Trap My Stepmother

Trap My Stepmother
BAB 29 Ternoda


__ADS_3

Entah bisikan dari mana, Lewis Jansen mendekati ibu tirinya. Merengkuh tubuh Alana, menciumi tengkuknya. “Alana” Lewis berbisik, menghirup dalam aroma yang menguar masuk ke dalam hidung.


“Aku tidak bisa melihatmu dekat dengannya. Jadilah milikku Alana. Aku minta maaf atas kesalahan sebelumnya. Mau kah menjadi milikku seutuhnya?” ucap Lewis dengan dagu yang menyandar di pundak Alana, hembusan napasnya pun dapat dirasakan wanita itu.


“Lew, a-pa maksudmu? Aku juga menginginkannya tapi status kita tidak bisa. Kamu jangan lupa kalau aku …” kalimat Alana Pattinson mengambang begitu saja, sebab Lewis memutar sangat cepat tubuh Alana. Mencumbu bibir menggoda itu, bergerak liar hingga milik Alana membengkak.


Lewis tak membiarkan ibu sambungnya menolak, kali ini harus berhasil. Cinta mampu membutakan pasangan ini.


Kedua tangan Lewis pun tidak tinggal diam, melepas paksa gaun tidur yang digunakan, menurunkan talinya yang semula ditutupi kardigan.


Sementara Alana tak berdaya, sekalipun dia menolak. Tenaga Lewis jauh lebih besar.


“Kamu, milikku Alana, selamanya.” Bisik Lewis setelah tautan bibir terlepas.


Melihat Alana mulai terbuai akan sentuhannya, secepat mungkin pria dewasa ini membawa kekasih hati ke kamar di lantai dua, meninggalkan kekacauan di dapur.


“Lewis, ini ...” lagi dan lagi wanita ini terperangkap dalam sentuhan memabukkan Lewis Jansen, rasanya tidak asing.


Ya sekarang, Alana ingat apa yang terjadi malam itu. Di mana dirinya kehilangan kendali.


Alana memberontak, kedua tangan dan kakinya bergerak melepaskan diri.


“Diam Alana! Ku bilang diam. Aku tahu kau juga menginginkannya, benar kan?” mata biru Lewis berubah menyeramkan. Rasanya tidak rela melepaskan ibu sambungnya, wanita yang dia cintai begitu saja.


Tidak tinggal diam, pria ini mengikat kedua tangan Alana menggunakan ikat pinggang. Cukup kuat hingga Alana menjerit sakit.


“Kau menolak lagi Alana? Apa James sehebat itu? Tidak kan?” gelap mata, Lewis terus menyusuri ceruk leher hingga bagian d-4-d@a, ini pertama kali baginya menyentuh wanita.


Alana tidak lagi meronta, sekujur tubuhnya seperti tersengat listrik, darahnya berdesir. Dia sekuat tenaga menahan suara indah yang keluar dari mulutnya.


Memejamkan kedua mata dan merapatkan gigi, sesuatu yang begitu dahsyat hendak keluar dari dalam tubuh.


“Ku bilang kamu pasti menyukainya Alana.” Lewis Jansen membelai puncak kepala Alana, sangat lembut. Sementara dirinya terus bergerak turun menciumi ke bawah. Bermain cukup lama di sana.


Kamar Lewis yang semula sunyi, kini terdengar bising dan suhu meningkat drastis.

__ADS_1


Pria itu sudah siap melakukan perbuatannya, kali ini tidak lagi mengingat wajah James.


Lewis dan Alana sama-sama merasakan sakit, nyeri pada bagian tubuh masing-masing. Tetapi benda itu selalu menghujam kuat hingga Alana merasakan dirinya terbelah menjadi dua, mulutnya pun menjerit dan air mata tumpah membasahi bantal.


Lewis Jansen tidak bodoh, dia memang baru pertama kali, tapi merasakan betapa sulitnya beberapa detik yang lalu. Seketika itu juga tersadar jika Alana Pattinson, Ibu sambungnya belum pernah sekalipun tidur dengan James.


“Alana? K-kamu?” Lewis tergagap, rasa bersalah menjalar dalam dada. Semula begitu berhasrat untuk membuat ibu tirinya hamil, tapi kali ini Lewis melepaskan Alana. Dia menghapus air mata yang jatuh bercucuran.


“Kau jahat Lewis.” Marah Alana, menampar keras pipi putra sambungnya.


PLAK


“Alana, maaf. Aku pikir kamu … kamu …” Lewis berhenti bersuara sebab Alana mendorong kuat tubuhnya hingga terjerembab ke atas lantai.


