Trap My Stepmother

Trap My Stepmother
BAB 52 Kembali Berjalan Sendiri


__ADS_3

Keesokan harinya.


JSN resmi mengumumkan pimpinan baru mereka, Lewis Jansen yang selama ini hanya diam di balik layar. Media ramai menjadikan sebagai berita bisnis terhangat, banyak komentar miring mendadaknya pengesahan Presdir baru.


Mereka semua bertanya di mana keberadaan Alana.


Tidak sedikit yang prihatin kepada janda James Jansen itu, sebab sepeninggal James, hidup Alana menjadi terlunta-lunta. Orang-orang berharap Lewis dan Alana dapat berdampingan memimpin JSN.


“Alana. Aku merindukanmu.” Hati Lewis teriris nyeri karena mengetahui ibu sambungnya kembali pulang ke rumah keluarga Patt Group. Menolak kedatangan Lewis dengan segala macam cara.


“Tuan. Anda harus selalu tersenyum, wartawan bisa curiga.” Bisik Liam paham akan situasi Bosnya yang tengah gundah gulana.


“Ya aku mengerti. Apa hari ini Patt Group meresmikan Alana? Kirim bunga dan makanan ringan untuk seluruh pegawai Patt Group, aku ingin menunjukkan keseriusan.” Perintah Lewis.


“Laksanakan Tuan Muda.” Liam bergegas meninggalkan aula ini. Menjalankan misi penting sang Bos lebih utama daripada gaji serta telinganya menjadi panas.


**


Di tempat berbeda dengan waktu yang sama, di lobi Patt Group. Alana serta jajaran direksi sedang diwawancarai terkait kembali bergabungnya Nyonya Jansen dengan perusahaan peninggalan Tuan Pattinson.


Alana setia menjawab satu per satu pertanyaan media, termasuk kejadian meninggalnya James Jansen.

__ADS_1


Dia juga harus memberikan kesan positif terhadap nama anak sambungnya, beberapa kali menyebutkan nama Lewis Jansen bibir Alana bergetar rasanya tidak sanggup.


“Lew- Lewis Jansen. Beliau anak yang sangat baik, saya yakin JSN akan semakin bersinar di bawah kepemimpinan pewaris sesungguhnya.” Tukas Alana menyembunyikan betapa terluka hatinya.


“Al? Aku bisa menghentikan mereka kalau kamu mau.” Alvaro berbisik di belakang punggung Alana.


Sangat yakin jika sahabatnya tak akan mampu bertahan lama dengan guyuran pertanyaan mengenai keluarga Jansen.


‘Nyonya Alana, kami turut berduka karena Anda keguguran.’


Entah perhatian atau hujatan di balik makna kalimat tersebut, jelas Alana sedih. Sebagai wanita yang pernah kehilangan calon bayinya, hal itu luka menganga yang tak mungkin pulih dalam waktu dekat.


Tidak sanggup lagi menghadapi beragam pertanyaan, Alana memilih mundur dan menyerahkan semua kepada  orang kepercayaannya.


“Ayo Alvaro kita masuk. Aku harus mempelajari segala sesuatunya tentang Patt Group.” Ajak Alana memberikan bahasa isyarat.


“Saya permisi, silakan lanjutkan wawancara bersama Direktur Pemasaran Patt Group.” Alana memutar tubuhnya lalu menghilang di balik kerumunan pegawai dan orang-orang yang menyaksikan semua ini.


Di ruangan


Alana sengaja memutar video pengumuman resmi dari JSN Group. Tanpa sadar meneteskan air matanya. Seharusnya dia bisa tetap di samping Lewis sebagai wanita yang bahagia, kenyataannya Alana tak melakukan itu, tidak egois lebih tepatnya.

__ADS_1


“Lewis? Terima kasih untuk cintamu selama ini.” Kata hati  Alana cukup pilu harus berpisah dari kekasih hati.


“Ehem. Alana? Sekarang kamu sudah kembali apa kita perlu mencari tahu siapa yang menyebabkan perusahaan ini bangkrut? Aku yakin salah satu pegawai kita ikut dalam rencana busuk orang itu.” Imbuh Alvaro.


Assisten Pribadi sekaligus sahabat ini mengingatkan Alana untuk tetap sesuai pada tujuannya. Menuntutnya dan membalaskan dendam.


“Oh ya kamu lakukan saja Alvaro, aku ingin tahu siapa b@j*in9an itu. Sampai Papa masuk ICU, aku menjual diri dan sekarang aku tidak punya siapa-siapa lagi.” Alana menatap foto kedua adik serta mendiang ayahnya.


“Kamu tenang saja Alana. Aku akan mendapatkan informasi itu secepatnya. Dengan uang yang kita miliki cukup untuk membayar orang-orang agar membuka mulut.” Alvaro tidak sabar memukul wajah dalang semua ini.


Senyum tipis tersungging di bibir sensual Alana Pattinson. Beruntung memiliki sahabat setia seperti Alvaro selalu di sampingnya apapun yang terjadi.


“Apa semua bukti sudah diserahkan ke Liam? Aku harap Lewis mengerti maksudnya.” Alana mengetuk meja dengan kuku cantik berhias nail art.


“Tentu saja Alana. Ah iya aku lupa ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.” Alvaro menyampaikan pesan yang baru diterima dari sekretaris Alana.


TBC


***


mohon tandai jika ada typo

__ADS_1


__ADS_2