
...'Dia yang pertama membuatku cinta...
...Dia juga yang pertama membuatku kecewa...
...Kamu yang pertama menyembuhkan luka...
...Tak ingin lagi ku mengulang keliru akan cinta...
...Jadi kisah yang sempurna'...
...-Kisah Sempurna, Mahalini-...
Abi menghampiri Cinta yang sedang nonton TV, di lihatnya layar tersebut sedang beradu peran 2 insan yang sedang di mabuk Cinta.
"Cerita tentang apaan sih?" tanya Abi.
"tentang dunia kedokteran yang menyelamatkan bermacam-macam pasien, belum lagi masalah-masalah di rumah sakit, belum lagi hubungan antara dokter yang Backstreet. Seru deh pokoknya".
" Dr.romantic 3? Ini season ke 3?".
Cinta mengangguk "Gue udah lama banget nunggu dramanya, apalagi dokter Seo woo-jin ganteng banget" ucapnya antusias.
"Lo lebih suka sama cowok Korea ya?".
"Enggak juga, kalau di dunia nyata mah gue sukanya cowok lokal" Cinta mengambil remote lalu menekan tombol pause.
"Loh kenapa di pause?" tanya Abi.
Cinta mengganti posisi duduknya menghadap ke Abi "Sebenarnya ada yang mau gue omongin Bi".
" Ada apa? Fajar ganggu lo lagi?".
Cinta menggeleng, lalu ia menghembuskan nafasnya dan menatap wajah Abi yang menunggu jawabannya. "Gue... enggak tahu mau ngomong mulai dari mana. Gue ngomong gini juga, biar rasa penasaran gue selama ini terjawab. Gue rencananya mau pacaran Bi".
Abi mengkerut kan keningnya " Pacaran? Sama siapa?".
"Sama lo" jawab Cinta dengan wajah polosnya.
Abi mengerjapkan kedua matanya beberapa kali "Gue.. enggak salah dengar kan Nta?" ia mencoba meyakinkan dirinya atas ucapan Cinta.
Cinta menggeleng "Lo enggak salah dengar Bi, gue mau ajak lo pacaran".
__ADS_1
Abi menaruh telapak tangannya ke kening Cinta "Enggak panas kok, lo habis curhat sama anak-anak ya?".
Cinta menggeleng lagi " Ini betulan dari perasaan gue Abiiiiii, atau.... lo enggak mau ya pacaran sama gue?".
"Enggak gitu" sahut Abi dengan cepat "Tapi konsepnya bukan begini" Abi menggaruk pipinya yang tidak gatal.
"Lo mau pacaran, atas dasar apa? Coba-coba?" tanya Abi.
"Mencoba lebih tepatnya, soalnya gue penasaran. Rasanya pacaran itu gimana, dan lagi pula perasaan gue beberapa minggu ini gelisah".
" Gelisah kenapa?" .
"Gue ngerasa pengen di dekat lo terus, kayak gini. Kalau lo lagi tugas di luar kota, gue ngerasa sepi. Kalau sama lo, gue merasa aman. Padahal gue udah lama berteman sama lawan jenis, tapi baru ini gue ngerasa aneh".
" Lo.... berdebar nggak kalau lagi di dekat gue?".
Cinta mengangguk "Jadi gimana Bi? Lo mau enggak jadi cowok gue?".
Abi mengatur nafasnya, ia benar-benar terkejut dengan kejujuran Cinta malam ini. "Nta, orang pacaran itu harus bisa saling percaya, menjaga perasaan, dan saling support satu sama lain. Di umur kita sekarang sebenarnya buang waktu untuk pacaran, tapi karena ini elo, lo harus lebih paham tentang menjalin sebuah hubungan".
" Maybe, elo udah lihat hubungan di antara sahabat-sahabat lo dan gue. Setiap hubungan itu berbeda-beda, ada yang pasangannya toxic, ada yang cemburuan, ada yang posesif, ada yang cuek, ada yang penyayang, banyak lagi deh".
"Dan setiap ada permasalahan, jalan keluarnya bukan putus atau berantem, tapi di selesaikan baik-baik dan cari solusinya. Apalagi di umur kita yang sekarang, quality time pasti bakalan agak susah karena sama-sama sibuk kerja".
" Bukan, bukan gitu Cinta. Cuma cowok bodoh yang nolak pesona lo, dan gue enggak mau jadi salah 1 cowok itu. Kalau gue mau nembak elo, mungkin udah dari kemarin. Tapi gue masih tahu diri, gue orang baru buat lo dan gue enggak mau lo ngejauhin gue. Asal lo tahu Nta, gue itu sebenarnya sayang sama lo".
