Trap My Stepmother

Trap My Stepmother
BAB 46 Pertunangan


__ADS_3

Satu minggu kemudian


Lewis Jansen duduk diam di salah satu ruangan, dan James Jansen duduk di atas kursi roda, ditemani satu orang dokter serta dua perawat, tabung oksigen tepat di belakang kursinya.


Pria sepuh itu tersenyum bahagia, karena kurang dari satu jam lagi Lewis Jansen akan bertunangan dengan Adinda Nugraha, wanita cerdas, baik, berasal dari keluarga terpandang sekelas dengan Jansen.


“Tersenyum son. Adinda adalah gadis yang baik, aku yakin kau akan bahagia dengannya. Jangan terlalu lama bertunangan, aku ingin kau menikahinya Lew. Berikan aku cucu.” Ucap James, sangat pelan, seakan tenaganya sudah habis.


“Ck, kalau hanya cucu yang Daddy inginkan, aku bisa memberikannya dengan mudah tanpa menikahi Adinda. Aku tidak menyukainya.” Tukas Lewis beranjak dari sofa, bahkan melonggarkan kancing kemeja.


Sudah dua malam ini tidak bertemu dengan Alana, pujaan hatinya itu pasti tersayat, karena mengetahui James memaksa Lewis bertunangan dengan Adinda.


Iya, lagi-lagi alasan James sungguh klasik. Memperkuat bisnis serta kedudukan Lewis, hingga Debby tak akan mampu mendepaknya.


“Kau mau ke mana Lew? Jangan pergi, jangan membuat nama Jansen malu. Biarkan saja Alana, dia istriku, ibumu. Tidak berhak kau nikahi.” Tegas James memarahi putranya sendiri.


“Jangan ikut campur Dad, aku pasti bertunangan dengan wanita pilihanmu, tapi cintaku hanya untuk Alana sampai mati.” Lewis keluar kamar hotel, dia khawatir kepada Alana.


“Sayang kamu di mana? Alana aku mohon jangan seperti ini. Aku mencintaimu, sumpah tidak ada yang lain.” Ucap Lewis dalam hati.


Di lobi, Lewis berpapasan dengan Patricia yang berjalan masuk bersama Debby.


“Kak Lewis mau ke mana? Acara di mulai 50 menit lagi.” Suara Patricia sangat lembut. Perempuan belia itu berubah menjadi lebih baik pasca tragedi malam kelam menimpanya.


Patricia ditangani oleh psikolog ternama, serta melakukan hipnoterapi untuk meredakan trauma. Alhasil sekarang dia melupakan semua rasa cintanya terhadap Lewis, sama halnya dengan Pandu.


Patricia tak ingat wajah Pandu. Tentu saja, sopir pribadi itu tidak diizinkan menginjakkan kaki di kediaman Jansen. Dia bertugas sebagai sopir kantor, Alana melarang dan bersitegang dengan Debby masalah pemecatan Pandu.


“Kau lihat Alana? Aku mau menemuinya.” Tanya Lewis memelankan suara, ketika melihat rombongan Keluarga Nugraha mulai memasuki hotel.

__ADS_1


“Tante ada di rumah, dia cantik sekali. Jemput lah kak!” jawaban Patricia ini tentu saja disetujui oleh Debby.


“Kekasihmu itu patah hati Lewis, jemput lah, kalau bisa nikahi dia.” Celetuk Debby. Sebenarnya dia tidak mendukung Lewis dan Alana. Tapi, dibanding menikahi Adinda, posisinya menjadi sangat terancam.


“Kalian memang penjilat kelas kakap.” Gumam Lewis segera menuju area parkir.


Bugatti Chiron, baby blue melesat cepat menuju rumah besar Jansen. Sungguh Lewis tak bisa hidup tanpa Alana.


Dia tak akan menikahi wanita manapun, tidak akan membunuh rasa cintanya untuk Alana. Lewis hanya tahu bahwa Alana untuknya.


**


Tiba di kediaman Jansen. Lewis segera memasuki kamar utama. Di sana, di balkon, Alana duduk meringkuk menangis tersedu-sedu. Hancur sudah hari-harinya selama satu minggu ini. Dia tidak punya kuasa untuk membantah perintah suaminya.


James selalu menggunakan Patt Group sebagai alat pengendali Alana.


“Alana sayang?” Lewis memeluk Alana begitu kuat, erat. Menghapus kristal bening yang sudah menganak sungai.


