Trap My Stepmother

Trap My Stepmother
BAB 56 Tidak Sebaik Yang Kau Kira


__ADS_3

Alana terbangun dalam ruangan luas yang sangat terang. Tidak ada satupun benda di sini, hanya tubuhnya yang terikat di atas lantai.


“Bangun juga kamu Alana.” Kata Debby Jansen berdiri membelakangi Alana.


“Tante Debby? Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku. Bukankah keinginanmu sudah ku penuhi? Aku sudah keluar dari rumah keluarga Jansen.” Alana melirik setiap sudut ruangan, tidak ada jendela atau celah untuk melarikan diri.


“Aku juga tidak membawa apapun dari rumah kalian. Aku tidak ada hubungannya lagi dengan kalian semua.” Alana meliuk-liuk berusaha melepaskan ikatan di kedua tangan dan kakinya.


Semakin bergerak, maka tali yang mengikat terasa mengigit, seolah memiliki gigi tajam yang siap mengoyak kulit serta daging Alana.


“Ck. Kau itu bodoh atau pintar Alana? Seharusnya tahu apa yang aku butuhkan.” Debby melempar rokok yang dihisapnya tepat di depan mata Alana, kemudian dia injak benda berasap itu. Percikan apinya menyentuh kulit mulus Alana Pattinson.


BRAK


Debby melempar ponsel ke dahi Alana, menyebabkan kemerahan mungkin juga memar. “Akh, Apa-apaan Tante Debby?”


Dia berjongkok, mencengkram rahang Alana sangat kuat, menarik dagunya sangat tinggi. “Kau pikir bisa bertindak seenaknya? Kau adalah wanita bodoh yang pernah aku temui Alana.”


Debby Jansen memutar rekam video, di sana terlihat Lewis Jansen serta jajaran karyawan di perusahaan miliknya. Dalam rekaman sepintas melihat dan menangkap jika Lewis memerintahkan anak buahnya untuk membuat salah satu perusahaan pesaing mereka bangkrut hingga tak bisa bangkit lagi.


Menurut Alana ini adalah hal tidak penting, karena hubungannya dengan Lewis Jansen sudah berakhir. Tapi semakin diamati, dalam video itu menyebutkan nama asisten pribadi Tuan Pattinson.

__ADS_1


“Hancurkan dan rampas asetnya. Pastikan mereka tidak bisa beroperasi lagi.” Suara Lewis penuh penekanan.


Beberapa rencana licik mereka pun disebutkan untuk menjatuhkan Patt Group. Bahkan orang kepercayaan Lewis menyerahkan buku besar. Sontak mata coklat Alana melebar, karena orang tersebut sangat dipercaya mendiang Tuan Pattinson.


“T-tidak mungkin. Ini pasti salah.” Gumam Alana menolak semua kejadian yang belum tentu nyata.


“Kau hanya ingin mempermainkan aku, benar kan? Tipuanmu tidak berguna Tante Debby. Aku tidak akan terperdaya.” Alana enggan melanjutkan menonton video. Dia tidak mau menambah beban sekaligus luka di dalam dada.


Seringai licik terbit di bibir Debby Jansen. “Jadi kau menyangkalnya? Terserah, tapi satu hal yang pasti Alana.”


Debby berdiri sembari mengacak rambut Alana. “Kasihan sekali. Ternyata pria yang kau cintai membuat perusahaan keluarga bangkrut. Patt Group tidak memiliki aset kan Alana? Semua berhasil Lewis rampas. Bahkan nama baik kalian lenyap, terbukti sampai sekarang Patt Group kesulitan bangkit.”


Hati dan raga Alana mengakui semuanya. Untuk berjaya seperti sediakala memerlukan waktu tidak sebentar. “Jangan memercayainya Alana. Jangan! Tapi … tapi kenapa harus Lewis, lalu selama ini hanya pura-pura baik?”


“Semua pasti bohong, tidak nyata.” Kata hati Alana mencoba menenangkan diri sendiri.


Mendadak Debby Jansen masuk ke dalam mobil, duduk di samping Alana. Lagi-lagi menunjukan salinan bukti dari peralihan saham serta hak cipta milik Patt Group, menjadi kepunyaan Lewis Jansen.


“Buka matamu Alana! Bukan menutup diri dari kenyataan. Kau ini memang lemah dan tidak berdaya.” Debby Jansen sangat puas.


Inilah akibatnya karena Alana terlalu ikut campur masalah keluarga Jansen. Tentu saja Debby tidak terima, setelah dipermalukan depan umum. Seluruh orang kepercayaan keluar dari kantor dan menerima catatan hitam.

__ADS_1


Debby sangat berusaha keras, bekerja sama dengan orang lain untuk merusak hubungan Lewis dan Alana.


Salah satu anak buah Lewis yang  memberikan informasi penting. Termasuk menyalin buku besar milik Patt Group satu tahun yang lalu.


“Keponakanku tidak sebaik itu Alana. Mungkin saja selama ini dia mendekatimu, hanya untuk membuat keluarga kalian semakin hancur.” Tawa jahat Debby Jansen melekat di daun telinga Alana.


“Kau cerdas Alana, aku yakin, mudah bagimu untuk mencaritahu kebenarannya. Iya kan? Aku ini tidak asal bicara tanpa bukti.” Debby mengeluarkan satu bungkus rokok, sengaja menyalakan dalam mobil, menghembuskan asapnya ke wajah Alana.


Di persimpangan jalan sepi, anak buah Debby melempar tubuh Alana hingga berguling di atas trotoar.


BRUK


'Dasar wanita menyusahkan'


'Ayo kita pergi sebelum ada yang melihat'


Kepala Alan membentur kerasnya batu, luka sobek serta darah yang mengucur dari pelipis dihiraukan. Lebih sakit hatinya setelah mengetahui kenyataan baru.


TBC


***

__ADS_1


huhu kasihan banget ya Alana 😭


__ADS_2