Cinta mengerjapkan kedua matanya "Bearti?".
" Cinta.... lo mau enggak jadi pacar gue?" tanya Abi sambil menggenggam tangan Cinta.
Perasaan Cinta tidak karuan, kedua pipinya terasa hangat saat Abi mengucapkan kalimat itu. Cinta merekam semua apa yang di hadapannya ini, cara Abi menatapnya, cara Abi mengucapkan kalimat itu, dan cara Abi menggenggam tangannya dengan penuh kelembutan.
"Gue... Mau" jawab Cinta dengan suara kecilnya.
Abi tersenyum "Jadi fix nih, kita jadian?" tanyanya sekali lagi, Cinta mengangguk sambil tersenyum malu.
"Gue boleh peluk lo enggak?" dan lagi-lagi Cinta mengangguk.
Abi langsung menarik badan Cinta untuk masuk ke dalam dekapannya "Terimakasih, terimakasih banyak ya Nta. Akhirnya secara resmi kita pacaran, bukan cuma drama di depan orang-orang. Akhirnya jawaban dari doa gue terkabulkan". Abi mengelus rambut Cinta dengan lembut.
Cinta tersenyum, ia merasakan lega dalam perasaannya. Ternyata ini adalah jawaban dari rasa penasarannya, Cinta berharap ia bisa menjalani hubungan ini dengan baik.
__ADS_1
"Ajarin gue ya Bi, gue enggak tahu harus mulai dari mana. Gue benar-benar buta dalam hubungan asmara".
"Pasti, gue pasti bakalan ajarin lo. Asalkan lo terbiasa aja, hmm.... untuk panggilan mau kayak gini, atau aku kamu?".
"Kayaknya lebih bagusan aku kamu deh" jawab Cinta sambil menatap Abi dari bawah.
Abi tersenyum ia usah lagi rambut Cinta yang sangat lembut itu, ia melepas dekapannya karena posisi mereka sangat tidak aman. Abi tidak mau banyak setan di dalam apartemennya.
"Oke, aku kamu".
🍃
Waktu menunjukkan pukul 00.30, Abi baru saja menggendong Cinta ke dalam kamar perempuan itu. Cinta terlelap saat menonton drama Korea favorite nya. Kini Abi sudah berada di kamarnya sambil menatap foto pacar barunya. Ya, Cinta.
" Rezeki banget gue hari ini, Ya Allah semoga hubungan Abi dan Cinta langgeng sampai akhir hayat. Izinin Abi buat jadi suaminya Ya Allah, karena mendapatkan Cinta itu sangat sulit" ucapnya.
Abi memposting foto mereka berdua saat berada di puncak "Jadi enggak sabar pas ke Bali nanti, pokoknya gue harus banyakin foto sama Cinta".
Abi meletakkan ponsel di atas nakas samping tempat tidurnya " Good night Nta" bisiknya lalu terlelap.
🍃
"Pagi Nta" sapa Abi saat ia melihat Cinta baru keluar dari kamar.
Cinta tersenyum "Pagi Abi, loh kok kamu yang masak?".
" Kan beberapa hari ini kamu terus yang masak, gantian dong. Tapi menu pagi ini cuma nasi goreng, aku belum ada belanja".
Cinta tersenyum "Iya enggak apa-apa, kan nasi goreng buatan kamu juga enak. Hmm gimana nanti sore kita belanja?" tawar Cinta.
"Boleh, sekalian makan malam di luar ya", di balas dengan anggukkan Cinta.
" Oh iya, progress renovasi apartemen kamu udah 50%. Nanti cat nya mau warna apa?".
"Hmmmm pengen warna kalem aja sih, kayak coklat nude gitu. Kalau putih semua, takut aku booring karena yg kemarin aja ruangan apartemen aku temanya monokrom".
" Ohh jadi mau yang aesthetic gitu ya?".
"Iya sekarang aku lagi suka warna itu".
Tidak lama sarapan mereka habis, Cinta membantu mencuci piring sedangkan Abi pergi bersiap-siap untuk berangkat. Hari ini Abi ingin mengantar Cinta ke rumah sakit, karena mereka sudah membuat janji sore nanti untuk pergi bersama.
__ADS_1
" Akhirnya gue bisa antar jemput Cinta" bisik Abi dalam hati saat melihat Cinta masuk ke dalam rumah sakit.