Perasaannya sama perih, Lewis harus memilih langkah tanpa memikirkan dirinya sendiri. Semua yang dia lakukan lagi-lagi demi keluarga dan posisinya sebagai pewaris utama JSN Group. Terlalu banyak ancaman dalam hidup, sampai melukai wanita yang dicintainya.


“Kenapa kamu ada di sini? Kamu harus bertunangan dengan Adinda. Dia wanita yang baik, aku yakin dia bisa menggantikan posisiku.” Suara Alana bergetar, menelan ludah pun kesulitan, seolah radang tenggorokan.


“Tidak sayang, jangan seperti ini. Maafkan aku Alana. Aku mencintaimu, hanya kamu. Katakan padaku bahwa aku harus membatalkan pertunangan ini! Katakan Alana! Jangan diam! Aku akan mematuhi apapun yang kamu bilang. Bila perlu kita melarikan diri sekarang, kita menikah. Kamu tidak perlu mengurus perceraian dari James, jadilah istriku Alana.” Ucap Lewis menggebu, setan jahat di telinganya menghasut untuk bertindak gegabah.


“Tidak Lewis. Mana bisa. Aku ini tercatat secara hukum sebagai istri Daddy-mu. Kita … kita tidak akan bisa bersama sebelum aku berpisah dari Tuan James.” Alana terisak perih.


“Mau kamu apa? Aku tetap bertunangan dengan wanita itu? Ok, tapi kamu harus tahu Alana, aku tidak akan pernah melepaskanmu, ingat itu. Suatu hari pasti kau menjadi milikku, kita akan bahagia bersama anak-anak kita. Ikut aku sekarang juga ke hotel. Aku tidak mau menjalani pertunangan konyol itu tanpa kehadiranmu.” Lewis menggendong tubuh Alana keluar kamar, menuruni perlahan anak tangga.


Pelayan yang menyaksikan kisah cinta terlarang ini sangat sedih dibuatnya, tidak sedikit juga mencibir Alana.

__ADS_1


“Tutup mata dan telinga kalian, kalau sampai aku mendengar sesuatu. Ku pastikan kalian kehilangan pekerjaan.” Teriak Lewis, menyeramkan layaknya singa mengaum di hutan kepada buruannya.


**


Di mobil, tangan Lewis dan Alana saling menggenggam satu sama lain. Menyalurkan rasa cinta. Sesekali Lewis membelai pipi merah Alana.


“Sebentar lagi sampai. Aku tidak mau wanitaku bersedih. Tunjukkan pada mereka siapa pemilik hatiku, kau harus tegar Alana. Kita harus kuat menghadapi ini semua. Aku mencintaimu Alana Pattinson.” Kata-kata Lewis ini menyihir Alana.


Alana menganggukkan kepala sangat pelan, menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Sebelum turun dan masuk ke ballroom. Dia memastikan bahwa hatinya kuat menyaksikan pertunangan ini.


“Ayo turun.” Ajak Lewis, keluar lebih dulu. Kemudian, membuka pintu penumpang dan mengulurkan tangan kepada Ibu sambungnya.


“Tersenyumlah sayang!.” Pinta Lewis.


Di dalam hotel keduanya berpisah, pengawal langsung membawa Alana untuk duduk berdampingan bersama Tuan James. Sedangkan Lewis ke toilet, mencuci muka, kemeja serta jasnya pun basah terkena tetesan air. Dia sangat tidak peduli pada acaranya ini.


“Tuan Muda Jansen. Acaranya dimulai lima menit lagi. Harap Anda segera memasuki ballroom.” Kata Liam, matanya berkaca-kaca karena peliknya kisah cinta Lewis.


“Seandainya aku bisa membantu, pasti aku bersedia. Tapi melawan kekuatan Tuan James sangat sulit.” Liam membatin.


“Hem.” Tanggapan Lewis. Dia pun memulai sandiwaranya di depan publik, hanya di depan umum.


Tapi tidak untuk Adinda. Sejak perintah pertunangan keluar dari bibir James, Lewis langsung menemui Adinda, secara tegas mengatakan bahwa ikatan dirinya dengan Adinda hanya sementara. Lantaran Lewis mencintai wanita lain.


Tentu saja hati Adinda porak-poranda. Remuk berkeping-keping, namun wanita itu rela menjalani semua ini selama Lewis Jansen bisa menjadi miliknya.


TBC


****

__ADS_1


likenya, favorit, gift dan votenya boleh ya kakak buat tambahan imun 😁😁😁🙏🤗


__ADS_2