“Inilah Lewis, alasannya aku sangat yakin tidak hamil, karena aku tidak pernah bercinta dengan pria manapun. Sekarang … selamat kau berhasil mengambil sesuatu yang aku jaga. Aku memang mencintaimu Lew, tapi aku sekuat tenaga menjaga diriku sendiri.” Jeritan Alana sangat pilu dan menyedihkan.


Dia pun berusaha turun dari ranjang besar, mengambil pakaian dalam serta gaun tidur yang sudah tidak layak pakai.


Bahkan menyambar jas milik putranya yang tergantung untuk menutupi kulit mulusnya. Menahan perih di bagian bawah, Alana keluar dari kamar Lewis, sambil menangis.


PLAK


Patricia yakin Tantenya telah melakukan sesuatu di kamar Lewis. “Dasar sampah, mu-r4-h@-n, penggoda, tidak tahu diri.”


PLAK


“Kau bercinta dengan kakak sepupuku, iya kan? Sadar Alana, dia adalah putramu! Kau memang tidak pantas ada di rumah ini.” Patricia cemburu, menarik rambut kusut Alana sampai beberapa helai terlepas.


Alana terus menepis menggunakan satu tangan, bahkan tangisannya kini reda berganti amarah yang berkobar sangat besar.


BUGH


Mengabaikan rasa sakit, dia menendang perut Patricia, hingga mendarat keras di atas lantai.


Jas yang menutupi sebagian tubuhnya pun terhempas, menampakkan tanda merah di leher, atas dada dan paha.

__ADS_1


“Kalian gila.” Teriak Patricia.


Mendengar keributan, Lewis Jansen keluar kamar. Tatapannya menukik tajam kepada Patricia. “Apa yang kau lakukan di depan kamarku hah? Kembali ke kamarmu! Cepat Patricia!” bentak Lewis.


Tak ingin wanita yang disayanginya menjadi perhatian pelayan, Lewis merangkul Alana dan kembali membawanya masuk ke kamar.


“Alana, masuklah! Kamu bisa tidur di atas kasur, aku minta maaf.” Tutur Lewis kehabisan kata, sekarang hanya ada maaf dan maaf.


Apalagi hari penjebakan itu, seandainya dia tidak datang tepat waktu pasti ketiga pria hidung belang berhasil merusak Alana.


Sekarang pria jahat adalah Lewis Jansen, dia sendiri yang mengambil kesucian ibu sambungnya. Namun pertanyaan besar mengelilingi kepala Lewis, kenapa selama menikah berbulan-bulan, Alana masih belum tidur dengan Ayahnya?


“Percayalah Alana, aku tidak akan menyentuhmu. Kamu tidur di sini. Aku mencintaimu Alana, maafkan aku.” Berulang kali Lewis mencoba memohon maaf.


Seandainya pria itu tahu jika James belum menyentuhnya, pasti Lewis memaksa Ayahnya untuk menceraikan Alana. Sekarang nasi sudah menjadi bubur, dia akan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.


“Tapi … Alana tidak mungkin hamil kan? Aku belum sempat mengeluarkannya.” Gumam Lewis kepada dirinya sendiri. Semakin dipikir, dirinya bertambah bingung.


“Untuk apa James menikahi gadis muda kalau tidak menyalurkan hasratnya?” batin Lewis bertanya-tanya.


Alana hanya duduk diam, tak mengeluarkan satu patah katapun. Dia masih syok, terguncang cukup kuat.


Sekujur tubuhnya kini sakit, perih serta hati yang tersayat tidak berdarah. Keluarga Jansen menorehkan luka dalam pada Alana. Baik itu James yang membawanya pulang ke rumah besar ini, Debby dan Patricia yang selalu menghinanya, serta Lewis sosok iblis tampan yang Alana cintai.


“Kenapa aku bisa mencintainya?” lirih Alana dalam hati.


Hingga menjelang pagi, keduanya sulit memejamkan mata. Pergolakan batin terus terjadi, banyak pertanyaan di kepala Lewis.


Sedangkan Alana ingin segera membongkar kejahatan Debby, dan pergi dari kehidupan keluarga Jansen sejauh mungkin. Bila perlu mengembalikan seluruh investasi yang ditanam oleh James.


Semua, termasuk biaya pengobatan Tuan Pattinson dan biaya pendidikan kedua adiknya.


TBC


***

__ADS_1


Dukungannya ditunggu ya kakak semua 🤗


__ADS_2