juga saya bisa mengeluarkan kamu dari rumah sakit ini".
Cinta tersenyum " Tidak ada niatan saya untuk menantang Ibu, Tidak ada untungnya juga buat saya. Tapi saya tidak Terima kalau Ibu menginjak-injak hasil kerja kami".
"Permisi".
Semua orang menatap pria yang berumur 45 tahun berdiri di samping Ibu Nania.
"Sister, tolong bawa istri saya ke dalam ruangan ya"
"Papa! Papa apa-apaan sih?! Mama itu lagi marahin orang itu!".
" Sudah ya, enggak usah di perpanjang. Nanti biar Papa yang urus" Pria itu langsung memberi kode kepada perawat untuk membawa istrinya kembali ke ruangan.
Perawat itu langsung mendorong kursi roda sambil menenangkan Ibu Nania yang meronta-ronta "Sus jangan bawa saya! Saya belum selesai mengeluarkan orang itu!!".
" Ehm, sebelumnya saya mau minta maaf atas kejadian ini. Sebenarnya saya tahu kalau istri saya itu ada DM, tapi istri saya yang tidak Terima kenyataan. Sekali lagi saya minta maaf mas-mas, mbak-mbak".
"Iya Pak, kami paham bagaimana situasinya. Tidak apa-apa, karyawan di sini juga tidak ambil pusing dengan kejadian hari ini. Yang terpenting, di pantau makan dan minum Ibu Nania, obatnya juga jangan lupa" jawab Ibu Fatma sambil tersenyum.
"Sekali lagi terimakasih banyak Bu, kalau begitu saya pamit undur diri. Permisi semuanya" Pria itu sedikit menunduk dan tersenyum meskipun dalam hatinya masih ada rasa tidak enak kepada pegawai laboratorium.
"Ya takut aja Bu, amit-amit deh kalau laboratorium kita ada kasus" sahut Aleta sambil bergidik.
"Lebay lo, Cinta aja yang mau di laporin biasa aja" sahut Dika.
"Selama kita enggak salah, kenapa harus takut. Bu, saya balik kerja ya. Yuk Dika, sampel banyak tuh" ucap Cinta sambil masuk ke dalam ruangan lagi.
"Cih, sok banget jadi cewek" gumam Meta dalam hati.
...🍃...
Tidak terasa acara akad nikah Shila dan Husein akan di gelar pada pagi ini, Cinta menatap Shila sambil tersenyum. Ia sedikit lega, kalau gown yang di pakai Shila tidak terlalu menampakkan perutnya yang sedikit buncit.
"Cantik banget sih Bun" celetuk Cinta membuat Shilla menoleh.
Shilla juga ikut tersenyum "Onty Cinta juga cantik, tapi saya gandengannya belum bisa datang" ia pun terkikik.
Cinta memutar kedua bola matanya "Mulai deh, gimana? deg-degan gak?".
Shilla mengangguk "Ternyata gini ya rasanya akad nikah, mudahan si baby enggak rewel" ucapnya sambil mengelus perutnya.
__ADS_1
"Ehm, lo enggak takut kalau tiba-tiba ada Fajar?" tanya Shilla.
"Ya mau gimana lagi, pahlawan gue yang biasanya jadi garda terdepan belum nyampe. Tapi gue udah bilang sama Aw dan ABC buat lindungin gue" jawabnya dengan nada sedih.
Shila terkekeh "Sabar Ya Cin, Abi orangnya emang pekerja keras biar lo nanti hidupnya enggak susah".
"Nah kan mulai dehhh".
Tidak lama Aw dan ABC masuk ke dalam ruangan khusus calon pengantin mempelai wanita menunggu, mereka tidak kalah hebohnya saat melihat riasan Shilla yang sangat cantik.
" Kita selfie dulu dong, sebelum Shilla jadi istri orang" ajak Aw sambil memegang ponselnya.
Mereka berempat merapat dan mengabadikan beberapa pose untuk mereka upload di media sosial .
"Ihh Cinta, lo cantik banget sumpah!!!! Tiap hari kek lo feminim gini" ucap Aw.
"Malesin banget make up lama-lama".
" Eh tapi, nanti sore jadi kan kamu make up sama MUA?" tanya ABC.
"Ya jadi lah Bec, gue kan enggak bisa pasang softlens sama bulu mata".
" Tapi dandanan lo cantik begini, natural tapi manis" puji ABC.
Cinta tersenyum "Maaci Bec, gue kan emang cantik" sombongnya.
5 menit lagi Husein akan mengucapkan ijab kabul, Cinta mengetukkan kakinya karena jantungnya ikut berdebar.
"Cinta" panggil Aw, Cinta refleks menoleh.
"Hahahaha, lo kenapa sih? Shilla yang harusnya deg-degan, bukan elo" ucap Aw sambil menatap layar ponselnya.
"Iya anjir, gue deg-degan. Gue takut sohib gue salah nyebut nama atau gugup".
" Lo mah ada-ada aja".
"Bismillahirrahmanirrahim, Saya Terima nikah dan kawinnya Shilla Kumala Sari dengan mas kawin 200 gram logam mulia serta alat sholat di bayar tunai".
"SAH!! teriak semua tamu undangan.
" Alhamdulillah, Shilla selamat ya!!! " ucap mereka bertiga sambil memeluk Shilla dengan haru.
"Makasih ya, gue sayang kalian semua" jawab Shilla yang juga ikut terharu.
__ADS_1